
Jung-Sik /menyentil dahi Yoona. "kenapa kau selalu saja mengerutkan keningmu ha?!"
Yoona "terserah ku, aku mau ke belakang dulu. Jae-Hee ayo ikuti aku!" /menglus keningnya dan berjalan ke dapur.
Jae-Hee " eh..eng" /bingung.
Jung-Sik "oi.... Yoona, apa kau tidak ingin memperkenalkan kami pada temanmu?" /menarik kera baju Yoona saat dia melewati nya.
Yoona ("dia bah kan sudah tau kalo Jae-Hee temanku, kalo gitu kenapa aku harus memperkenalkan siapa mereka.") /kesal tapi dengan ekspresi datar.
Yoona langsung membalikkan badan dan mulai memperkenalkan siapa kedua pria itu kepada Jae-Hee.
Yoona "Jae-Hee, perkenalkan dia Jung-Sik, Park Jung-Sik. Dia adalah murid pertama pamanku. Dan kau dia adalah temanku Jae-Hee." /memperkenalkan dengan kasar.
Jung-Sik "apa-apaan kau ini, kenapa memanggilku begitu hah..." /mencubit kedua pipi Yoona.
Yoona hanya mengerutkan alisnya dan bertambah kesal, karna tidak bisa melawan.
Yoona "sakit tau..." /Cemberut.
Jung-Sik "cepat kau harus panggil aku apa?!" /sambil senyum.
Yoona (" wah, lihat senyumannya, benar-benar terlihat menyeramkan.")
Yoona "kakak, tolong lepaskan ini sakit!" /datar.
Jung-Sik "bagus, anak pintar." /mengelus kepala Yoona.
Yoona pun lanjut memperkenalkan seseorang yang masih santainya membersihkan gelas.
Yoona "Jae-Hee, perkenalkan dia kak Jung-Heon. Park Jung-Heon, kakak murid ke dua paman!" /melihat ke arah Jung-Heon.
Jae-Hee pun tersadar jika nama depan mereka berdua sama, ekspresi Jae-Hee mulai kaget, terlihat jika dia mengira kalo mereka saudara lantas Yoona langsung mengerti apa yang Jae-Hee pikirkan.
Yoona "ah benar, mereka tidak ada hubungan darah sama sekali. Tapi kami berempat sudah seperti keluarga!" /datar.
Seketika atmosfir mereka saat itu berubah, entah kenapa terasa hangat dan nyaman. Meskipun Yoona mengakui mereka seperti keluarga dengan ekspresi datar.
Tapi Jung-Sik dan Jung-Heon hanya membalas dengan senyuman, seolah-olah sudah terbiasa dengan ekspresi Yoona yang selalu datar.
Yoona "Jae-Hee, ikut aku?" /berjalan ke pintu belakang." /berjalan lebih dulu.
Jae-Hee secara otomatis mengikuti Yoona, di balik pintu itu adalah dapur cafe di sana tidak terlalu besar namun bersih dan rapi. Terdapat dua pintu lainnya yang satu terhubung dengan gudang sedangkan satu lagi ruang istirahat dan tangga menuju lantai atas.
Terlihat di sana pria yang kemarin menunggu Yoona. Dia terlihat sedang membersihkan beberapa perabotan dapur. Yoona dan Jae-Hee menghampiri pria tersebut.
Yoona "paman aku akan membawa temanku ke kamar!" /seperti biasa datar.
Yoona "Jae-Hee kenalkan dia pamanku yang ku maksud." /memperkenalkan.
Jae-Hee "ah...ha-hallo, paman namaku Jae-Hee teman Yoona!" /canggung tidak tau harus apa.
Yong-Guk "ternyata kau yang bernama Jae-Hee, aku sudah mendengar banyak tentangmu! Salam kenal!" /Hanya meanggukkan kepala.
Kang Yong-Guk
Gender: pria
Umur:39
Tinggi: 182 cm & Berat: 65 kg
Tak kalah dengan para murid dan keponakannya, Yong-Guk juga memiliki wajah Wang tampan bahkan dia terlihat awet muda. Walau memiliki struktur wajah yang tegas, sebenarnya dia terkesan kalem dengan senyum yang lebar memperlihatkan gigi putih dan rapi. Membuat orang tau dalam sekali lihat jika dia orang yang baik dan ramah ditambah dengan rambut berwarna coklat kehitaman.
