Desmos

Desmos
Chapter 8



Salah satu guru olahraga menunjukkan buku catatan yang sudah disiapkan.


"Em...ini dia catatan yang kau inginkan, ini sudah semuanya." /Membantu meletakkan buku di tangan Jae-Hee.


Saat ingin keluar ruangan guru Jae-Hee merasa kesulitan untuk membuka pintu, Jae-Hee berusaha membuka pintu dengan kakinya itu malah membuat Jae-Hee susah seimbang.


Tapi tiba-tiba pintunya terbuka dan buku yang Jae-Hee bawa berkurang setengah. Ternyata yang membantu Jae-Hee itu Yoona yang dari tadi mengikutinya dan menuggu Jae-Hee didepan ruang guru.


Jae-Hee "eh..., Ah, makasih." /sempat terkejut.


Yoona "anggap saja ini balasannya karena telah memberikan ku minuman." /langsung pergi meninggalkan Jae-Hee.


Di sana jae-Hee merasa senang karena ada yang membantunya, jauh di belakang mereka Shinwo dan Han-Joo tak sengaja melihat apa yang Jae-Hee dan Yoona lakukan.


Shinwo "apa itu adalah teman yang selama ini Jae-Hee ceritakan?" /melihat kearah Jae-Hee.


Han-Joo "bukan! tadi aku baru saja bertemu dengan temannya, aku baru lihat yang ini."


/mengerutkan keningnya.


Shinwo "benarkah! Mungkin Jae-Hee sudah mendapatkan teman baru lagi." /pergi menuju kelas.


Sesampainya Jae-Hee di kelas mereka semua bengong karena Jae-Hee bersama dengan Yoona.


Yoona "aku akan menaruhnya disini, sekarang aku pergi dulu." /keluar kelas.


Jae-Hee "em..makasih Yoona." /melihat Yoona langsung pergi.


Setelah Jae-Hee menaruh buku catatan Jae-Hee langsung duduk dengan teman temannya lagi.


Min-dong "Jae-Hee kenapa kau bisa bersama dengannya?" /menata make-up yang ada di atas meja.


Jae-Hee "oh, Yoona tadi kami tidak sengaja bertemu dan membantuku."


Min-dong "wah! Untuk apa kau bicara dengannya?" /menertawakan Jae-Hee.


Jae-Hee "dia makan siang sendirian, loh." /bengong melihat reaksi Min-dong dan Hyeon.


Min-dong "apa? Sendirian?" /Kaget.


Jae-Hee "em..." /meangguk kepala.


Min-dong "yah, aku juga sudah berpikir kalo dia memang tipe yang suka menyendiri." /menertawakan Yoona.


Jae-Hee "heng...." /mengigat Yoona yang telah membantunya tadi.


Min-dong "dia kuat juga nyalinya...." /tertawa bersama Hyeon.


Jae-Hee "apa benar begitu?" /melihat mereka.


Min-dong "apa! Apa masalahnya? Jika dia mau, dia bisa bergabung dengan yang lainnya seharusnya dia merubah penampilannya." /merasa tidak nyaman.


Jae-Hee " dia bahkan tidak salah apa-apa, Yoona hanya berpenampilan yang senyaman mungkin buat dirinya dan dia memang susah untuk berkomunikasi dengan yang lain tapi sebenarnya Yoona itu orang yang baik tidak seperti kalian!"


Min-dong "apa! Kami tidak begitu memedulikannya." /mengangkat bahu dan tidak begitu memperdulikan.


Min-dong "bukan hanya itu masalahnya, aku hanya benci gadis seperti dia."


Jae-Hee /teriak "kalo begitu, jangan ganggu dia! "Menghina orang lain hanya akan membuatmu merasa lebih baik darinya, tapi itu adalah kesalahan besar!" /Mulai kesal.


Setelah mengutarakan perasaannya Jae-Hee menyadari kalo Min-dong dan Hyeon sedang menatapnya begitu juga dengan teman sekelas.


Jae-Hee ("s-sial!") /Panik karena sudah mengacaukan sesuatu.


Saat Jae-Hee ingin mengelak apa yang barusan dia katakan tiba-tiba Yoona muncul di hadapan mereka.


Yoona "kalo kalian bilang kalian membenciku itu artinya kalian perduli dengan apa yang aku lakukan, kan? Kalo gitu, rasakan b***sat!"


/tersenyum meledek mereka.


Jae-Hee ("ke-kenapa dengan dia!") /merinding dengan apa yang dikatakan Yoona.


Min-dong "apa apaan itu?" /kaget. "Aku jadi muak." /berjalan pergi meninggalkan kelas bersama Hyeon.


