Desmos

Desmos
Chapter 32



Dokja yang berada di samping Shinwo pun ikut berdiri untuk mengambil sarapan di dapur. "Udah, kalo kamu yang biasanya bikin makan malam pun selalu membawakan makanan untuk Jae-Hee juga, kan!" /sambil memegang kepala Shinwo.


Jae-Hee "kakak tumben masih di rumah?" Menatap Suk-Joo sambil makan.


"Karena kemarin, kakak masih merasa capek. Jadi kakak bakal istirahat hari ini, besok baru kerja lagi." Senyum sambil mengusap makanan yang menempel di wajah Jae-Hee dan kembali tersenyum manis seakan akan tidak terjadi apa-apa


Untuk sesaat Jae-Hee merasa tersentak dengan kelakuan Suk-Joo barusan dan wajah Jae-Hee menjadi memerah untuk sesaat, Jae-Hee mencoba untuk menutupinya dengan menundukkan kepala.


"Dasar curang, kalo begini aku harus gimana!!" /kata Jae-Hee berbisik pelan sambil tersipu malu.


Karena Jae-Hee menunduk dan berguman Han-Joo seperti mendengar sesuatu dari Jae-Hee. "Adek tadi ngomong apa?!" /Menunduk sambil melihat Jae-Hee dengan wajah polos.


"Eng-Enggak, aku tadi enggak ngomong apa-apa kok!" Lanjut makan dan bersikap cuek.


Kak Shinwo dan kak Dokja pun kembali ke kursinya dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa begitu juga dengan ayah dan yang lainya, mereka hanya merasa jika kejadian barusan itu hanyalah perlakuan biasa saja yang sering terjadi di antara adik kakak yang sudah menghabiskan banyak waktu bersama, mungkin saat ini hanya Jae-Hee seoranglah yang merasa jika tadi itu membuat jantungnya berdebar yang membuat dirinya menjadi salah tingkah.


"Jadi, apakah sayangku ini jadi untuk menjenguk kakak-kakak yang sedang wamil?!" /Kata ayah yang memecahkan lamunan Jae-Hee.


Tersadar jika ayah sedang mengajaknya mengobrol Jae-Hee mulai mereda seperti biasanya lagi. "Hem, sepertinya hari ini aku juga merasa lelah. jadi, aku akan pergi besok saja." /Senyum biasa.


"Baiklah kalo gitu khusus hari ini kita akan istirahat dirumah dan tidak akan pergi kemana-mana." Lanjut ayah.


"Tapi di mana ibu dan kak Sejun?" Jae-Hee yang menuggu ibu namun tidak kunjung datang.


Suk-Joo "Ah, ibu masih tidur di kamarnya karena lelah, sedangkan kakakmu Sejun kau tahukan dia gimana"


"Ayah sudah bawakan sarapan untuk ibumu, habis sarapan dia lanjut tidur. Habis ini aja ayah mau lanjut tidur lagi." /mulai melipat koran.


"Kalo gitu ayah ke atas dulu, yah." /Mengelus dan mengecup kepala Jae-Hee, dan pergi ke kamar.


Jadi, selama sehari penuh ini mereka semua benar-benar istirahat di rumah dan tidak pergi ke mana-mana dan.


Keesokan harinya.....


Jae-Hee sudah bangun pagi-pagi sekali dan bersiap-siap untuk pergi, Jae-Hee pun segera turun untuk sarapan dan mempersiapkan bekal yang akan di bawanya.


"Selamat pagi ayah, ibu..." Sambil mengecup pipi keduanya.


Ibu "Selamat pagi sayang, apa hari ini aku akan berangkat?" /senyum.


"Hem.." /meanggukkan kepala dan duduk di kursi.


"Apa perlu ibu ikut dengan mu?!" Sedikit cemas.


"Itu akan lebih bagus, karena ibu juga belum bertemu kak Dojoon dan kak Nam-Soo." /merasa senang.


Saat ibu setuju ayah seperti terdiam sebentar dan menurunkan koran yang dia baca, melipat dan menaruhnya di atas meja.


