Desmos

Desmos
Chapter 15



Dokja Langsung pergi ruang tengah dan meletakkan makanan di atas meja begitu juga dengan tas dan jaketnya yang dia taruh di sofa, Dokja melihat Shinwo Jae-Hee dan, Han-Joo masih tengah tertidur pulas.


Dokja "pantes sepi ternyata penghuninya lagi tidur...." /berjalan mendekat.


Dokja "woi kalian bangun sudah sore." /berdiri di samping Han-Joo.


Mereka sama sekali tidak bergeming saat Dokja bangunkan dan masih tidur, Dokja pikir jika dia melakukan sesuatu mereka tidak akan sadar, dan Dokja mendapatkan sebuah ide dan mengambil sepidol di dalam tas.


Dokja "hihihih....maaf Shinwo." /mulai menyoret muka Shinwo.


Setelah menyoret muka Shinwo, Dokja juga akan menyoret muka Han-Joo.


Dokja "maaf Han-Joo, tapi aku juga akan menggambar di wajahmu. terimakasih karna sudah selalu menahan Shinwo kalo sedang marah." /mulai menyoret wajah Han-Joo.


Setelah selesai menyoret, Dokja melewati Han-Joo dan Jae-Hee untuk menyoret muka Jae-Hee juga. Jae-Hee yang sedang tidur menghadap Shinwo, Dokja mencoba hanya ingin mencoba membalikkan badannya.


Dokja "maaf ya dek..." /dengan pelan-pelan.


Dokja "ya, ampun kenapa kau berkeringat sekali apa cuacanya sepanas itu?" /membalik Jae-Hee dengan pelan.


Sesudah membalik Jae-Hee, baju Jae-Hee sedikit terangkat hingga terlihat perutnya, bajunya yang basah membuat pakaian dalamnya terlihat.


Dokja melihat Jae-Hee sambil bengong, Dokja mengalihkan pandangannya beberapa kali tapi masih tertuju ke Jae-Hee.


Dokja "tahan...tahan....dia itu adek mu!!" /Mengaruk belakang leher dan sambil menggigit bibir bawahnya.


Tapi karna di sana semuanya sedang tidur Dokja merasa semua akan baik-baik saja jika tidak ada yang melihatnya.


Dokja mulai mendekati Jae-Hee, dia terus menerus menelan ludahnya dengan nafasnya yang semakin panas. Cuaca panas saat itu membuat pikiran Dokja merasa kosong.


Dokja "ternyata memang hari ini sangat panas..." /dengan tatapan sayup yang terus menatap Jae-Hee.


Tapi saat bibir mereka hampir bertemu, Dokja berhenti dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Dokja "apa yang sebenarnya aku pikirkan. Jika aku benar benar melakukannya, maka Jae-Hee akan membenciku." /sambil menatap wajahnya sendiri di cermin.


Tidak ingin membuang waktu Dokja membangunkan mereka dengan percikan air, dan bertingkah seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.


Dokja "oi.... Ayo bangun ini sudah sore loh.." /mencipratkan air.


Mereka mulai bereaksi dan perlahan bangun....


Han-Joo "ung...kak Dokja selamat datang." /menguap.


Shinwo "oi...b**ng**k hentikan ini aku jadi basah." /menggosok wajahnya.


Dokja "aku akan berhenti jika kalian bangun." /berhenti.


Jae-Hee "em...kakak udah pulang, selamat datang." /mengosok mata.


Dokja "sekarang cepat kalian mandi atau ganti baju, coba lihat baju kalian basah." /mealihkan pandangan.


Jae-Hee "aku ingin mandi lebih dulu." /berdiri dan pergi.


Shiwon "oh...baiklah, kami akan akan menuggu." /melihat Jae-Hee berjalan pergi.


Dokja "ngomong-ngomong kenapa di sini panas sekali?!" /megipas-kipaskan baju.


Han-Joo "oh...itu AC kita lagi rusak." /melihat AC.


Dokja "APA!!!!" /kaget dan melihat AC.


Keesokan harinya Sejun memperbaiki AC yang rusak dan itu membutuhkan waktu seharian, dan hari Senin pas di sekolah....


Jae-Hee "selamat pagi, Yoona!" /Berdiri didepan Yoona.


