
Jae-Hee merasa terkejut mendengar suara yang sangat familiar, suara yang lembut dan hangat yang selalu menyambut nya pulang sewaktu kecil, Jae-Hee meangkat kepalanya dan melihat ke arah asal suara.
Jae-Hee "mama...." /mata berkaca kaca dan muai pecah dengan perasaan rindu yang di pendam selama beberapa tahun.
Ibu "ya ampun, kenapa kau berdiri diam saja disana kemarilah." /merentangkan kedua tangan.
Jae-Hee pun langsung berlari tanpa melepas sepatunya terlebih dahulu, dan memeluk ibunya sangat erat dengan berlinang air mata.
Ibu "Jae-Hee apa kau baik-baik saja?" /mengusap kepalanya.
Jae-Hee "em, a-aku ba-baik-baik, saja...." /menangis sejadinya.
Ibu "apa aku menepati janji mu pada ibu, jika kau akan selalu menuruti perkataan kakak-kakak mu." /mendekap Jae-Hee dengan lembut.
Jae-Hee "aku selalu menuruti kata mereka Bu..."
Ibu "terimakasih anakku, kau sudah menepati janjimu padaku... Kau pasti sangat merindukan ibu selama ini.....anakku pasti sangat kesulitan..... terimakasih karena sudah mengerti ibu ini yang kekanak-kanakan." /mengelus kepala Jae-Hee.
Jae-Hee "iya...." /Menangis tanpa henti.
Di sana Jae-Hee melepas rindu bersama dengan ayah nya di ruang tengah hingga semua berkumpul disana dan saling bercerita satu sama lain, tak ke tinggal Jae-Hee juga menceritakan tentang dia yang mendapatkan seorang teman ke ayah dan ibunya semalaman.
Keesokan harinya saat sedang sarapan....
Ibu "ngomong-ngomong bagaimana dengan rencana liburan kalian?" /membantu kak Suk-Joo menyiapkan makanan.
"Eh?" /mereka semua menjawab bersamaan kecuali ayah.
Han-Joo "kalo aku , aku akan bermain game di rumah saja bersama kak Sejun." /melihat Sejun.
Sejun "hari ini akan ada game baru yang ingin kami coba." /mealihkan pandangan.
Ibu "lalu, bagaimana denganmu Dokja?" /melihat Dokja.
Dokja "a-aku akan menemani Jae-Hee bermain." /senyum canggung.
Ibu "ya ampun kau itu masih saja sama sejak kecil tidak pernah berubah sama sekali." /menggelengkan kepalanya sambil di pegang.
Jae-Hee "ibu, apakah ibu punya rencana?"
Ibu "benar apakah kau memiliki rencana, sayang?" /senang.
Jae-Hee "em, sebenarnya aku ingin mengunjungi kak Nam-Soo dan kak Dojoon."
Dokja "Jae-Hee, apakah kau merindukan mereka?" /terharu.
"Yah, sudah lama rasanya tidak bertemu dengan kak Nam-Soo dan kak Dojoon. Aku juga ingin menceritakan kalo aku bisa belajar sendiri." /merasa hati yang meluap tak sabar ingin segera bertemu.
Ibu "lalu apa yang ingin kau lakuka Shinwo?" /Senyum.
Shinwo "ada pelajaran tambahan yang harus aku ikuti." /malas karna ingin istirahat.
Ibu "Suk-Joo apa hari ini kau juga banyak pasien." /menengok ke Suk-Joo.
Suk-Joo "ha... Aku bisa ijin jika ibu mau ha ha ha...." /mengerti maksud ibu jika harus meluangkan waktu jika dia pulang.
Ibu "karena kalian tidak ada rencana ayah dan ibu telah memesan tempat untuk makan malam." /senang.
Shinwo "ibu, aku harus belajar!"
Ibu "bukankah kau bisa melewatkannya hanya hari ini!! Lagian kita kan jarang bertemu." /senyum yang menyeramkan.
Shinwo "tapi Bu..." /merasa sayang.
Ibu "ya ampun, sayang lihat anak kita dia begitu tega dengan ku padahal kita baru saja pulang setelah sekian lama..." /berusaha meneteskan air mata.
