Desmos

Desmos
Chapter 4



Jae-Hee "baiklah aku akan mencoba menghubungi mereka, tapi... siapa?" /melihat Shinwo dan Hanjoo.


Shinwo "lebih baik kamu hubungi kak Dokja aja."


Jae-Hee baiklah" /menekan hp untuk hubungi Dokja.


Hanjoo "jangan lupa speaker"


Jae-Hee "oke.."


Jae-Hee pun langsung menghubungi Dokja baru berapa detik berdering Dokja langsung mengangkatnya panggilan Jae-Hee.


Hanjoo "oh...diangkat" /kaget.


Melihat itu Shinwo merasa kesal Hanjoo yang kaget juga ikut tertawa geli melihat kelakuan kakak ya yang bikin jengkel.


Dokja "hallo...adek Abang yang cantik tumben telpon, kangen ya sama Abang mu ini yang ganteng?!" /suara sedikit manja.


Jae-Hee "em..ah...ha-hallo kak" /sudah biasa dengan gombalan Dokja.


Shinwo "woi...b*r*ngs*k kenapa pas aku hubungi gak Lo angkat?" /kesal.


Dokja "heee...benarkah aku gak tau pun" /suara yang dibuat jengkel.


Shinwo "kau sengaja kan!!! Yaaaa....dasar kak kaparat!!!" /tambah emosi.


Dokja "anu...Jae-Hee sayang apa kau bisa menjauhkan orang itu sebentat"


Shinwo "yaaaaaa......" / tambah emosi.


Melihat mereka Jae-Hee dan Hanjoo tertawa lepas, Shinwo yang semulanya duduk langsung berdiri sambil mencari sesuatu.


Hanjoo "apa yang sedang kakak cari?" /melihat Shinwo.


Shinwo "kalian ada yang lihat palu gak?" /Sambil senyum.


Dokja "buat apa Shinwo, apa kau ingin memperbaiki sesuatu?"


Shinwo "kak ketemuan yuk"


Dokja "wah tumben dalam rangka apa nih?"


Shinwo "dalam rangka meluapkan emosi dalam bentuk baku hantam."/tersenyum kesal.


Dokja "ah....sayang sekali kalo itu hari ini aku gak bisa tuh."/ngeledek.


Shinwo " woiy mana palu /mengulurkan tangan ke Hanjoo. "Jae-Hee gak papa kan kalo hapemu kakak hancurkan sekarang, nanti kakak belikan yang baru kok, oke" /senyum lembut ke Jae-Hee.


Jae-Hee "apa..."/kaget.


Shinwo "tenang aja, nanti kakak belikan yang baru kok"


Hanjoo *tu-tunggu sebentar! Alasan kita hubungi kak Dokja kan buat naya kenapa mereka pulang telat, jadi kak Shinwo jangan hancurin dulu nanti aja kalo sudah tau alasannya gimana?" Menghadang Shinwo.


Jae-Hee "kak Hanjoo ih, malah ikut-ikutan." / mau nangis.


Hanjoo "hah...enggak cuma becanda kok, gimana kalo sekarang adek tanya aja langsung ke kak Dokja biar cepat urusannya, biar kak Shinwo gak tambah marah."


Shinwo "udah terlanjur marah." /Kesel.


Dokja "he...masak sih?!" /neda menjengkelkan.


Hanjoo "Jae-Hee...." /mengisyaratkan untuk cepat bertanya.


Shinwo "apa!!!" /benar-benar sudah marah.


Jae-Hee "anu...kakak kenapa kalian bilang terlambat malam ini?" /Cemas karena takut HP-nya di hancurkan oleh Shinwo.


Dokja "apa adek Abang yang cantik ini penasaran?"


Jae-Hee "eemm..."


Dokja "sebenarnya! Ini hari pertama kak Suk-Joo dan kak Sejun bekerja saat ini kak Suk-Joo tengah magang sebagai dokter anak-anak di rumah sakit jadi dia akan disibukan mulai saat ini, sedangkan kak Dojoon dan kak Nam-Soo akan mengurus cuti kuliah karena akan masuk wamil, sedangkan aku ada seminar dengan senior satu jurusan, aku gak tau kapan kami pulang."


Jae-Hee "tapi...kenapa aku gak tau!"


/bengong "oh..ya kakak apa ibu sudah tau?"


/baru ingat.


Dokja "Iyah...ibu dan ayah sudah tau kok."


Jae-Hee berguman "ayah dan ibu sudah tau..." /berekspresi sedih, sesaat kemudian Jae-Hee teringat sesuatu dan melihat Shinwo dan Han-Joo.


Shinwo "gak aku belum tau, aku baru tau hari kali ini denganmu." /menggelengkan kepala.


Dokja "ah...sepertinya aku harus tutup telponnya karena sebentar lagi acaranya dimulai..." /buru-buru dan terkesan ramai.


