Desmos

Desmos
Chapter 11



Shinwo "ah...benar kakak selalu melakukan itu padamu." /baru ingat.


"Ah...sepertinya aku ingin makan yang ini." /mengambil cookies coklat.


Shinwo baru tersadar jika mereka sedang belanja di mini market.


Shinwo "baiklah, sini berikan padaku biar aku masukkan di keranjang." /melepas genggaman tangannya.


Jae-Hee "eh...anu kak bisa tidak untuk sementara kita gandengan aku jadi kangen sama kak Nam-Soo dan suka kak Dojoon." /ragu.


Shinwo "tentu saja, baiklah kalo gitu ayo kita beli yang lainnya juga." /menatap Jae-Hee dengan senyum.


Mereka terus bergandengan hingga di kasir dan keluar dari mini market kebetulan saat ingin pulang mereka bertemu dengan Dokja yang baru saja pulang dari kampus.


Dokja "Shinwo, Jae-Hee apa yang sedang kalian bawa? Kalian habis dari mana?" /melihat mereka berdua dan tersadar jika Shinwo menggenggam tangan Jae-Hee.


Jae-Hee "ah...kakak, kami baru saja belanja, kak sendiri tumben pulang jam segini?" /Jaket tiba-tiba Dokja muncul.


Dokja "oh...itu pelajar selanjutnya dibatalkan, jadi aku langsung pulang."


Jae-Hee "benarkah."


Shinwo "Kakak gak bolos kan!" /curiga.


Dokja "gini-gini aku itu gak pernah bolos tau!" /mulai kesal.


Jae-Hee " aaaah... sudah-sudah gimana kalo kita pulang bareng aja." /sudah terbiasa.


Dokja "Jae-Hee, sini biar Kakak saja yang bawakan belanjaannya." /mengambil kantung plastik yang dipegang Jae-Hee.


Dokja pun ikut menggenggam tangan Jae-Hee, dan berjalan bersama pulang ke rumah.


Keesokan harinya.....


Jae-Hee berangkat ke sekolah lebih awal dari biasanya, saat masuk ke kelas Jae-Hee tidak melihat Yoona disana.


Tapi Min-dong dan Hyeon sudah ada di dalam kelas. Mereka bertingkah seperti biasanya seolah tidak terjadi apa-apa, tak lama Jae-Hee melihat Yoona masuk kelas.


Jae-Hee "pagi.." /melambai.


Yoona "hm...pagi" /hanya menundukkan kepala dan tetap datar seperti biasa.


Semua benar-benar berjalan Lanjar hingga kelas berakhir....


Jae-Hee menghampiri Yoona.....


Jae-Hee "Yoona apa kau ingin makan siang bersama?" /berdiri di samping Yoona.


Yoona "baiklah.." /datar.


Jae-Hee "ah...aku akan membeli beberapa roti untuk mu dam untuk ku, Yoona apa kau ingin makan sesuatu? "/semangat.


Yoona "tidak perlu aku sudah membawa bekal ku sendiri." /mengeluarkan bekal dari tas.


Jae-Hee "benarkah, kalo gitu kau tunggu aku di sini, aku akan membeli makan siang ku aku akan segera kembali..." /hendak pergi.


Yoona langsung memegang pergelangan tangan Jae-Hee.


Yoona "ayo kita pergi bersama aku tau tempat yang bagus." /berjalan mendahului Jae-Hee.


Jae-Hee pun senang mengikuti Yoona dan berjalan di sampingnya, saat sampai di kan tin Yoona hanya menunggu Jae-Hee membeli makan siang sendiri, setelah selesai membeli mereka segera pergi ke tempat yang Yoona bilang.


Jae-Hee "Yoona apa kau yakin kita akan makan disini?!" /merasa tidak nyaman.


Yoona "tentu saja." /langsung masuk ke semak-semak.


Jae-Hee "eh...Yoona tunggu aku..!" /mengikuti Yoona.


Tempat yang Yoona maksud itu ada di belakang gudang penyimpanan alat olahraga.


di samping depan gudang terdapat semak-semak yang menutupi jalan menuju belakang gudang, sedangkan dibelakang terdapat satu pohon yang terlihat tua dengan begitu rimbun.


Tak disangka ternyata disana cukup luas dari yang di dilihat. Itu seperti tempat persembunyian yang sempurna jika ingin menjauh dari kebisingan, karna di sini hanya terdengar suara angin dan sejuknya udara.


