Desmos

Desmos
Chapter 35



Ibu "Jae-Hee sayang ada apa?" /Ikut sedih.


Jae-Hee "eng, enggak kok Bu aku gak papa?" /Kembali tersenyum dan makan sarapannya. ("Sebenarnya, aku seperti pernah mendengar tentang perusahaan N.I, tapi dimana ya? Hah...., Aku benar-benar lupa.")


Setelah selesai sarapan mereka mengantar kan ibu dan ayah sampai di depan pintu saja, sedangkan Sejun dan Dokja mengantarkan mereka ke bandara. Setelah ayah dan ibu pergi rumah terasanya menjadi sepi namun setelah kak Sejun dan kak Dokja kembali keseharian kami kembali seperti biasa lagi.


Keesokan harinya.......


Seperti biasa di pagi hari mereka semua berkumpul bersama di meja makan, Suk-Joo yang sedang menyiapkan sarapan, Shinwo dan Han-Joo yang sedang nyemil buah sambil menunggu sarapannya jadi, dan Sejun yang sedang membantu Suk-Joo lalu Dokja yang sedang menyiapkan peralatan makan. namun hari ini adalah hari masuk sekolah setelah libur selama satu minggu di ajaran semester baru.


Jae-Hee /baru saja turun dan menghampiri yang lainnya. "Selamat pag~~~i" /duduk di kursi makan.


"Pagi...." Jawab mereka serentak.


Suk-Joo "apa gak ada yang ketinggalan?" /Menghampiri sambil membawa sarapan untuk Jae-Hee.


Jae-Hee "gak ada semua sudah siap."


Sejun "baguslah, jangan sampai kau buat Dokja repot kalo ada barang mu yang ketinggalan." / Duduk di depan Jae-Hee.


"Tenaga aja aku sudah memeriksanya tiga kali." /Pede.


Dokja "benerni~~~h" /terus menatap Jae-Hee sambil tersenyum.


"Bener...., Oh ya kak Suk-Joo bisakah kakak siapkan bekal buat ku." /Ekspresi memohon.


Suk-Joo "haa, kenepa gak bilang sejak kemarin, kalo gini bekalnya seadanya saja gimana?!" /Bingung karna sudah gak ada apa-apa di dapur.


Jae-Hee "iya gak papa kok kak." Biasa.


Pas Jae-Hee lagi mau sarapan Jae-Hee baru lihat jika sarapan kali ini hanyalah sandwich isi ham dan telur.


Jae-Hee "tumben kita sarapan sandwich." /Bingung.


Dokja "karna kita tidak belanja kemarin jadi tidak ada apa-apa di rumah." /Hanya menggelengkan kepala.


Shinwo "kenapa harus lupa kemarin...." /Sambil memasang ekspresi malas lalu menghela napas dan menjilat bibirnya.


Dokja "huuf..., Miris banget ya kita hari ini...." /Pasrah.


Akhirnya mereka pun makan sepotong sandwich itu dengan hati yang berat, setelah sarapan Jae-Hee berangkat ke sekolah seperti biasanya cuaca menjadi sedikit dingin karna sudah mendekati musim gugur saat berjalan melewati pagar sekolah banyak siswa yang sudah memakai syal mereka, dari kejauhan terlihat Yoona yang sedang berjalan di koridor menuju kelas. Jae-Hee yang melihat Yoona dari belakang berlari kecil menghampiri Yoona dengan niatan ingin mengejutkannya.


"Selamat pa~~~gi" /memeluk dari belakang secara tiba-tiba.


"Jae-Hee tolong jangan seperti ini kau mengagetkan ku!" /Melihat Jae-Hee dengan ekspresi datar.


Jae-Hee ("em..., Tapi dia tidak terlihat kaget?!") /Bingung dengan ekspresi Yoona sekarang. "He...., Hehehe...., Maafkan aku." /Cengar-cengir.


Yoona /kembali berjalan. "Sepertinya kau sedang terlihat bahagia, apa liburanmu menyenangkan?!"


Jae-Hee "benarkah! ah, apa aku terlihat seperti itu?!"


"Hem!!" /Tanpa ekspresi.


Jae-Hee "kau tau jika ayah dan ibu ku datang saat liburan jadi kami liburan bersama dan bersenang-senang sepanjang minggu." /Kembali ceria.