Shinwo "baguslah kalo begitu cepatlah pergi." /masih kesal.


Jae-Hee "baiklah kak dah..." /sedih.


Dokja "Jae-Hee aku menyayangimu, jadi jangan terlalu merasa kesepian, mengerti?" /menghibur Jae-Hee karena tau dari suaranya.


Jae-Hee "aku tau, aku juga menyayangimu kak..." /menghela napas.


Saat Jae-Hee mengakhiri panggilannya Jae-Hee masih terlihat murung Shinwo dan Han-Joo memaklumi kekecewaan.


Han-Joo "emm...bagaimana kalo kita siap kan makan malam?" /Berusaha memecah suasana.


Shinwo "aahh..benar apa kau ingin makan sesuatu Jae-Hee?" /menyatukan pembicaraan.


Jae-Hee " aku bisa makan apa aja kok, aku ingin ganti baju dulu saranya gak nyaman terus pakai seragam." /berdiri dan pergi ke kamar.


Han-Joo "apa yang harus kita lakukan?" /menghela napas panjang.


Shinwo "tenaga saja kita serah kan sama kak Nam-Soo sendiri" /berjalan ke dapur untuk menyiapkan sesuatu.


Han-Joo "aku harap semuanya berjalan lancar..." /melihat Shinwo.


Shinwo "aku juga..."


Selagi Shinwo dan Han-Joo meyiapkan makan malam, di kamar Jae-Hee duduk di atas kasurnya sedang menghubungi ibu dan ayah.


Ibu "hallo sayang ada apa?" /lembut.


Shin Mi-Yeon


Gender: perempuan


Status: ibu rumah tangga


Shin Mi-Yeon memiliki wajah cantik dan terkesan lembut, rambut pendek sebahu bergelombang yang berwarna coklat mempunyai kondisi tubuh lemah tapi sangat cerdas, percaya dan selalu mengalah kepada Jin-Yeong dan selalu menemani kemanapun Jin-Yeong bekerja.


Jae-Hee "hallo Bu, apa ibu tau kalo kak Nam-Soo akan pergi wamil?"


Ibu "em...ini baru mengetahuinya kemarin malam apa kakak mu tidak memberitahu mu?"


Jae-Hee "aku baru saja tau dari kak Dokja, kenapa kak Nam-Soo tidak memberitahu Bu?" /mulai menangis.


Ibu "nak mungkin kakak mu butuh waktu yang tepat untuk memberitahumu, mungkin mengucapkan perpisahan denganmu itu lebih sulit daripada mengucapkan perpisahan dengan ayah dan ibu." /meyakinkan Jae-Hee.


Jae-Hee "benarkah itu?" /mulai terhibur.


Ibu "tentu saja! Benarkan sayang?"


Ayah "yah... benar sekali" /terdengar dari kejauhan.


Kim Jin-Yeong


Gender: laki-laki


Status: Kepala keluarga


Jin-Yeong adalah generasi ke 3 dari Grup shinyung, yang membuat barang elektronik dan berinvestasi dalam berbagai aspek, Jin-Yeong memiliki bentuk mata naga berwarna coklat, dan tekstur rambut yang halus berwarna hitam pekat. Meskipun memiliki wajah dingin Jin-Yeong berhati lembut dan selalu menuruti akan kemauan istrinya.


Ibu "tapi...sayang kenapa kau menghubungi ibumu ini hanya untuk tanya tentang kakak mu saja! Apa kau tidak merindukan ayah dan ibu?" /kalem.


Jae-Hee "itu tidak benar tentu saja aku merindukan kalian, apa tubuh ibu baik-baik saja?" /mulai teringat menanyakannya kabar.


Ibu "ibu baik-baik saja."


Ayah "apa hanya ibumu saja yang kau tanyakan sayang?" /suaranya mulai terdengar jelas.


Jae-Hee "heee...apa ayah juga baik-baik saja?"


Ayah "ayah baik-baik saja selama ini ada di sini, oh ya sayang apa kau ingin di kirimkan sesuatu di Paris?" mengalihkan pembicaraan


Jae-Hee "kalian sudah ada di Paris bukankah beberapa minggu yang lalu ayah dan ibu ada di Singapura?" /Kaget.


Ibu "banyak pekerjaaan yang harus ayahmu lakukan saat ini sayang, maaf karena kami tidak bisa terus menghubungimu."


Jae-Hee "tidak apa-apa bu yang penting kalian baik-baik saja."


Ibu "terima kasih sayang tapi, ibu harus mengakhirinya panggilan mu ini larna kami masih ada pekerjaan."


Jae-Hee "baiklah Bu sampai jumpa lain kali lagi, dah aku sayang kalian."


Ibu "kami menyayangimu juga sayang."