Yoona "kita sudah sampai." /langsung duduk dan bersandar di dinding.


Yoona "cepat duduk dan makan lah makanan mu Danti waktu istirahat bisa habis" /mengeluarkan ponsel.


Jae-Hee /duduk disebelah Yoona. "apa yang sedang kau lakukan?" /melihat Yoona.


Yoona "sedang memasang alarm." /Memencet ponsel.


Jae-Hee "he...buat apa? bukankah bel akan berbunyi?!" /Membuka plastik roti.


Yoona "kau benar tapi....kalo di sini kita tidak akan mendengar nya" /menaruh ponsel dan membuka kotak makan siang.


Jae-Hee /makan. "Ah...benar juga kita sedikit jauh dari gedung tempat kelas kita berada."


Yoona "Jae-Hee apa yang sedang kau makan?" /melihat makanan Jae-Hee.


Jae-Hee "ah...ini roti isi telur." /mengamati.


Yoona "enak?" /memperhatikan.


Jae-Hee "eng...menurutku ini lumayan enak, mau coba?" / meulurkan ke Yoona.


Yoona "tidak, tidak terimakasih." /lanjut makan.


Jae-Hee "isi kotak bekal mu terlihat enak, apa kau membuatnya sendiri?" /mengamati.


Yoona "tidak! Pamanku yang menyiapkannya." /datar.


Jae-Hee "he...Yoona apa kau tinggal bersama pamanmu?"


Yoona hanya meangguk kan kepala.


Jae-Hee "apa kau tidak tinggal bersama orangtuamu?"


Yoona langsung berhenti makan saat mendengar pertanyaan Jae-Hee.


Jae-Hee "aahh....jika kau gak mau kasih tau gak papa kok." /merasa tidak enak.


Yoona "ibuku....sudah tidak ada." /melihat kearah Jae-Hee.


Jae-Hee "apa!...maaf aku tidak tau." /bersalah.


Yoona "tidak apa-apa, lagian ini juga bukan salahmu." /lanjut makan.


Jae-Hee "kalo aku, aku dari kecil sudah terus bersama kakak-kakakku orang tua kami selalu sibuk akan pekerjaan nya, jadi mereka jarang ada di rumah. Sesaat aku menginjak SD ayah dan ibuku pulang setiap bulannya, tapi sekarang mereka jarang pulang." /mengingat masa lalu.


Yoona "ibuku meninggal karna ku...." /merasa impas kalo menceritakan masa lalu juga.


Jae-Hee "apa...!" /bengong.


Yoona "dulu ibuku Adah seorang artis pendatang baru yang tidak begitu terkenal, dia sangat frustasi dengan karirnya hingga suatu malam dia pergi ke bar." /melihat ke atas pohon.


Yoona "disitulah dia bertemu dengan ayahku...., Ibuku lah yang pertama merayu ayahku yang sedang mabuk, hingga mereka melakukan kesalahan besar." /Datar.


Yoona "setelah tiga bulan lamanya, ibu tetap tidak menyadari keberadaan ku hingga ia jatuh sakit, ia mencoba memeriksakan dirinya ke rumah sakit saat itulah ibu baru menyadari keberadaan ku."


Jae-Hee "apa ayahmu mengetahui nya?" /Mulai penasaran.


Yoona "tidak." /Menggelengkan kepala. "sejak saat itu ingatan ayah samar-samar, dia hanya mengigat kalo dia pernah tidur bersama seorang wanita. Ayahku terus mencari ibuku tanpa sebuah petunjuk dan itu membuat pencarian semakin sulit." /melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "ahh...aku mengerti maksudnya." /paham akan situasinya saat itu.


Yoona "ibuku mulai putus asa, dunianya berakhir karna adanya aku di baru saja mulai karirnya yang akan memuncak, ibuku tidak tau harus bagaimana hingga saat usiaku empat bulan ayahku baru menemukan ibuku."


Jae-Hee "apakah ini seperti yang ada di drama? Dimana semuanya berakhir dengan lancar!" /menantikan kelanjutannya.


Yoona "maaf telah mengecewakan mu, tapi ceritanya tidak begitu." /sedikit tidak enak.


Jae-Hee "ah...., Tidak apa-apa lagian ini tentang mu, maaf aku seenaknya saja menebaknya." /baru sadar.


Yoona "tak apa!"


Jae-Hee "silahkan lanjutkan bagai mana kelanjutannya." /berusaha mendengarkan lagi.