
Setelah menutup telpon Jae-Hee merasa lebih baik dan berpikir seperti apa yang ibunya katakan, setelah mengganti pakaian Jae-Hee turun ke dapur untuk membantu meyiapkan makan malam.
Di dapur Han-Joo sedang memasak ramen dan sedangkan Shinwo mempersiapkan peralatan makan di atas meja, setelah makanannya siap Han-Joo ingin menaruh ramen di atas meja saat ingin meletakkan ramen Han-Joo menyadari keberadaan Jae-Hee.
Han-Joo "apa semuanya baik-baik saja?" /meletakkan ramen.
Jae-Hee " semua baik-baik saja kok, terima kasih telah menghawatirkan ku, sekarang aku sudah lebih baik." /berjalan dan duduk di kursi.
Shinwo "syukurlah, gimana kalo kita cepat makan Han-Joo sudah meyiapkan ramen yang pedas untukmu." /ikut duduk di kursi.
Han-Joo "emm....benar sekali sebelum ramen ya mengembang." /mengambilkan ramen buat Jae-Hee.
Setelah selesai makan Jae-Hee langsung kembali ke kamarnya, sedangkan Shinwo dan Han-Joo berjaga sambil nonton menuggu yang lainnya pulang. Thaei semakin larut tak berselang lama akhirnya mereka sudah pulang.
Dojoon "kami pulang...." /melepas sepatu.
Suk-Joo "hhaaaa....aku benar benar capek." Meregangkan leher.
Sejun "aku akan mandi dulu baru makan!" /langsung pergi keatas.
Nam-Soo menguap "akhirnya pulang juga..."
Shinwo "astaga, kasian sekali kalian ini." /menghampiri mereka sambil menggelengkan kepala.
Suk-Joo "yaaaa....jika sudah giliran mu tamatlah riwayatmu." /kesal.
Shinwo "ya ampun, kak wajah mu benar benar lucu." /tertawa kecil.
Suk-Joo "dasar bocah! apa kau mau membuatku marah, pergilah aku sedang capek hari ini jangan main-main!" /berjalan melewati Shinwo dan Han-Joo.
Han-Joo "anu.....kak Nam-Soo apa benar kalo kak akan wamil?"
Nam-Soo "em..." /meangguk kan kepala.
Han-Joo "kak Jae-Hee sudah mengetahuinya."
Nam-Soo "benarkah? dari mana dia tau?" /Panik.
Shinwo "dari kak Dokja." /pergi ke kamar.
Nam-Soo melihat ke arah Han-Joo dan Han-Joo pun meangguk kan kepala, Namsoo jadi semakin panik dan langsung pergi ke kamar Jae-Hee. Saat disana Nam-Soo mengetuk pintu kamar Jae-Hee.
Nam-Soo "Jae-Hee apa kau sudah tidur? Ada sesuatu yang inf6aku bicarakan denganmu!" /Sambil mengetuk pintu.
Tak lama Jae-Hee membukakan pintu kamarnya.
Jae-Hee *kak sudah pulang, apa yang ingin kak katakan?"
Nam-Soo "apa aku boleh masuk dulu?"
Jae-Hee terdiam sebentar dan memperbolehkan Nam-Soo masuk di sana Nam-Soo hanya berdiri dan melihat foto-foto yang tertempel di dinding kamar berjalan mendekati meja belajar Jae-Hee dimana disitu banyak kenangan tentang Nam-Soo yang sering mengajari Jae-Hee.
Nam-Soo "maaf! Maaf karena aku tidak memberitahumu tentang aku akan berangkat wamil." melihat Jae-Hee yang duduk di kasur.
Jae-Hee "Hem...gak papa kok, kata ibu kak pasti ada alasannya kenapa gak langsung ngomong dengan ku." /mealihkan pandangan.
Nam-Soo "yah...apa yang dikatakan ibu ada benarnya juga." /berjalan mendekat.
Jae-Hee "apa!" /melihat Nam-Soo.
Nam-Soo /duduk di samping Jae-Hee "Jae-Hee sebenarnya aku gak tau harus ngomong apa sama kamu, karena entah mengapa rasanya berat, mungkin ini yang di Rakan oleh kak Suk-Joo waktu pergi wamil."
Jae-Hee "setiap kalian akan pergi lama aku hanya merasa sedih, yang biasanya selalu ada sekarang menjadi tidak ada si sisiku itu saja." /cemberut sambil menundukkan kepala.
Nam-Soo seketika terdiam sebentar dan merasa bersalah.
Jae-Hee "apa kak gak bisa tetap di sini?" /melihat Nam-Soo dengan mata berkaca-kaca.
