
Jae-Hee "nee...Yoona, kita mau kemana?" /di tengah tangga menuju atap.
Yoona "kemana lagi tentu saja kita akan ke atap sekolah!" /menoleh ke Jae-Hee.
Jae-Hee "tapi pintu atap kan selaku terkunci jadi mustahil bagi kita untuk pergi ke atap." /Bingung.
Saat sampai di depan pintu atap, tentu saja pintu atap dalam kondisi terkunci Yoona mencoba membukanya ternyata tidak bisa.
Jae-Hee "apa ku bilang, lebih baik kita kembali saja ketempat biasa kita makan neee...., Mustahil bagi kita makan di atap." /membujuk Yoona.
Yoona "tidak ada yang mustahil bagi ku selama aku punya kuncinya." /melihat ke Jae-Hee.
Jae-Hee "apa...." /masih gak paham dikira salah mendengar.
Yoona mengeluarkan sebuah kunci dari dalam kantong roknya, menunjukkan ke Jae-Hee sambil senyum dan membuka pintu.
Yoona "sudah, Jae-Hee ayo kita makan." /menarik Jae-Hee.
Jae-Hee masih syok karna tidak percaya kalo Yoona mempunyai kunci pintu atap, saat mereka masuk Yoona kembali menutup pintu dan menguncinya kembali dari luar.
Pemandangan dari atap gedung sekolah memang benar-benar indah, angin sepoi-sepoi, cuaca yang tidak begitu terik, dan terlebih lagi hanya ada mereka berdua saja di sana.
Jae-Hee begitu merasa senang dapat melihat dan merasakan itu semua, ini adalah pengalaman pertama baginya saat di sekolah. Saat Jae-Hee melihat Yoona, Yoona berdiri tepat di dekat pintu menaruh kotak makan siangnya di lantai.
Jae-Hee yona~~" /berbalik ke arah Yoona.
Jae-Hee " eh..., Yoona" /penasaran dengan apa yang ingin Yoona lakukan.
Yoona mulai melepaskan kacamata dan menyimpannya di dalam kantong roknya sambil mengambil sesuatu didalamnya.
Yoona mulai mengikat setengah rambutnya kebelakang, seperti waktu dia bertemu dengan Jae-Hee di cafe. Tapi ada sesuatu yang berbeda dari Yoona.
Yoona kembali mengambil kotak makan siangnya dan berjalan mendekati Jae-Hee, tapi saat Yoona semakin mendekat Jae-Hee mulai melihat mata Yoona semakin jelas.
Yoona memiliki warna mata yang tidak biasa berwarna hijau laut dengan sedikit ke biru, matanya mulai berubah warna di tempat yang terang, dan itu terlihat seperti ada bunga yang mekar di matanya dan Jae-Hee menyadari itu.
Jae-Hee "Yoona....matamu?!" /masih bengong.
Yoona "yah, aku tau kalo mataku memiliki warna yang tidak biasa." /senyum tipis tapi terkesan kalem.
Jae-Hee "tidak bukan itu, matamu sangat indah. Aku sampai bisa melihat bunga mekar di dalamnya." /membalas senyuman Yoona.
Yoona terkejut karna baru pertama kali mendengar komentar itu tentang matanya, dan itu membuat Yoona merasa senang.
Yoona "hah...hihihihi.....Jae-Hee kau benar-benar aneh." /Yoona tertawa lepas.
Jae-Hee ("ini pertama kali aku melihat Yoona tertawa, ternyata Yoona benar-benar cantik mau dia tertawa atau tidak") /cengar-cengir.
Mereka akhirnya pun makan siang bersama di sana dan menikmati cuaca hari itu, entah kenapa rasanya memang benar-benar menyegarkan.
Setelah selesai makan....
Yoona "bagaimana bukankah sangat nyaman di sini dengan cuaca seperti ini?" /bersandar di dinding pembatas.
Jae-Hee "yah, kau benar." /bersandar dengan memejamkan mata dan menikmati suasananya.
Yoona "tapi, aku dari kemarin penasaran dengan pria yang waktu itu dengan mu. Dia siapa?" /melihat Jae-Hee dan masih bersandar.
Jae-Hee /terkejut dan langsung duduk tegak.
"Ah..hahaha itu dia eng..." /menghindar dan mencari alasan.