Shinwo "baiklah-baiklah aku ikut." /menyerah juga.
Ibu "baiklah habis ini kalian siap-siap pergi keluar." /mencuci tangan dan pergi ke kamar.
Ayah "kalo gitu ayah juga harus siap-siap." / menyusul ibu.
Shinwo "tapi, kita akan liburan kemana?" /baru ingat.
Dokja "ah, benar juga ibu hanya bilang kalo sudah memesan tempat makan malam hanya itu saja." /ikut berpikir.
Sejun "dari pada kalian terus berpikir, lebih baik kalian tanyakan saja langsung ke ibu dan ikut bersiap siap." /memakan sarapannya.
Mendengar itu pun mereka langsung cepat-cepat menghabiskan sarapan mereka dan ternyata Shinwo lah yang lebih dulu selesai.
Shinwo /di saat suapan terakhir. "Sudah, aku juara satu." /dan meletakkan sumpit di atas meja.
Sejun "bagus, kalo gitu kau tanyakan kepada ibu kita akan kemana!" /masih makan.
Shinwo "apa...., Kenapa aku?!" /kaget.
Dokja "tentu saja karena kau selesai lebih dulu, apa lagi!" /Ketawa kecil.
Shinwo "tapi kakak tidak bilang selesai lebih dulu dia yang bertanya?!" /mulai ngambek.
Sejun "terus, apa mau mu?!" /berhenti makan dan menatap Shinwo.
Shinwo "tidak-tidak ada, kalo gitu aku akan segera kembali." /Merasa takut.
Shinwo pun beranjak dari kursi dan pergi menemui ibunya yang sedang bersiap di kamar Bersama ayah, sementara Shinwo gak ada Suk-Joo terlihat menahan ketawa begitu juga dengan yang lainnya kecuali Sejun.
Sejun "ada apa?!" /Melihat sekeliling.
Suk-Joo "tidak, hanya saja bisakah kau sedikit lembut kepada mereka." /masih tertawa.
Sejun "memangnya kenapa? Padahal tadi seperti biasa!" /dengan muka tanpa bersalah.
Dokja "gak...gak...gak...., Apa Kakak tahu bagai mana ekspresi wajah kakak tadi..."
"Emang Gimana?" /sambil mengerutkan alis.
Dokja "nah kaya gitu tuh!" /kembali tertawa sambil menunjuk wajah Sejun.
Saat Dokja menertawakan Sejun, Sejun masih terus saja menatap Dokja yang tak berhenti tertawa. Padahal suasananya terlihat tegak dan bahkan Suk-Joo saja berhenti menertawakan Sejun dan melihat lanjut makan, sedangkan Han-Joo yang duduk di sebelah Sejun tidak berani melirik Sejun yang terlihat seperti sedang marah dengan menutupi wajahnya dengan tangan. Sedangkan Jae-Hee terus menyenggol Dokja dengan sikut agar dia berhenti tertawa namun itu semua percuma.
Jae-Hee ("aduh, kakak kumohon berhentilah tertawa.")
Han-Joo ("dasar, kak Dokja emang orangnya gak peka ya.") /dengan makan.
Dan akhirnyadokja pun selesai tertawanya sambil menghapus air matanya yang keluar karena tertawa terbahak-bahak.
Sejun "udah selesai ketawanya?!" /menaruh sumpit.
Saat Sejun bilang seperti itu Dokja baru sadar jika dia berlebihan bercandanya dan mulai takut saat Sejun berdiri dari tempat duduknya.
"Eh...., Kak tu-tunggu sebentar!" /Dengan suara bergetar dan tidak tahu entah kenapa juga memiliki perasaan yang tidak enak.
Suk-Joo (habis lah sudah kau Dokja.") /pura-pura tidak melihat.
"Plak..."
pukulan yang tepat di kelapanya Dokja terdengar sangat keras sampai semua tahu kalo itu pasti terasa sakit. Suasananya menjadi sunyi dan mereka pun kembali memakan sarapan lagi dan kebetulan Shinwo kembali setelah bertanya kepada ibu.
Shinwo "apa!!! Kalian semua kenapa?!" /menghampiri yang lainya dan duduk di sebelah Jae-Hee.