Desmos

Desmos
Chapter 17



Yoona "kita harus kembali." /berdiri meregangkan leher dan punggung.


Jae-Hee "eh...iya!" /Ikut berkemas.


Yoona melepas ikat rambutnya dan kembali memakai kacamatanya, mereka juga tidak lupa mengunci kembali pintu atap dan berjalan tergesa-gesa menuruni tangga, untung saja mereka tidak terlambat untuk pelajar berikutnya hingga.


Pulang sekolah......


Yoona dan Jae-Hee kembali pulang bersama lagi, sepanjang jalan Jae-Hee terus berbicara untuk memilih tempat yang akan mereka datangi.


Yoona "nee.... Jae-Hee mau tidak datang ke rumahku?" /berhenti berjalan dan melihat Jae-Hee.


Jae-Hee "apa? Boleh?" /Masih syok.


Yoona "tentu saja memangnya siapa yang bilang tidak boleh." /masih datar.


Yoona "jadi kau mau tidak?" /menunggu jawaban.


Jae-Hee sangat senang dan hanya bisa meanggukan kelapanya.


Yoona "ayo lewat sini." /menuju halte bus.


Jae-Hee "ah... ngomong ngomong Yoona aku penasaran tentang kejadian tadi!" /sambil jalan.


Yoona "yang mana?" /tidak ingat apapun.


Mereka akhirnya sampai di halte bus dan menunggu bus....


Jae-Hee "yang itu, saat kau mengeluarkan kunci atap." /mengingat.


Yoona "oh..itu ya, aku hampir lupa." /baru ingat.


Jae-Hee "aku sangat penasaran dari mana kau mendapatkan kuncinya!!" /menatap tajam Yoona.


Yoona "oh ya benar, Jae-Hee apa aku sudah minta izin kepada kakak mu kalo kau akan ke rumahku?!" /berusaha mealihkan dengan sangat natural walaupun kenyataannya memang benar.


Jae-Hee "ha..benar, tunggu sebentar aku akan kirim pesan." /mengeluarkan ponsel.


Yoona "tidak bisa! Karena bus nya sudah datang." /melihat kearah bus.


Jae-Hee pun tidak jadi mengirim pesan dan hanya memegang ponselnya, setelah bus berhenti dan pintu terbuka Yoona dan Jae-Hee naik kedalam, namun bus sudah banyak penumpangnya hanya tersisa bangku belakang mereka pun duduk di sana.


Jae-Hee "tumben busnya ramai." /melihat sekeliling.


Yoona "apa kau gak jadi kirim pesan?" /melirik Jae-Hee.


Jae-Hee "oh, ya benar hampir saja aku lupa, hehe..." /cengar-cengir.


Yoona "dasar kau ini."


Tak butuh waktu lama Jae-Hee mengirim pesan kepada Han-Joo, Shinwo, Sejun, dan Dokja. Jae-Hee berpesan jika dia akan pergi kerumah Yoona.


Jae-Hee "sudah, Yoona sekarang jawab pertanyaan ku dari mana kau mendapatkan kunci atap?" /menyimpan ponsel dan menatap Yoona.


Yoona "huff...satu minggu setelah masuk sekolah kita dibagikan jadwal piket kelas, bukan?!" /mulai serius.


Jae-Hee "benar..."


Yoona "saat aku piket, aku mengembalikan kunci kelas ke ruang guru, ruang guru sedang kosong dan tidak ada satu pun guru disana saat itu. Aku langsung mengantungkan kunci kelas di bagian kunci disana aku melihat kunci yang bertulisan *atap*" /datar.


Jae-Hee "apa aku mengambil kunci nya?" /curiga.


Yoona "tentu saja tidak, aku hanya mengantungkan kunci setelah itu pergi." /mengangkat bahu dan menggelengkan kepala.


Jae-Hee "lalu dari mana mempunyai kuncinya?!" /penasaran.


Yoona "minggu depannya saat piket kelas, aku kembali mengantarkan kunci dan aku mencetak kunci atap untuk membuat kunci cadangan." /santai.


Jae-Hee "wah...keren itu seperti yang ada di film Hollywood." /mengagumi Yoona dengan mata berbinar.


Sementara itu, tidak seperti biasa Suk-Joo pulang lebih awal dari hari-hari biasanya, Suk-Joo sudah pulang ke rumah sedari siang. Sambil menunggu yang lainnya pulang, Suk-Joo membersihkan beberapa ruangan di rumah, dan beristirahat di ruang tengah dan tak lama Han-Joo sudah datang lebih dulu.