Yoona "paman aku dan Jae-Hee ke kamar dulu, aku tidak bisa bantu di cafe hari ini."
Yong-Guk "iya baiklah,tak pa nikmati saja waktumu bersama temanmu." /Senyum.
Yoona pun mengajak Jae-Hee ke ruang istirahat disitu terdapat tangga dari kayu dan dibawahnya terdapat rak peyimpanan sepatu.
Yoona meminta Jae-Hee untuk menyimpan sepatunya disana, selesai sudah mereka mengganti alas kaki dan hendak menaiki tangga paman Yong-Guk memanggil Yoona.
Yoona "terserah apa aja boleh." /berjalan ke tangga.
Yong-Guk "minumannya juga?!" /Senyum dan memiringkan kepala.
Yoona "itu juga...." /sudah naik tangga.
Di ujung tangga hanya ada satu pintu, saat Yoona membukanya didalam terlihat lebih luas daripada di bawah. Luas lantai atas mencakup area halaman di bawah, karna itu lah lantai atas terlihat lebih luas.
Jae-Hee "aku tidak tau kalo lantai dua cafe ini terlihat seperti apartemen." /melihat sekeliling.
Yoona "Jae-Hee, ayo sebelah sini!" /berjalan lebih dulu ke kamar.
Jae-Hee "ah..iya!" /mengikuti Yoona yang hampir tertinggal.
Mereka pun sampai di kamar Yoona dan langsung masuk kedalam, kamar Yoona terlihat tersusun rapi tidak terlalu luas dan tidak juga terlihat kecil. Terdapat meja rias di pojok kamarnya yang terlihat sedikit berantakan di atas meja.
Jae-Hee "nee...., Yoona!" /sambil mengikuti dari belakang.
Yoona "apa." /mengambil meja lipat di sela pintu.
Jae-Hee "apa benar dia itu pamanmu?!" /duduk di dekat kasur.
Yoona "kenapa? Apa paman terlihat masih muda?!" /Menata meja didepan Jae-Hee.
Jae-Hee "benar...hehehehe..." /cengar-cengir.
Yoona "gitu-gitu paman usianya sudah sampai 40 tahun." /menaruh tas.
Jae-Hee "apa! Mustahil..!!!" /bengong dan tidak percaya.
Yoona "ah...Jae-Hee, aku ganti baju dulu sebentar." /mengambil baju dari lemari
Yoona /membuka pintu. "jangan kemana-mana!" /pergi keluar dan menutup kembali pintu kamar.
Jae-Hee "gak akan aku tetep di sini kok!"
Sementara itu di lantai bawah.....
Jung-Sik "paman apa aku boleh istirahat?" /Masuk ke dapur.
Yong-Guk "apa tidak ada pelanggan lagi?!" /meyiapkan dessert.
Jung-Sik "tidak ada tadi pelanggan yang terakhir." /mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi.
Yong-Guk "dari mana kau tau kalo dia adalah pelanggan terakhir kita?!" /berhenti meyiapkan dan melihat Jung-Sik.
Jung-Sik "ayo lah paman, biarkan kami istirahat sebentar, lagian ini pertama kalinya Yoona membawa temannya ke sini, ya..!!" /meyakinkan Yong-Guk dengan senyum.
Yong-Guk "Tapi..." /mikir.
Tak sengaja Jung-Heon juga masuk ke dapur untuk mengambil kain bersih lainya...
Jung-Sik "ah..lagian Jung-Heon juga capek, benarkan Jung-Heon!?" /melihat Jung-Heon dengan memberi isyarat.
Jung-Heon hanya dapat diam di tempat karna tidak dapat berbohong kepada paman dan Jung-Sik.
Yong-Guk "hah..baiklah kalian boleh istirahat, kita akan tutup cafe lebih awal saja." /lanjut meyiapkan dessert.
Jung-Sik "yes, makasih paman." /kembali menuangkan kopi.
Jung-Heon "kalo gitu aku akan siap-siap menutup cafe." /pergi keluar.
Yong-Guk "Jung-Sik, setelah ini bisakah kamu antarkan dessertdan minum ini ke kamar Yoona?!" /akhirnya selesai meyiapkan.
Jung-Sik "baik..." /meminum kopi.
Yong-Guk melepaskan celemek yang ia kenakan untuk membantu Jung-Heon membereskan cafe, sedangkan Jung-Sik setelah satu tegukan, dia mengambil dessert dan akan menggantarkan ke Yoona.