
Jae-Hee "Kakak dangingnya gak mau masuk..." /berusaha memasukkan ke gilingan.
Suk-Joo " ya ampun dek, gimana mau masuk kalo dagingnya gak di potong dulu." /heran setelah melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "ah aahh... Kalo gitu harus di potong dulu ya bang." /cengar-cengir.
Suk-Joo akhirnya meyiapkan pisau daging dan tatakan/talenan untuk Jae-Hee agar mudah memotongnya.
Suk-Joo "nah, sekarang kamu bisa potong." /melihat bagaimana caranya Jae-Hee memotong.
Jae-Hee merasa sedikit ragu dan kebingungan karna baru pertama kali memotong daging.
Suk-Joo "ya ampun, seperti ini loh caranya" /memberikan satu contoh ke Jae-Hee.
Namun Jae-Hee lagi-lagi salah melakukan nya hingga Suk-Joo merasa mulai putus asa dan mengambil cara terakhir. Suk-Joo mulai berada di belakang Jae-Hee dan memegang tangannya untuk menuntun Jae-Hee memotong daging.
Suk-Joo "sekarang apa kau melihat garis atau otot daging?" /menunjukkan ke Jae-Hee.
Jae-Hee "iya, aku melihatnya.." /senang karna menemukan apa yang di maksud Suk-Joo.
Suk-Joo "kita harus memotongnya mengikuti garis dangingnya, itu akan membuatmu untuk lebih mudah memotongnya apa kau mengerti." /memotong daging secara perlahan.
Jae-Hee "em... Seperti ini?!" /mencoba memotongnya.
Suk-Joo "bagus seperti itu, kau sepertinya sudah mulai mahir." /melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "benarkah..." /langsung menoleh kebelakang secara tiba-tiba.
Suk-Joo merasa kaget karena Jae-Hee tiba-tiba menoleh kearahnya, wajah mereka sangat dekat bahkan nafas mereka terdengar satu sama lain, dan jantung mereka mulai berdetak kencang wajah Jae-Hee dan Suk-Joo pun memerah.
Suk-Joo ("astaga, kami terlalu dekat, bahkan aku bisa merasakan nafas dan detak jantungnya, apa Jae-Hee juga sama?") /bengong.
Suk-Joo ("tapi, aku mencium sesuatu darinya apa Jae-Hee memakai parfum?") /semakin mendekat.
Jae-Hee hanya terdiam kepalanya terasa kosong di situasi seperti ini.....
Suk-Joo ("kenapa hari ini tercium wangi yang enak dari tubuhnya...") /semakin mendekat ke leher Jae-Hee.
Suk-Joo "Hmmm...."
Suk-Joo mulai mengendus leher Jae-Hee, Jae-Hee merasa kaget karna Suk-Joo tiba-tiba mencium aromanya dan merasa merinding.
Suk-Joo "aroma mu, terasa lembut tapi juga memancing..."
Jae-Hee hanya bisa tersedak karena kaget mendengar ucapan Suk-Joo, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang memasuki ruangan tengah.
Dokja "apa yang sedang kalian lakukan?" /mendekat.
Menyadari Dokja datang Jae-Hee mendorong Suk-Joo dan sedikit menjauh darinya, dan Suk-Joo kembali sadar.
Jae-Hee "ah, kak Dokja ngapain kakak kesini?" /merasa canggung.
Dokja "Cepat selesaikan masakannya sebelum malam semakin larut." / berjalan mendekati dapur.
Suk-Joo ("apa yang barusan tadi aku lakukan, tadi itu hampir saja.") /menyesali apa yang baru saja terjadi.
Dokja "tidak ada hanya ingin melihat adek masak saja." /duduk di kursi makan.
Sejun "apa kalian masih lama?" /Datang dan duduk di sebelah Dokja.
Suk-Joo "kenapa kau juga ikutan datang..." /lanjut membuat bumbu.
Sejun "kenapa apa tidak boleh?" /hanya menatap mereka.
