
Dokja "pakailah pakaian yang tebal, cuaca hari ini cukup dingin." /Mengenakan mantel.
Jae-Hee "kakak! Bagaimana menurutmu." /Berputar di depan Dokja dan Han-Joo.
Jae-Hee yang memakai sweater rajut berwarna putih dan blazers panjang berwarna coklat dengan memakai celana panjang, dan membuat Jae-Hee terlihat lebih imut dan cantik saat rambutnya terurai. hingga sempat membuat Dokja dan Han-Joo tersipu untuk beberapa saat.
Jae-Hee "kakak! Bagaiman menurut kalian?!" /Melihat mereka dengan polos.
Dokja "a-ah, bagus!" /Melihat Jae-Hee, walaupun wajahnya memerah.
Han-Joo "em...." /Memalingkan wajahnya yang memerah.
Jae-Hee "kalo gitu, ayo kita berangkat!" /Merasa senang dan bersemangat.
Mereka pun akhirnya pergi keluar untuk bersenang-senang......
Han-Joo "apa perlu kita jalan kaki....." /Berjalan ke halte.
Dokja "tentu saja, jika ku tidak mau maka pulanglah selagi masih dekat rumah." /Masih enggan Han-Joo ikut.
Han-Joo "aku hanya tanya! Kenapa kakak terlihat kesal sekali!" /Ikut kesal melihat Dokja kesal.
Dokja "aku hanya menyarankan, kenapa kau jadi marah sendiri!" /Makin ngotot.
Jae-Hee yang sedang berada di antara mereka di tambah lagi mereka yang terus berdebat itu, membuat Jae-Hee merasa penat di sepanjang jalan menuju halte.
Jae-Hee ("huuft! pasti mereka tidak akan bisa tenaga.")
Benar saja sesampainya di halte mereka masih saja berdebat, dan saat itulah Jae-Hee merasa di batas kesabarannya.
Jae-Hee "jika kalian masih seperti ini lebih baik aku pulang saja!" /Kesal.
Dokja "nah lihat! Adek marah gara-gara kau tuh." /Masih kesal sama Han-Joo.
Han-Joo "apa! Wah, adek marah itu gara-gara situ yah!" /Ngotot membela diri.
Dokja "apa! Wah, ini anak minta di hajar kayaknya!!" /Mulai menyingsing lengan bajunya.
Han-Joo "ayo! Siapa takut!" /Balik nantang.
Dokja "APA!!!" /kaget karena Han-Joo berani dengan nya.
Saat mereka ingin berkelahi, Jae-Hee sudah pasrah dan tidak tahu harus gimana. Jae-Hee pun perlahan berjalan mundur dan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan.
Jae-Hee "kakak! Aku pulang dulu..." /Berbalik dan berjalan pulang.
Saat mendengar itu Dokja dan Han-Joo berhenti berkelahi dan melihat ke arah Jae-Hee yang ingin berjalan pergi.
Dokja "aaaah, dek tunggu bentar dulu!" /Sadar jika Jae-Hee ingin pergi.
Jae-Hee "gak papa, kakak lanjut aja berantemnya! Aku akan pulang dulu." /Lanjut jalan.
Dokja "enggak! Kami gak akan berantem lagi nah, iyakan Han-Joo." /Melihat Han-Joo.
Han-Joo "em!!!!" /Senyum ke Jae-Hee.
Jae-Hee "benar!!" /Melihat tajam mereka berdua.
"Iyah!" /Jawab serentak.
Jae-Hee "ya udah, kita lanjut jalan-jalannya. Bukankah begini jauh lebih baik." /Mendekat dan tersenyum.
Setelah itu pun mereka tidak lagi berdebat dan bertengkar.....
Jae-Hee "Kakak, aku akan beli minum dulu di sana." /Menunjuk mesin minum otomatis yang tak jauh dari mereka.
Dokja "oh, baiklah! belikan untukku juga!" /meanggukkan kepala.
Han-Joo "ah, dek biar aku aja yang beli!" /Mengikuti Jae-Hee.
Saat Jae-Hee sedang membeli minuman untuknya dan untuk mereka sambil menunggu bus datang, di saat-saat seperti inilah pasti ada aja yang memperhatikan atau melihat Dokja dan Han-Joo dari kejauhan. Bahkan ada yang memberanikan diri untuk mendekati mereka dan meminta nomer seluler atau mengajak berkenalan, Jae-Hee yang melihat itu hanya bisa memasang ekspresi datar karena sudah terbiasa dengan ini.