Yoona "jika tidak mau bercerita tidak apa-apa." /kembali memejamkan mata.
Jae-Hee "maaf....." /hanya melihat Yoona.
Namun Jae-Hee merasa tidak enak hati lagian ada juga yang ingin Jae-Hee tanyakan ke Yoona.
Jae-Hee "sebenarnya dia adalah kakak tertuaku." /menundukkan kepala.
Jae-Hee merasa takut kalo nanti Yoona mulai tertarik dengan Suk-Joo dan berubah seperti yang lainnya.
Jae-Hee "benar...." /mulai meremas tangan.
Yoona "dan seingatku disana dekat dengan rumah sakit universitas Korea." /mulai melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "I-iya..." /Jae-Hee semakin tenggang dengan yang ingin Yoona katakan selanjutnya.
Yoona "oh..ternyata hanya itu, tapi kenapa kau memberitahuku jika kau tidak meinginkannya ." /memegang kepala Jae-Hee.
Jae-Hee "eh...." /masih tidak mengerti.
Yoona "kau terlihat sangat tenggang tadi." /datar.
Ternyata dari awal Yoona sudah memperhatikannya Jae-Hee merasa sangat takut, entah apa yang di takuti ya.
Yoona "sebenarnya apa yang aku takutkan?" /menatap Jae-Hee.
Jae-Hee "a-aku hanya takut kalo..." /mulai menangis.
Jae-Hee "ka-kalo kau akan berubah karna bertemu dengan kakak ku." /menangis seperti anak kecil.
Yoona masih tidak paham kenapa dia berubah jika bertemu dengan kakaknya Jae-Hee.
Yoona "hehehe......apa maksudmu kenapa aku harus berubah jika sudah bertemu dengan kakakmu?" /mengelus kepala Jae-Hee.
Jae-Hee "karna mereka semua seperti itu padaku." /mulai berhenti menangis.
Yoona tidak mengerti dengan maksud Jae-Hee dari kata "mereka" tapi Yoona merasa yakin satu hal jika Jae-Hee hanya dimanfaatkan sebagai penghubung antara temannya untuk mengetahui tentang saudaranya.
Yoona /meangkat wajah Jae-Hee agar bisa melihatnya. "Jae-Hee, aku tidak mengerti dengan *mereka* yang kau maksud. Tapi kau bisa percaya satu hal padaku kalo aku tidak akan seperti *mereka*" /senyum tipis.
Walaupun Jae-Hee merasa ragu tapi Jae-Hee memilih untuk percaya dengan Yoona, karna dia terlihat berbeda dengan yang lainnya.
Jae-Hee "baiklah aku percaya padamu, tapi aku juga penasaran dengan satu hal!" /menghapus air mata.
Yoona "apa?" /melepas tangannya dari wajah Jae-Hee.
Jae-Hee "siapa Pria yang menunggumu kemari di cafe?" /melotot ke Yoona.
Yoona "ah...dia, dia adalah pamanku." /mulai bersandar kembali.
Jae-Hee "apa?! Jadi orang itu pamanmu yang sering buatkan aku bekal?" /kaget.
Yoona "iyap..." /Santai.
Jae-Hee "wah... keren, benar-benar sulit dipercaya." /menggelengkan kepalanya.
Yoona "memangnya kenapa?" /melirik Jae-Hee.
Jae-Hee "aku memang tidak begitu jelas melihatnya tapi, rasanya dia seperti tidak cocok dengan penampilannya yang bisa memasak!"
Yoona "walau dia seperti itu tapi kenyataan nya di memang jago masak." /Yakin.
Jae-Hee "dia paman dari ayahmu atau dari ibumu?" /tertarik.
Yoona "bukan dari keduanya!" /tegas.
Jae-Hee " kalo gitu...." /bingung.
Yoona "dia teman dekat ayahku yang sudah ku anggap sebagai paman." /santai.
Jae-Hee " ahhh...." /baru paham sambil meangguk kepala.
Jae-Hee "tapi beneran loh, kemarin itu dia terus-menerus menatap kami dan sekilas wajahnya terlihat sangar...." /mengigat kejadian itu dan merasa merinding.
Jae-Hee "ah...benar Yoona..." /ingin bertanya lagi.
Tapi bel sekolah sudah berbunyi menandakan pelajaran berikutnya......