Desmos

Desmos
Chapter 31



"Apa kau tahu jika kau saat ini sangat mencurigakan!" /menyipitkan matanya.


"Benarkah~~~" sahut santai dan mealihkan pandangan ketempat lain.


"Terserah apa yang akan kau lakukan tapi, jika kau macam-macama denganku. Aku akan tidak segan lagi memukulmu di hadapan meskipun ada ibu!" Ancam Sejun kepada Dokja dengan tatapan tajam.


Setelah berkata itu Sejun mengambil ponselnya dan bermain ponsel sambil menunggu yang lainnya puas berjalan di jembatan. Saat sedang fokus main ponsel Dokja selalu saja mengganggu Sejun di sampingnya dengan terus mengajaknya bicara, bercanda, dan bercerita. Saat itu Sejun merasa harus benar-benar bersabar menghadapi Dokja yang selalu bicara tanpa henti itu, dan mencoba tidak menghiraukan dokja. Namun sesuatu yang tidak terduga terjadi Dokja nekat mengambil ponsel Sejun dengan paksa dan berlari ke arah jembatan, Sejun rasanya benar-benar kesal dan ingin sekali segera menghajar dokja saat itu juga, namun masalahnya Dokja semakin jauh ke masuk ke arah jembatan. Sejun sebenarnya memang takut mangkanya dia memilih untuk menunggu, tetapi jika ponselnya di ambil maka itu lain lagi ceritanya Sejun yang sudah dari tadi merasa kesal mau tidak mau ia langsung datang menghampiri Dokja yang berjalan cepat itu. Di sana mereka semua terlihat sangat senang Han-Joo yang pertama kali lewat merasa takjub dengan pemandangan dari atas, Suk-Joo dan Jae-Hee yang masih bergandengan tangan satu sama lain sambil bersua foto, Shinwo yang berusaha menyusul Han-Joo, Dokja yang mau dihajar Sejun, lalu ayah dan ibu yang mengabadikan semua momen itu, ini terasa seperti liburan yang sangat menyenangkan dan membekas untuk mereka.


Setelah selesai menikmati itu semua mereka melanjutkan perjalanan mereka ke kuil Haedong Yonggung yang berada di Gijang, setelah puas melihat-lihat mereka lanjut makan malam di restoran seafood Jajang terdekat, mereka semua menikmati makan malam itu.


Ibu "emm~~~ ini benar-benar sangat enak." Makan dengan lahap.


"Em, apa yang ibu katakan benar." Kata Jae-Hee tanpa berhenti makan.


Ibu sambil menghela nafas. "Hah...tapi tetap saja ini tidak lengkap karena kakakmu Dojoon dan Nam-Soo tidak ada bersama kita." //Berhenti makan sejenak. merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Bu bukankah besok kita akan berkunjung menemui kakak." Sahut Jae-Hee sedikitpun tidak merasa bersalah.


"Ngomong-ngomong bagaimana kabar mereka?!" Ayah yang sedang makan pun ikut-ikutan bicara.


Suk-Joo sambil makan. "Aku yakin jika mereka berdua pasti baik-baik saja."


"Benar Bu, lagian mereka sudah besar jadi ibu tidak perlu merasa khawatir." Kata kak Sejun dengan santai.


"Lagian Jae-Hee, apakah kita akan berkunjung dengan tangan kosong?!" Ibu yang masih khawatir.


"Bukankah aku sudah bilang kita kita akan membawa makan untuk kak Dojoon dan kak Nam-Soo." Berhenti makan.


"Kalo gitu apa yang kakakmu sukai, apa kau tahu Suk-Joo?" Sambil lihat Suk-Joo yang masih menikmati makanannya.


Suk-Joo yang sadar diajak bicara dengan ibu pun meyelesaikan makanannya yang masih ada di mulut dan lanjut bicara. "Mereka akan makan apa saja, jadi kita bisa bawakan mereka daging atau ayam." /Selesai Bing lanjut makan lagi.


"Jika untuk mereka apa saja mereka pasti mau Bu, jika ibu terlalu memikirkannya ibu bisa saja sakit kepala!" Kata kak Sejun yang selalu peka akan situasi.