.....
Jae-Hee "apa itu tadi?!" /Baru saja datang setelah seorang gadis pergi meniggalkan Dokja dan Han-Joo.
Dokja "ah, tadi! tidak ada! Hanya ingin kenalan saja." /melihat Jae-Hee.
Jae-Hee "apa kakak memberikan alamat seluler kakak?!" /Melihat dokja.
Dokja "tentu saja tidak akan!" /Tersenyum.
Jae-Hee "kenapa? Apa kakak sudah punya pacar?!" /Memerahkan minumannya.
Dokja "tentu saja belum! Dan kayaknya enggak akan punya." /Membuka minuman.
Jae-Hee "kenapa?!" /Menyerahkan minum ke Han-Joo.
Dokja " karna, gak akan ada harapan punya pacarku kalo ada adek kaya kamu." /Mengelus kepala Jae-Hee sambil tersenyum manis.
Jae-Hee "kakak, jangan bercanda!" /Merasa malu tapi mau.
Setelah Dokja mengelus kepala Jae-Hee, Han-Joo pun juga ikut-ikutan mengelus kepala Jae-Hee sambil tersenyum. Saat mereka sedang minum, tiba-tiba ada seorang gadis yang datang menghampiri mereka sambil membawa minuman, dan menyerahkannya ke Dokja dengan malu-malu. Dokja, Han-Joo dan Jae-Hee yang ada di sana pun hanya bengong melihat itu.
.....
Dokja "em...., Ini.." /bingung.
"I-itu! Ini untukmu!" /kata gadis itu dengan gugup.
Dokja "a-aaaah, makasih!" /Mengambil secara perlahan.
"Ya!!!" /Jawab gadis itu dan masih berdiri di depan Dokja.
Untuk beberapa menit mereka semua berdiam berdiri di sana tanpa bergerak sama sekali, sedangkan Han-Joo dan Jae-Hee hanya saling bertatapan satu sama lain karena suasana mulai menjadi canggung.
Dokja "itu, apa ada yang lainnya lagi?!" /Melihat Gadis yang berada di depannya.
"Bisakah kau mengelus kepalaku juga..." / Menunduk dan melihat ke sana kemari karena malu.
Dokja "apa!" /Kaget mendengar apa yang di katakan gadis itu.
begitu juga dengan Han-Joo dan Jae-Hee yang berada di samping Dokja, Han-Joo dan Jae-Hee yang sedang minum itu sampai di buat tersedak karena perkataan gadis itu.
.....
"Ah, itu tadi aku tidak sengaja melihat dia memberikanmu minuman, dan kau mengelus kepalanya....." /Melihat Jae-Hee dengan malu-malu. "Jadi, aku pikir jika aku memberikanmu minum kau juga akan mengelus kepalaku." /Melihat Dokja dengan malu.
Saat mendengar itu Han-Joo dan Jae-Hee mulai menahan tawanya agar gadis itu tidak tersinggung dan malu, tapi yang paling mengenes kan adalah Dokja yang tepat berada di depannya. Dia terlihat bingung dan syok harus berkata apa pada gadis itu.
......
Jae-Hee "ka-kakak! A-apa yang kakak tunggu, di-dia sedang menunggumu, pufft..." /Menahan tawa.
Han-Joo "kak Dokja, apa yang dikatakan Jae-Hee benar...puuft!" /Berusaha menahan tawa.
Dokja "yaaaa, kalian diam lah!" /Melihat Han-Joo dan Jae-Hee.
Saat Jae-Hee bilang "oppa" gadis itu sempet terlihat terkejut dan melihat ke arah Jae-Hee yang sedang menahan tawa.
......
*(Di Korea 'oppa' memiliki dua arti ya gusy, Sebenarnya 'oppa' merupakan panggilan dari perempuan pada kakak laki-laki yang lebih tua darinya. Namun, kata ini mengalami pergeseran makna sehingga menjadi panggilan sayang dari perempuan pada laki-laki yang sedang dekat dengannya atau bisa dibilang kekasihnya.)
^^^to be continued....^^^