"Ceritakan kepadaku lebih detailnya nanti saat makan siang, sekarang kita harus masuk ke kelas dan menuggu guru datang." /Sudah tida di depan kelas.


Yoona "jika terhenti di tengah-tengah cerita pasti tidak akan seru lagi." /Sudah masuk duluan.


"Baiklah, kita akan melakukannya nanti." /Tak sabar untuk menceritakan nya ke Yoona.


Bel berbunyi guru wali kelas Jae-Hee pun masuk ke kelas tapi dia tidak sendiri di belakangnya ada seorang siswa laki-laki yang terlihat asing, di saat itu seisi kelas menjadi bingung banyak diantara mereka yang berbicara dengan teman di sebelahnya dan bertanya "siapa dia?" Dan tidak satupun dari mereka yang tau, Pak guru Lee mulai berdiri di depan papan tulis.


Pak guru "baiklah semuanya tolong tenaga!" /Menepuk tangan.


Kelas yang tadinya bising mulai tenang setelah pak Lee berbicara.


"Mulai hari ini dia akan bergabung dengan kita, dia pindah ke sini karena urusan pekerjaan orang tuanya, jadi bapak harap kalian bisa membantu dia di sekolah barunya. Sekarang tolong perkenalkan dirimu pada yang lainya." /Terus memperhatikan.


"Em....., Na-namaku Oh Jun-Yeon" /gugup.


Oh Jun-Yeon


Gender: pria


Tinggi: 165 cm & Berat: 50kg


Hobi: melukis


Jun-Yeon memiliki rambut berwarna coklat bergelombang, dengan mata bulat besar serta memiliki bulu mata dan alis yang terlihat panjang, Jun-Yeon terlihat sangat imut layaknya perempuan dia juga memiliki tangan, kaki, dan pinggulnya terlihat kecil dan langsing. Tubuhnya benar-benar terlihat seperti perempuan, Jun-Yeon sangat lemah dalam bidang olahraga namun dia memiliki bakat dalam menggambar dia juga tidak pandai bersosialisasi dan memilih untuk sendiri.


"Apa hanya itu?!" /Melihat Jun-Yeon.


Jun-Yeon hanya meanggukkan kepala tanpa menatap pak Lee.


"Oke! Terimakasih, sekarang kau bisa duduk di kursi kosong belakang." /Melihat bagian belakang kelas.


Jun-Yeon pun berjalan menuju bangkunya, dan pelajaran pun di mulai. setelah pelajaran selesai dan waktunya istirahat Jun-Yeon masih terlihat duduk di bangkunya dan dia terlihat seperti sedang menulis sesuatu entah itu apa, perlahan tapi pasti banyak murid yang mengelilinginya dan memberinya bagitu banyak pertanyaan. Namun hanya Jae-Hee dan Yoona saja yang begitu peduli, Jae-Hee dan Yoona mulai meniggalkan kelas untuk makan siang bersama di tempat biasanya ditambah lagi dengan semangat Jae-Hee yang tidak sabar ingin bercerita tentang hari liburnya selama satu minggu ini.


"Yoona aku yakin kau akan terkejut kemana saja aku selama satu minggu ini." /Berjalan di koridor.


"Benarkah, kalo begini aku jadi semakin tidak sabar mendengarnya." /Sedikit tersenyum.


"Iyakan, kalo gitu gimana jika kita lomba siapa yang paling cepat sampai di atap dia yang menang?!" /Sangat antusias.


"Sepertinya aku tidak bisa, karna itu melanggar aturan sekolah." /Tegas.


"Aaaah...., Yoona seperti biasa kau tidak bisa diajak bersenang-senang." /Cemberut.


"Bukanya tidak bisa, tapi itu memang aturannya." /Datar.


Sesampainya di depan pintu atap, di sana tidak ada siapapun kecuali Jae-Hee dan Yoona.


Jae-Hee "em......, Aneh dimana kak Shinwo dan kak Han-Joo?" /Setiba di sana.


"Apa kau ingin kita keluar dulu?" /Mengeluarkan kunci.


Jae-Hee "Bisakah kita tunggu di sini sebentar, Yoona?!"


"Baiklah, kita akan tunggu kakakmu sebentar lagi." /Menyimpan kembali kunci atap dan bersandar di tembok.