
"Seperti nya Ia ingin mencari tahu tentang Anastasya,untuk itukah ia memanggil ku ke sini?" Ayla seperti nya sudah menebak apa yang Boy pikirkan.
Tanpa harus di tanya , Ayla dengan sendiri nya menjelas kan sedikit tentang Anastasya.
"Tuan, Anastasya tidak seperti kebanyakan wanita. Dia orang yang sedikit tertutup kepada orang lain , kecuali dengan ku. Dia pekerja keras dan wanita yang mandiri." Ayla menjelaskan tentang Anastasya tanpa harus Boy meminta penjelasan . Karena seperti nya penjelasan mengenai diri Anastasya bisa menyelamatkan nya.
"oh benarkah, sudah berapa lama dia mengelola cafe itu? boy tampak lebih penasaran lagi.
Ayla tersenyum memandang wajah boy yang nampak jelas penasaran dengan kehidupan sahabat nya itu. Ayla bahkan tidak menyangka bahwa Boy bisa menjadi sosok yang berbeda seperti saat ini, karena biasa nya sosok Boy yang mereka kenal adalah boss yang dingin,angkuh,dan semena mena.
"Tuan,mengapa tidak menanyakan sendiri kepada Anastasya? cobalah untuk sering sering mampir ke cafe nya, nanti tuan akan melihat bagaimana Anastasya yang sesungguh nya."
Ayla memberikan jawaban yang membuat Boy tidak bisa berkata kata.
"Kalau begitu jam istirahat makan siang nanti kau temani aku ke sana . Kita akan pergi bertiga dengan pak Yan. Katakan pada teman mu itu, aku belum bisa memaafkan kesalahan kemarin. Jadi aku ingin permintaan maaf yang lebih resmi.!" Boy mengucapkan kalimat itu dengan tegas, dan itu membuat Ayla langsung memahami situasi yang terjadi.
"Sekarang pergilah , kembali bekerja! perintah Boy kepada Ayla.
"Kalau begitu saya permisi tuan." Ayla bangkit dari tempat duduk nya,menundukan kepala nya dan melangkah keluar dari ruangan Boy.
Boy kembali ke kursi kerja nya, ia memegang gagang telpon hendak melakukan panggilan
"pak yan , kemarilah! boy menutup telpon nya setelah memberi perintah kepada sekretaris sekaligus pelayan kepercayaan nya itu.
Pak yan keluar dari ruangan nya , dan berjalan ke arah ruang kerja boy.
"Ya , jam makan siang nanti kita akan kembali ke cafe wanita itu!" boy menatap pak yan.
Pak yan sudah mengerti maksud dari tuan muda nya.
"baiklah tuan,saya mengerti" timbal pak Yan.
Setelah memberitahu hal itu , pak Yan kembali masuk ke ruangan tempat ia bekerja.
Namun,ada beberapa pertanyaan yang terbesit di pikiran nya . Menurut nya tidak biasa nya tuan muda melakukan hal itu .
Biasa nya dia akan langsung menandai tempat yang tidak sesuai dengan aturan nya. Apalagi tempat itu telah meninggalkan kisah yang tidak mengenakan.
"bukankah biasa nya dia tidak akan mau lagi menginjakan kaki nya ke tempat yang meninggalkan kesan buruk? ha... tapi yasudahlah , terserah mu saja tuan muda, aku hanya melakukan apa yang anda perintahkan kepada ku. Pak yan nampak nya berkata sendiri di dalam ruangan nya.
Boy, seperti nya memikirkan sesuatu .
Fokus pikiran nya seperti nya bukan lagi terhadap dokumen yang di depan nya,melainkan pada si pemilik cafe.
"Selama ini apa yang aku jalani seperti nya sedikit membosankan,bagaimana kalau aku bermain sedikit dengan wanita itu? wanita yang sama persis seperti wanita itu! awal nya kau memang seperti malaikat tapi aku tahu kau akan seperti dia." Tiba tiba pikiran Boy membawa nya ke rencana yang selama ini belum pernah ia lakukan.
Wanita yang dimaksud Boy adalah cinta pertama nya. Walaupun sifat nya mirip dengan sang ibu,tapi boy tetap yakin bahwa wanita itu akan sama seperti cinta pertama nya.