
Shinwo "itu bukan salah ku kak!" /ngotot membela diri.
Han-Joo "bukan aku..." /menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Suk-Joo "jika bukan kalian yang penghuni di rumah ini, lantas siapa yang salah!" /melihat Shinwo dan Han-Joo.
Han-Joo "ta-tapi, yang selalu membeli makan cepat saji itu bukan kita melainkan kak Dokja." /senyum canggung.
Shinwo "itu benar kak, lagian kita tinggal belanja bahan untuk makan malam nanti kan" /bersikap imut.
Suk-Joo "baiklah, aku benar-benar tidak bisa marah terlalu lama kepada kalian, cepat kalian berdua pergi belanja." /menarik napas dan menggosok dahinya.
Shinwo "tapi, kak kita akan makan apa nanti?!" /Bingung.
Suk-Joo "ah..., Benar, tunggu sebentar." /mencari sesuatu
Suk-Joo baru saja menemukan kertas dan pulpen untuk menulis bahan bahan yang akan di beli Shinwo dan Han-Joo, untuk makan malam dan persediaan dua hingga tiga hari kedepan.
Suk-Joo "ini, ambillah." /menyerahkan.
Shinwo "eng...kak Suk-Joo bukankah ini terlalu banyak untuk makan malam?!" /melihat daftar belanjaan.
Han-Joo yang melihat ekspresi Shinwo, dan mulai penasaran Han-Joo pun ikut membaca daftar yang sudah dibuat Suk-Joo, saat melihat nya Han-Joo mulai sadar jika itu bukan hanya bahan untuk makan malam saja, melainkan untuk persediaan beberapa hari kedepan.
Han-Joo "kakak, gimana jika kita hanya beli bahan untuk makan malam hari ini saja?!" /Resah.
Suk-Joo "HAH...APA KAU BILANGAN!!!" /Mulai marah.
Shinwo "ah...tidak ada, kami tidak bilang apa apa" /cengar-cengir.
Akhirnya mereka pergi belanja sesuai dengan perintah Suk-Joo, dan tanpa ada yang terlewatkan. Saat Shinwo dan Han-Joo sedang belanja Sejun baru saja pulang dari pekerjaannya.
Sejun "aku pulang." /melepas sepatu dan masuk begitu saja ke kamar.
Beberapa saat kemudian giliran Dokja yang baru saja kembali dari kampus....
Dokja "aku, pulang....." /melepas sepatu dan naik ke kamar.
Sejun dan Dokja masih belum menyadari jika Suk-Joo berada di rumah saat ini, saat sudah selesai berganti pakaian Sejun lebih dulu pergi ke ruang tengah setelah itu di susul oleh Dokja.
Sejun "woi Shinwo, Han-Joo kenapa kalian diam saja?!" /langsung duduk di sofa.
Dokja masuk keruang tengah dan langsung menyadari jika ada sesuatu yang aneh, Dokja berhenti untuk memastikan siapa yang ada di dapur. Hinggan ia menyadari jika Shinwo dan Han-Joo tidak ada dirumah, melainkan Suk-Joo yang sedang membuat kopi di dapur. Dokja langsung berjalan tegak dan kaku ke sofa dan duduk.
Dokja "em...kak..." /melihat lurus kedepan.
Sejun "apa? Kenapa kau kaku sekali tidak seperti biasanya?!" /sambil main ponsel.
Dokja "sebaiknya kakak, berhenti main ponsel sekarang."
Sejun "kenapa?!" /masih gak peduli.
"Karena, aku ada di sini!!!" Suara dari belakang mereka.
Sejun dan Dokja terkejut hingga ponsel yang dibawa Sejun terjatuh entah sudah sejak kapan Suk-Joo berada di belakang meraka, padahal baru saja Dokja melihat Suk-Joo yang masih ada di dapur sedang membuat kopi beberapa waktu yang lalu.
Sejun "ka-kapan kau kembali?!" /masih syok.
Suk-Joo "kenapa? Apa kalian tidak ingin aku pulang?!" /dingin.
Dokja "ah....bukan kak, kami hanya terkejut saja. Tiba-tiba Kakak ada di rumah, heheh....." / cengar-cengir.