Min-dong berdiri didepan pintu "sekarang aku mengerti bagaimana pendapatmu terhadap kami." /pergi meninggalkan Jae-Hee.


Jae-Hee ("padahal aku tak ingin sendirian, itu sebabnya aku berjuang keras sampai sejauh ini dan akhirnya....") /ikut pergi meninggalkan kelas.


Saat Jae-Hee pergi meninggalkan kelas Yoona mengikutinya.


Yoona "anu...Jae-Hee, terimakasih karena sudah membelaku." /datar.


Jae-Hee "jangan berterima kasih, aku melakukannya karena itu keinginanku." /menyesal.


Yoona "Jae-Hee, kau itu orang yang baik, jadi jangan berteman dengan *teman sebatas namamu* seperti mereka!" /datar.


Jae-Hee "lalu Pakah kau sendiri ingin jadi teman ku?" /menatap Yoona.


Yoona hanya memiringkan kepalanya karna tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Jae-Hee.


Jae-Hee "ha...lupakan saja mana ada yang ingin berteman denganku." /pergi meninggalkan Yoona.


Saat sekolah usai Jae-Hee langsung pulang tanpa berbicara dengan Min-dong dan Hyeon, saat dirumah Han-Joo mendapati Jae-Hee yang sedang duduk menangis di sofa.


Han-Joo "astaga, kamu kenapa sih dek, bikin abang kaget." /duduk di samping Jae-Hee.


Jae-Hee "kak sepertinya aku sudah mengacaukan semuanya...." /nangis, dan memeluk Han-Joo.


Han-Joo "sebenarnya ada apa sih, dek?" /kalem sambil elus-elus kepala Jae-Hee.


Jae-Hee "aku berkata buruk sama temanku."


Han-Joo "apa yang kau katakan?" /mendengarkan dengan seksama.


Jae-Hee "di kelasku ada anak yang selalu diam, dan mereka tidak suka dengan nya, mereka juga selalu mengatainya. Jadi aku merasa kasihan padanya dan membelanya akhirnya aku tidak berteman lagi dengan mereka." /sambil nagis.


Han-Joo "kau sudah melakukan hal yang benar jadi jangan salahkan dirimu lagi, menangis lah selama yang kau mau, kakak ada di sini..." /menepuk-nepuk pundak Jae-Hee.


Saat itu Jae-Hee menangis sejadi jadinya hingga malam, Jae-Hee baru merasa lebih baik.


Han-Joo " apa kau sudah merasa lebih baik?" /tersenyum melihat Jae-Hee yang sedang kacau.


Jae-Hee "em...." /meangguk kepala. "Terimakasih kak sudah mau mendengar ceritaku." /menghapus air mata.


Han-Joo "tak pa karna itulah yang memang harus aku lakukan kan, gimana kalo sekarang kita makan?"


Jae-Hee "tapi dimana kak Shinwo?" Baru sadar Shinwo tidak ada di rumah.


Han-Joo "ah...sebenarnya kak Shinwo lagi sibuk di ruang OSIS, tapi mungkin dia sudah ada di perjalanan pulang."


Kebetulan saat ini Shinwo memang lagi ada di jalanan sekitar rumah, disana Shinwo di hubungi oleh Han-Joo.


Shinwo "hallo....ada apa?"


Han-Joo "anu kak, bisa tidak kau belikan kami topokki dan corndong?" /berdiri dari tempat duduk.


Shinwo "apa?"


Han-Joo "ah...aku tidak sempat meyiapkan makan malam ayolah, aku berusaha untuk menghibur Jae-Hee jadi bisa belikan tidak, aku juga akan pesan kan pizza." /cengar-cengir.


Shinwo "apa? Ada apa dengan Jae-Hee? Memang Jae-Hee kenapa?" /mulai khawatir.


Han-Joo "ceritanya panjang nanti kalo sudah pulang akan aku ceritakan."


Shinwo "baiklah.." /menutup telponnya.


Jae-Hee "apa kak Shinwo akan membelikan corndong?" /Memegang ujung seragam Han-Joo.


Han-Joo "tentu saja itu kan permintaan dari adik kesayangan kami." /mengelus kepala Jae-Hee. "dek kakak ganti baju dulu ya kamu tunggu sebentar disini."


Jae-Hee hanya meaggukkan kepala Han-Joo pun tersenyum sebab Jae-Hee menuruti omongan nya. setelah berganti baju Han-Joo cepat-cepat turun menghampiri Jae-Hee.


Disana Han-Joo melihat Jae-Hee yang tertidur pulas di sofa, saat Han-Joo mendekat terdengar suara bel rumah Han-Joo mengira jika pizza yang ia pesan sudah datang Han-Joo datang dan membuka pintu.