
Jae-Hee ("ah, bumbunya nempel semua di tangan kakak, padahal bumbunya yang paling enak.") /Mulai menjilat tangan Nam-Soo. ("Hem~~~ beneran enak").
Saat Jae-Hee mulai menjilat pelan jarinya Nam-Soo merasa tersentak dan kaget dan hanya dapat diam melihat kelakuan adeknya, namun di sela-sela itu Nam-Soo sendiri menikmati momen itu. Nam-Soo merasa jika lidahnya Jae-Hee yang lembut dan basah itu semakin lama semakin terasa panas, di tambah dengan napasnya yang terasa sangat dekat dan berat apa lagi ekspresi Jae-Hee yang hanya fokus pada tangannya. Wajah Nam-Soo mulai memerah saat melihat wajah Jae-Hee, sambil tak sadar Nam-Soo mulai menelan ludahnya sendiri, sedangkan Jae-Hee hanya berpikir sayang jika bumbunya tidak dia makan.
Setelah di rasa bersih Jae-Hee mulai berhenti dan kembali menjauh. "Hem~~~ memang bumbu kentang goreng itu yang terbaik." Sambil menghembuskan napas dan belum sadar juga.
Saat sudah selesai bernapas dan melihat Nam-Soo yang masih bengong di depannya Jae-Hee baru sadar dan kaget jika yang dia jilat itu bukan tangannya melainkan tangan Nam-Soo.
"Huaaaa....., Kakak maaf aku gak sengaja a-aku akan membersihkannya." /Panik. "Em..., Tisu..., Tisu...., Aduh tisu ku mana yah" /mencari tisu dengan buru-buru.
"Dek, gak papa kok....."
"Eng????" /Berhenti mencari tisu dan melihat Nam-Soo.
"Lagian ini juga udah bersih." Sambil tersenyum Nam-Soo mulai menjilati jari yang tadi Jae-Hee jilat.
Jae-Hee pun jadi kaget melihat kelakuan Nam-Soo barusan. ("Apa maksudnya tadi?!")
Hanya bisa berdiam diri.
Ibu "Apa yang sedang kalian lakukan?!" /menepuk pundak Jae-Hee dan memecah suasana yang tadinya tegang bagi Jae-Hee.
Nam-Soo "gak kok Bu, tadi sampai mana ceritanya tadi?!" /Bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
Mereka pun kembali bercerita seperti biasanya lagi hingga waktu kunjungannya berakhir dan harus berpisah.
Dojoon "kalo gitu ibu, kami kembali dulu." /Berdiri bersama Nam-Soo.
Ibu /ikut berdiri. "Apa kalian akan pergi begitu saja?" /Seperti mengharapkan sesuatu.
Nam-Soo "apa yang ibu inginkan?!" /Tertawa kecil.
"Em......, Berikan ibu ciuman kecil, bukankah sudah lama kita tidak bertemu." /Tersenyum lembut sambil menuju ke pipi.
Nam-Soo "jika ayah di sini, bukankah ayah akan cemburu." /Berusaha menolak
"Gak papa ibu akan rahasiakan ini dari ayah kalian!" /Senyum jahil.
Dojoon "lagian Bu kami sudah dewasa?!" /Malu.
Nam-Soo "tapi ,jika ibu mau aku gak papa kok." /akhirnya menyerahkan juga dengan pede.
"Ya ampun, kalo gitu kemari lah. Apa Dojoon juga masih tidak mau?" /Sedikit kecewa.
Dojoon "baiklah." /Berjalan mendekat.
Akhirnya Nam-Soo dan Dojoon mengecup pipi ibu secara bergantian dan berpelukan Jae-Hee hanya melihat di samping ibu dan mulai cemberut.
Jae-Hee "aku juga mau!!!" /Cemberut.
"Apa!" Sahut ibu.
"Aku juga mau, di sini kan yang berkunjung aku dan ibu. tapi, kenapa hanya ibu saja yang mendapatkan ciuman dan pelukan." /Bersikap seperti sedang cemburu.
Jae-Hee lalu mendekat dan memeluk Nam-Soo, dia juga mengecup pipi dan kening Jae-Hee setelah melakukan keduanya, Jae-Hee juga menghampiri Dojoon dan memeluknya Dojoon juga melakukan hal serupa hingga akhirnya mereka benar-benar berpisah.