Ibu pun hanya menembuskan nafas. "Baiklah tolong kau urus saja semuanya Jae-Hee." Dan lanjut makan.


Merekapun kembali menikmati makan malam itu dan setelah selesai makan, mereka kembali pulang seperti cara mereka berangkat sebelumnya saat larut malam.


Keesokan harinya......


Jae-Hee baru saja bangun dari tidur nyenyak, dan dia tidak tahu bagaimana dia bisa tidur semalam. Setelah melihat jam Jae-Hee baru sadar jika dia bangun kesiangan, Jae-Hee merasa segar kembali setelah tidur dan pergi keluar dan berjalan ke kamar mandi. Tepat setelah Jae-Hee keluar kamar, Jae-Hee melihat kalo Dokja juga baru Bagun tidur karena melihat dari penampilannya yang berantakan itu.


"Apa kakak juga baru bangun?" Berhenti dan melihat Dokja.


"Em, selamat pagi Jae-Hee. Yah, karena semalam aku sangat capek, mangkanya baru bangun." menggaruk-garuk kepalanya.


"Ah..., Benar kemarin kita pulang sangat larut. Kalo gitu aku Pakai kamar mandinya dulu ya, kak?!" /langsung masuk.


"Oh, tapi cepat kakak juga ada urusan di toilet." menuggu di depan kamar mandi.


Setelah urusan Jae-Hee di kamar mandi selesai Jae-Hee kembali ke kamar dan berganti baju lalu turun ruang tengah, disana sudah ada Suk-Joo, Han-Joo, dan ayah yang sedang meyiapkan sarapan.


Jae-Hee yang baru datang dan melihat mereka. "selamat pagi~~~" /berjalan menghampiri.


Ayah "oh, pagi...., apakah kau baru bangun? apa kau turun sendirian?" /duduk di kursi makan sambil membaca koran.


Jae-Hee yang baru datangpun ikut duduk di sebelah ayah. "Em, baru saja aku bangun, tapi! Bentar lagi kakak Dokja turun, karna tapi bangunnya bareng."


"Benarkah, kalo gitu adek sarapannya bareng Dokja aja ya?!" Sahut kak Suk-Joo yang ada di dapur.


"Em, baiklah..." /Meanggukkan kepala.


"Nah, adek bisa makan ini sambil menuggu kak Dokja datang." Kata Han-Joo pelan sambil memberikan satu buah apel.


"Makasih, kak...." /memakan apelnya.


Sambil menuggu Jae-Hee memakan apel yang diberikan Han-Joo padanya, setelah beberapa gigitan akhirnya dokja turun kebawah, namun dia turun bersama dengan Shinwo. Mereka datang secara bersamaan, begitu datang mereka juga langsung duduk bergabung di meja makan.


"Kenapa kakak lama sekali?!" Menatap Dokja sambil mengunyah apel.


"Maaf, tadi setelah kamu masuk kamar Shinwo keluar, jadi masuk ke toiletnya sama Shinwo, he... he... he..." Senyum manisnya keluar.


"Jadi, kalian makai toiletnya bareng?!" Sahut Han-Joo yang rada kaget.


Dokja hanya meanggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Emang kenapa?!" Sahut Shinwo.


Mendengar itu Han-Joo jadi merasa sedikit geli, dan Han-Joo pun bertingkah seperti sedang merinding untuk sedikit mengerjai mereka. Shinwo dan Dokja pun ikut dalam candaan Han-Joo dengan pura-pura marah, sampai Suk-Joo datang sambil membawa sarapan untuk Jae-Hee dan meletakkannya di atas meja.


"Sudah hentikan candaan kalian dan, ambil sarapan kalian sendiri." Setelah menaruh piring dan duduk didepan Jae-Hee.


"Hah...., Kak Suk-Joo pelit, masa kakak hanya mengambilkan sarapan untuk Jae-Hee." Guman Shinwo saat beranjak dari tempat duduknya.


Dokja yang berada di samping Shinwo pun ikut berdiri untuk mengambil sarapan di dapur. "Udah, kalo kamu yang biasanya bikin makan malam pun selalu membawakan makanan untuk Jae-Hee juga, kan!" /sambil memegang kepala Shinwo.