Akhirnya Jae-Hee dan Suk-Joo meyelesaikan makanan untuk bekal besok sudah jadi dengan di temani Sejun dan Dokja.
Suk-Joo "kita tinggal menaruhnya di kulkas, besok pagi tinggal kita hangatkan saja maka sudah jadi." /beres-beres.
Keesokan harinya.....
Jae-Hee sudah berada di dapur dan membantu Suk-Joo meyiapkan sarapan walau pun diantara mereka terasa canggung, namun Suk-Joo dan Jae-Hee berusaha untuk tidak memikirkan kejadian semalam.
Dan saat di sekolah....
Jae-Hee "selamat pagi, Yoona." /hanya melewati Yoona.
Yoona "em..." /hanya memperhatikan Jae-Hee yang bertingkah tidak seperti biasa.
Sepenjang pelajaran Jae-Hee terus melamun, bahkan sampai guru menegurnya sudah beberapa kali namun Jae-Hee masih tetap saja melamun hingga pelajar usai.
Yoona /datang menghampiri Jae-Hee. "Jae-Hee ada apa dengan mu, hari jni kau bertingkah aneh sekali."
Jae-Hee "ah ti-tidak, tidak ada..." /cengar-cengir.
Yoona "apa kau baik-baik saja." /curiga.
Jae-Hee "aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, bagaimana jika kita langsung pergi ke tempat makan siang pasti kakak sudah menuggu kita..." /berdiri dan keluar kelas sambil menggandeng Yoona.
Namaun saat di tengah perjalanan Jae-Hee tiba-tiba berhenti....
Yoona "ada apa?" /ikut berhenti.
Jae-Hee "anu Yoona, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" /Cemas.
Yoona "kau bisa bertanya apa saja padaku." /santai.
Jae-Hee "itu, jika ada pria yang bilang *aromamu terasa lembut tapi juga memancing.* Itu artinya apa?" /merasa canggung.
Yoona "siapa yang bilang seperti itu?" /memastikan sesuatu.
Jae-Hee "ah, itu semalam aku melihat sebuah film romantis dan ada adegan dimana pemeran utama pria bilang seperti itu, aku hanya penasaran dengan apa yang dimaksud..." /cengar-cengir.
Yoona "hmm... Begitunya, yang aku tahu jika pria berkata seperti itu, dia sedang menahan nafsu yang ada di dalam dirinya." /santai dan datar.
Jae-Hee" ah... he hheeee..... I-itu tidak mungkin ka-kau pasti salah kan, ne... Yoona..." /wajah memerah dan merasa malu.
Yoona "apa ada seseorang yang berbicara seperti itu dengan mu?" /mulai mendekat.
Jae-Hee "A-apa yang kau bicarakan, lebih baik kita pergi saja sekarang...." /berjalan cepat.
Yoona ("dia bahkan tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya.") /senyum.
Mereka pun pergi berjalan berdampingan menuju atap.
Jae-Hee ("aahh.... Ada apa dengan ku, itu gak mungkinkan...., Kami itu saudara... Jadi hal seperti itu tidak akan pernah terjadi...") /terus memikirkan itu dengan wajahnya yang merah.
Sesampainya disana Shinwo dan Han-Joo sudah menuggu mereka dan merekapun mulai makan siang bersama seperti biasanya....
Entah sudah berapa lama mereka selalu makan siang bersama dan tak terasa ujian semester sudah dekat dan itu tak lama lagi...
Saat selesai makan siang....
Yoona "apa kalian sudah tau jika ujian semester akan di adakan satu minggu lagi?" /selesai makan.
Han-Joo "tentu saja kami tau! Memangnya ada apa?" /santai.
Shinwo "menurutku ujian semester kali ini tidak ada bedanya dengan hari-hari lainya jika sudah kelas tiga." /terlihat stress.
Jae-Hee "benar, semua terasa sulit. bagaimana ini kakak..." /Panik.
Yoona "kenapa bukankah kau tinggal belajar saja." /datar.
Jae-Hee "memang benar tapi..." /panik.