Nam-Soo "maaf itu gak bisa dek, kak mau menyelesaikannya lebih cepat." /menundukkan kepala gak kuat liat Jae-Hee yang mau nagis.
Jae-Hee "aku pasti akan merindukan kalian..." menangis.
Nam-Soo pun langsung memeluk Jae-Hee yang sedang mengais, sepanjang malam di pelukan Nam-Soo hingga Jae-Hee tertidur. Pelukan yang terasa hangat tanggan yang besar yang selalu mengelus kepalanya, bagi Jae-Hee mungkin sementara tidak ada.
keesokan harinya Jae-Hee Bagun lebih awal dari biasanya dengan mata bengkak Jae-Hee langsung turun pergi ke dapur, di sana Jae-Hee melihat Suk-Joo yang sedang memasak Jae-Hee berjalan mendekati kulkas sambil melihat apa yang dimasak Suk-Joo.
Jae-Hee "pagi kak.."/menuju kulkas dan
mencari botol air.
Suk-Joo "pagi...kamu udah Bagun? tumben? Kenapa dengan kedua matamu?" /sambil mengaduk sup.
Jae-Hee "ah...aku habis nangis, ini aku mau kompresi." /meminum air lalu meletakkan botol air yang dingin ke matanya."Apa yang
sedang kakak buat?"
Jae-Hee berhenti mengompres matanya "enggak, jam berapa kak Dokja pulang...?"
Suk-Joo "jam 2 pagi."/meneruskan
mengaduk sup.
Jae-Hee "apa kak Dokja sekarang masih tidur
di kamarnya?"/melihat langit langit rumah karna kamar tidur mereka semua di lantai dua.
Suk-Joo "tidak, dia tidur di sofa sekarang."
/melihat ke sofa depan televisi.
Jae-Hee /kaget kalo ada Dokja di sana,
sedang tidur tengkurap dan berjalan menghampiri Dokja. "kenapa kakak tidur di sini, apa tidak takut kena flu?"/jongkok dan menatap Dokja yang sedang tidur.
Suk-Joo "dia terlalu lelah untuk berjalan ke
kamarnya mangkanya dia tidur disitu." /Sadar memiliki ide. "Ohya, Jae-Hee coba kamu bangunkan Dokja biasanya kan Dokja yang
selalu membangunkan mu.
Jae-Hee /melihat Suk-Joo dan berpikir kalo
semua itu benar. "baiklah untuk kali ini aku akan membangunkan kak Dokja!!!"/merasa bangga.
Suk-Joo pun jadi semakin penasaran bagaimana cara Jae-Hee membangunkan Dokja yang tertidur pulas sehabis minum.
Jae-Hee /mencolek pipi Dokja dan berkata
pelan."kakak....ayo bangun!"/masih
lembut.
Dokja sama sekali tidak bereaksi kebetulan Namsoo juga datang menuju kulkas untuk mengambil minum.
tak lama Nam-Soo juga datang ke dapur.
Namsoo "apa yang sedang Jae-Hee
lakukan?" /Melihat Jae-Hee sambil minum.
Suk-Joo "ssstttt....diam dan lihat lah apa
yang Jae-Hee lakukan untuk membangunkan Dokja."/selesai memasak sup dan melihat Jae-Hee.
Nam-Soo "apa Dokja habis minum?" /melihat Suk-Joo.
Suk-Joo "yah.... ngomong ngomong apa kau sudah bicara dengan Jae-Hee?" /berhenti mengaduk.
Nam-Soo "sudah..." /tersenyum lembut.
Suk-Joo "apa semuanya berjalan lancar?"
Nam-Soo /meangguk kan kepala "semua baik-baik saja."
Suk-Joo "baguslah kalo semuanya baik-baik saja." /senyum melihat Jae-Hee.
di sisi lain Jae-Hee terlihat kesulitan membangunkan Dokja yang terlihat tidur pulas.
Jae-Hee /sudah sedikit kesal karena dari tadi
gak di respon."kakak....ayo cepat bangun!"
/Sambil memukul-mukul punggung Dokja.
Dokja "Ukh...." / Menyembunyikan wajahnya
di bantal.
Jae-Hee "Kakak.....ayo bangun!" /menekan
nekan punggung Dokja.
Dokja "hm....huuuuuhm" /merengek tidak mau bangun.
Tak lama Sejun dan Dojoon juga datang ke dapur, sementara Jae-Hee masih berusaha membangunkan Dojoon.
Sejun "apa yang terjadi di sini?" /heran
melihat Suk-Joo dan Namsoo asik melihat Jae-Hee.