Ayah "sayang jika kau ikut apa perlu aku juga ikut, lagian Jae-Hee sayang apa perlu ayah ikut juga?!" /Dengan tatapan yang mengatakan *tolong ajaklah aku* sambil memegang tangan ibu.


Ibu mereda tidak tega setelah melihat ayah yang bertingkah seperti itu dan bertanya kepada Jae-Hee. "Em..., Menurutmu bagaimana Jae-Hee sayang, apakah kita perlu mengajak ayahmu juga?!" /Dengan ekspresi wajah *gimana nih*


Jae-Hee pun mulai menghela nafas. "Maaf ayah, tapi hari ini khusus ibu dan aku saja. Jadi ayah tidak bisa ikut dengan kami." /Sedikit merasa bersalah namun terlihat tegas.


"Huuf...., Baiklah kalo itu maumu." /Melepas tangan ibu dan kembali membaca koran.


Kami pun mulai sarapan bersama, setelah selesai Jae-Hee sempat menuggu ibu yang masih belum selesai bersiap-siap, saat ingin keluar rumah tentu saja ayah masih merasa berat untuk berpisah.


Jae-Hee "Ayolah ayah kami gaya akan keluar satu hari ini saja...." /sambil menarik tangan ibu yang sedang ditahan ayah.


"Tidak bisakah ayah ikut, ayah bisa menjadi supir kalian kok...," Berusaha mengeluarkan air mata.


"Tapi kali ini tidak bisa ayah..., " /Ikut merengek.


Kamipun berusaha menarik ibu kesisi kami satu sama lain, sampai ibu merasa capek dan menghempaskan tangan ayah dan Jae-Hee.


"Ya ampun jika kalian berdua terus seperti ini kedua tangan ibu akan lepas nantinya." /Dengan kesal.


Ayah dan Jae-Hee pun merasa bersalah karena tidak memperdulikan perasaan ibu lalu meminta maaf secara bersamaan.


Ibu pun menghela nafas dan tidak sanggup marah terlalu lama. "Baiklah ibu tidak marah lagi, Jae-Hee sayang bisakah kamu menuggu ibu di luar, ibu akan berbicara sebentar dengan ayah." //Senyum.


Jae-Hee "baiklah...." /berjalan keluar.


Setelah Jae-Hee keluar ibu mulai berjalan mendekat ke ayah dan mengusap kepala ayah. "Sayang, kita selalu bersama setiap saat. Hanya kali ini aja aku akan menemani Jae-Hee pergi, lagian aku juga sudah lama tidak melihat anakku Dojoon dan Nam-Soo kan." /Sekali lagi ibu tersenyum lembut.


"Baiklah, tapi berikan aku ciuman sebelum pergi, maka aku tidak akan masalah." Mulai memeluk ibu.


"Ya ampun, kita ini sudah mulai tua, dan lagi di sini masih ada anak-anak..." Ibu yang merasa malu.


"Lagian mereka kan lagi di ruang tengah jadi gak akan yang lihat, ayolah jika kau tidak mencium ku kau juga tidak akan pergi." //Semakin mempererat pelukannya.


"Baiklah, cepat lakukan..." /Mulai menutup matanya.


"Tidak kali ini kau yang akan melakukannya lebih dulu." /Dengan senyum licik.


"Astaga, tidak bisakah kau saja yang melakukannya." /Dengan wajah yang mulai memerah.


Ayah hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum jahil , ibu pun mulai menghembuskan nafas dan melihat sekelilingnya dan memastikan jika tidak ada anaknya yang sedang melihat, saat melihat sekeliling ayah pun juga ikut melihat sekelilingnya juga sampai di rasa benar-benar aman ibu mulai mendekat. semakin dekat mata ibu semakin sayup dan ayah terus memperhatikan wajah ibu hingga akhirnya mereka berhasil berciuman selama tiga menit, Setelah melakukannya ibu merasa malu dan pergi keluar meninggalkan ayah begitu saja setelah ibu keluar ayah pun ingin kembali ke ruang tengah ayah sempat kaget karna ada kak Suk-Joo yang berdiri di belakang ayah.