Yoona "pagi." /tanpa melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "oh ya, apa kemarin lusa kita ketemu?" /masih tidak percaya.


Yoona "iya..." /baru melihat Jae-Hee.


Yoona "di cafe dekat rumah sakit universitas Korea! Kamu pakai dress hitam putih lengan panjang! Dan kamu bersama seorang pria yang berusia sekitar 20 tahun ke atas!" /Cepat.


Jae-Hee "jadi bener itu kau....., Tapi ke-kenapa penampilannya berbeda." /masih kaget.


Yoona "ini aku saat sekolah dan yang kemarin aku saat di luar sekolah." /seperti biasa datar.


Jae-Hee "mana bisa gitu!" /sedih karna gak bisa lihat Yoona yang sebelumnya.


Jae-Hee"padahal kau sangat cantik...." /merasa sedikit sedih.


Yoona " bukankah aku sudah bilang kalo aku mirip dengan ibuku."


Jae-Hee "aku gak tau kalo yang dimaksud itu menampilkan mu saat kita ketemu di cafe, tau." /merasa kesal.


Yoona "menurutku sama aja." /mealihkan pandangan.


Jae-Hee "engak sama..." /ngotot dan sedih.


Yoona "yang penting ini membuatku nyaman." /gak peduli.


Jae-Hee /tersadar sesuatu. "ngomong ngomong aku tidak sadar kalo kamu punya begitu banyak tindik!!" /melihat kanan dan kiri telinga Yoona.


Yoona "itu karena terhalang rambutku." /yakin dan pede.


Jae-Hee "kalo itu aku juga tahu." /datar.


Belum selesai Jae-Hee berbicara, guru sudah masuk ke kelas dan Jae-Hee langsung pergi ke tempat duduknya.


Bell sekolah waktu istirahat....


Jae-Hee "Yoona ayo kita pergi makan siang." /tiba di tempat Yoona.


Yoona "Jae-Hee?" /menatap Jae-Hee.


Jae-Hee "apa?" /penasaran.


Yoona "ayo kita makan di tempat lain." /datar.


Jae-Hee "heh...., Kenapa? Apa kau tau tempat bagus lainnya?" /bingung.


Yoona "aku tau tempat yang bagus buat cuaca seperti ini." /yakin.


Jae-Hee "em...benar juga ya...." /melihat kearah jendela luar.


Jae-Hee ("beberapa hari yang lalu cuacanya memang panas. Tapi, akhir-akhir ini memang terasa sejuk.")


Yoona "Jae-Hee, ayo ikut aku." /setelah mengambil kotak makan siang.


Jae-Hee "eh, em...." /meangguk kepala dan senyum.


Yoona terus berjalan di lorong sekolah menuju tangga, setelah mendekati tangga Yoona berjalan menaiki tangga. Jae-Hee menyadari sesuatu jika dia terus menaiki tangga untuk sampai di lantai dua dia mungkin akan bertemu dengan Han-Joo.


Jae-Hee "tu-tunggu sebentar, Yoona." /berhenti di pertengahan.


Yoona "ada apa Jae-Hee?" /menoleh kebelakang.


Jae-Hee "i-itu bukankah lebih baik kita makan ditempat seperti biasa disana pasti udaranya lebih sejuk karna di bawah pohon." /cengar-cengir.


Yoona /berjalan mendekati Jae-Hee yang tertinggal beberapa langkah darinya, dan menggandeng tangan Jae-Hee.


Yoona "tidak apa-apa semua akan baik-baik saja, aku hanya ingin memperlihatkan sesuatu yang baru kepadamu." /tersenyum lembut.


Jae-Hee terkejut karna melihat senyuman Yoona, dan entah kenapa rasa khawatirnya perlahan mulai menghilang. Jae-Hee merasa sudah lega dan percaya kepada Yoona jika semuanya akan baik-baik saja.


Yona terus mengandeng tangan Jae-Hee hingga lantai 3, dan dalam perjalanan Jae-Hee tidak bertemu dengan Han-Joo maupun dengan Shinwo.


Tapi Yoona masih saja terus berjalan menaiki tangga yang menuju atap, padahal atap sekolah selalu terkunci dan tidak ada yang boleh ke atap sekolah kecuali untuk membersihkannya.