Shinwo "kami pulang...." /Capek.
Han-Joo "kak Suk-Joo kami sudah membelikan semuanya..." /penuh dengan belanjaan.
Shinwo dan Han-Joo langsung masuk ke dalam, namun di sana Shinwo dan Han-Joo melihat kalo Suk-Joo sedang menghukum Sejun dan Dokja untuk berlutut dan meangkat tangan mereka, entah kenapa Shinwo dan Han-Joo merasa bersyukur karena hanya di suruh untuk belanja saja.
Han-Joo "eng...kak Suk-Joo di mana kami harus menaruh bahan bahan ini?" /meangkat belanjaan.
Suk-Joo "kalian bisa taruh itu di atas meja makan!" /masih memperhatikan Sejun dan Dokja.
Sambil meriksa bahan belanjaan, Suk-Joo menyuruh Shinwo dan Han-Joo untuk memperhatikan Sejun dan Dokja yang sedang di hukum, setelah memeriksa Suk-Joo mulai membuat makan malam dan masih membiarkan Sejun dan Dokja di hukum.
Hingga hampir waktu makan malam, Jae-Hee baru saja sampai di rumah sesuai dengan janjinya kepada Suk-Joo.
Jae-Hee "aku pulang..." /masuk menuju kamar.
Beberapa saat kemudian, hingga Jae-Hee pergi ke ruang tengah Sejun dan Dokja masih belum selesai dari hukumannya.
Sejun dan Dokja yang sedang berlutut di depan TV, sedangkan Shinwo dan Han-Joo yang duduk di sofa sambil memperhatikan mereka dengan posisi duduk yang kaku, benar b
Jae-Hee "apa yang terjadi?" /bingung, tidak tahu apa-apa.
Suk-Joo "ah...adek Abang sudah pulang, makan malam sebentar lagi siap kalo adek lapar adek bisa makan cemilan." /senyum seperti biasa.
Jae-Hee "eh..., Gak usah kak, tadi pas di rumah Yoona aku sudah makan kue." /masih bingung dengan situasi saat ini, dan duduk di kursi makan.
Suk-Joo "ah...gitu ya, lagian ini sebentar lagi selesai juga kok." / lanjut makan.
Jae-Hee /melihat ke arah Shinwo dan Han-Joo. "Kak, kalian lagi ngapain sih?!"
Shinwo "mereka sedang di hukum sama kak Suk-Joo." /cemberut.
Jae-Hee "apa?" /masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba mereka di hukum.
Han-Joo "itu karena kak Dokja sering beli makan cepat saji." /Santai.
Dokja "Yaaa...., Ini juga bukan semua salahku." /membela diri.
Jae-Hee "tapi, kenapa kak Sejun juga di hukum?!" /masih gak paham.
Han-Joo "heh...?!" /bingung karena baru sadar kenapa Sejun juga di hukum.
Shinwo "heh..., Benar juga kenapa kakak di hukum." /bingung.
Dokja "itu karna kakak lah yang bertanggung jawab di rumah, selagi kak Suk-Joo gak ada." /menjelaskan.
Sejun hanya bisa menghela nafas panjang saja dan pasrah kenal hukum, ia sadar jika dia sendiri teledor mengawasi adik-adiknya.
Dokja "adek tolong abang, tangan abang capek." /Capek.
Jae-Hee pun merasa kasihan melihatnya dan mulai bertindak agar mereka bisa lepas dari hukum Suk-Joo, Jae-Hee mulai berpikir apa yang harus ia lakukan agar Suk-Joo memaafkan Sejun dan Dokja. Tak butuh waktu lama Jae-Hee pun mendapatkan ide dan berjalan mendekati Suk-Joo.
Jae-Hee "kakak....kak Suk-Joo" /menggoyang-goyangkan lengan Suk-Joo.
Suk-Joo "hentikan itu aku gak bisa masak dengan benar!" /masih kesal namun terkesan lucu.
Jae-Hee "kakak, tidak bisakah kakak mengampuni mereka?!" /membuat ekspresi imut.