Han-Joo "aku pulang..." /masuk dan melepas sepatu.


Suk-Joo "oh...kau sudah pulang?!" /menghampiri Han-Joo.


Suk-Joo "em...hari ini tidak begitu ada pasien, jadi aku di suruh pulang lebih awal."


Han-Joo " benarkah, ah..., Aku tidak tau itu."


Tak berselang lama Shinwo juga pulang....


Shinwo "aku pulang..." / masuk.


Suk-Joo "selamat datang~~" /senyum.


Shinwo terkejut karna ada Suk-Joo dirumah, Shinwo merasa bingung karna tidak seperti biasanya Suk-Joo dirumah. Dia terus melihat Han-Joo dengan bingung.


Han-Joo "yah...?" /Gak tau harus bilang apa.


Shinwo "kakak, sejak kapan kau pulang?" /melepas sepatu.


Suk-Joo "dari tadi siang." /hanya senyum.


Shinwo "kenapa? Apa terjadi sesuatu di rumah sakit?!" /berjalan mendekat.


Suk-Joo "tidak ada, hanya tidak ada begitu banyak pasien saja."


Shinwo "aahh....., Jika kakak butuh sesuatu katakan saja kepada kami, mengerti!" /mulai mengomel.


Suk-Joo "mengerti, tapi mana Jae-Hee?" /melihat ke belakang Shinwo.


Han-Joo "kak Suk-Joo gak dapat pesan?" /berjalan ke atas tangga.


Suk-Joo "pesan?!" /semakin bingung.


Shinwo "Jae-Hee mengirimkan kami pesan jika dia akan kerumah Yoona." /menyusul Han-Joo.


Suk-Joo "ah...., Jam berapa dia akan pulang?!" /melihat kearah Shinwo.


Shinwo "entah, coba kakak tanyakan saja langsung ke Jae-Hee."


Suk-Joo pun mengambil ponselnya yang ada di ruang tengah, dan menghubungi Jae-Hee.


Sedangkan Yoona dan Jae-Hee sudah sampai di depan tempat tinggal Yoona, Jae-Hee sempat kaget karena mereka tiba di depan sebuah cafe kecil, cafe lantai dua yang tampak seperti toko roti dari luar dan cukup dekat dengan sekolah.


dengan pagar kayu di sampingnya yang terlihat rapat tinggi dan kokoh. Sampai tidak dapat melihat apa yang ada di balik pagar tersebut Yoona mengajak Jae-Hee untuk masuk kedalam.


Saat mereka masuk ternyata tidak begitu banyak pengunjung yang datang, cafe itu terhubung dengan pagar kayu yang ternyata terlihat cukup luas.


Cafe itu hanya memiliki dua pelayan pria saja, saat masuk Yoona langsung menghampiri kedua pria itu yang sedang membersihkan gelas.


Yoona "apa paman di belakang?" /datar.


Jung-Sik "oh...kau sudah datang, Yoona" /meletakkan gelas dan menghampiri Yoona.


Park Jung-Sik


Gender: laki-laki


Umur: 27


Tinggi: 185 cm & berat: 69 kg


Park Jung-Sik memiliki aura keren dan dewasa tapi sering bersikap kekanakan, memiliki wajah yang tampan. Memiliki bentuk tubuh yang ideal, cara berjalan dan berdirinya seperti seorang model, memiliki rambut hitam dengan mata sipit monolid berwarna hitam tatapan yang selalu lurus dan tajam di barengi dengan senyuman tipis namun terkesan kalem.


Yoona "ya...., Mana paman?!" /mengerutkan alis dengan menatap tajam Jung-Sik.


Jung-Heon "dapur! selamat datang." /Senyum melihat Yoona dan masih membersihkan gelas yang ada di tangan.


Park Jung-Heon


Gender: laki-laki


Umur: 25


Tinggi: 183 cm & Berat: 64 kg


Park Jung-Heon memiliki wajah yang tampan tapi terkesan cantik, bulu matanya panjang dan lentik alis yang sedikit tebal, selalu senyum tipis yang terkesan manis. memancarkan aura elegan dan bijaksana, selalu patuh dengan Jung-Heon dan Yong-Guk, pintar dalam segala hal dan cepat menguasai sesuatu yang baru, meskipun tidak terlalu sempurna. Rambut berwarna silver karna di warnai mata berwarna biru kulit putih bersih, dan mempunyai keturunan darah Spanyol dan Kanada.