Saat Jae-Hee dan ibu ingin kembali, ibu berpikir jika mereka masih ada waktu sebelum makan malam tiba ibu dan Jae-Hee pun mulai berencana untuk menghabiskan waktu bersama merek dengan berbelanja di pusat perbelanjaan. Mereka juga menghabiskan waktu bersama selama seminggu penuh seperti membuat kue bersama, pergi ke kolam renang, berkunjung ke sauna, berkebun, lalu istirahat seharian lagi karna kecapean setelah berkebun, hingga hari terakhir liburan pun tiba.
Pagi harinya.....
Jae-Hee yang baru saja datang ke meja makan disana hanya ada Sejun, Dokja Shinwo dan Han-Joo yang sedang menyiapkan sarapan bersama.
Jae-Hee "kak Dokja, ayah dan ibu mana?" /Duduk di kursi.
"Sebentar lagi turun, katanya mereka sedang bersiap-siap." /Sibuk menata piring.
Jae-Hee "Memangnya kita akan kemana lagi?" /Ikut membantu meyiapkan.
Dokja "Bukan kita hanya ayah dan ibu saja."
Jae-Hee /berhenti membantu. "Apa ayah dan ibu akan pergi lagi?"
Dokja "Kata nya ada pekerjaan penting besok, mangkanya hari ini mereka akan berangkat." /Santai.
Kebetulan saat itu ayah dan ibu turun dan menghampiri yang lainnya di meja makan dengan membawa dua koper besar mereka dan bergabung dengan anak-anak untuk sarapan bersama.
Jae-Hee "apa ayah dan ibu harus berangkat hari ini?" /Merasa kecewa.
Ibu "maafkan ibu sayang tapi, ayahmu akan ada pekerjaan penting besok." /duduk di depan Jae-Hee.
Sejun "dek masak masih kurang liburan selama satu minggu ini? Apa gak capek!!!" /Memberikan sarapan ke Jae-Hee dan begitu juga dengan yang lainnya.
Jae-Hee "tapi setidaknya saat aku masuk sekolah lagian, besok aku kan sudah masuk sekolah." /Menggerutu.
Sejun "Justru besok adalah pekerjaan pentingnya ayah. jika, besok ayah dan ibu berangkat kapan mereka akan tiba?!" /Duduk di sebelah Jae-Hee.
Dokja "ya ampun kakak, kau jangan terlalu keras begitu kepada Jae-Hee." /Merasa kasihan.
Ayah "Sudah sudah, lagian Jae-Hee jika sudah saatnya liburan semester mungkin ayah dan ibu bisa meluangkan waktu seperti ini lagi. Lebih baik kita sarapan saja dulu dan jangan memikirkan yang lainya."
Shinwo "sebenarnya, pekerjaan apa yah?"
Ayah bingung harus menjelaskannya mulai dari mana "Sebenarnya ini cuma pertemuan kerja sama dengan perwakilan perusahaan N.I beberapa bulan yang lalu, tapi sehari sebelum hari yang di janjikan pihak sana mengatakan kalo pemimpin perusahan sendirilah yang kan datang namun pertemuannya harus di tunda menjadi besok karena ada hal penting yang harus pemimpin mereka lakukan." Penjelasan yang panjang lebar.
Dokja "N.I? apa sepenting itu?" /Sambil makan.
Ibu "tentu saja, pihak kita sudah mengajukan kerjasama sejak lama, dan baru sekarang mereka mau bekerja sama." /Merasa senang.
Shinwo "perusahaan N.I apa mereka terkenal? aku tidak pernah mendengarnya tuh?!" Merasa tidak tertarik namun tetap bertanya.
Ayah "perusahaan N.I adalah perusahaan terbesar ke-3 di Asia, harusnya kita merasa senang karna bisa bekerjasama dengan mereka." /Senang.
Sepanjang menjelaskan Jae-Hee hanya diam dan bengong saja, seperti memikirkan sesuatu ibu pun menyadarinya ibu mengira jika Jae-Hee sekarang sedang merasa sedih karna kepergiannya.
...🤗☘️Jangan lupa like☘️🤗...