
Mereka berdua pun menikmati makanan mereka sampai selesai.
Setelah menyelesaikan makan siang mereka,Anastasya pun kembali mengajak Boy berbincang.
"Hm..terimakasih untuk makan siang nya." Ucap Anastasya seraya menatap ke arah Boy sambil tersenyum.
"Sama sama."
Ucap Boy singkat tanpa ekspresi apapun.
Seperti nya setelah berbaikan dengan Boy dan menjalani hari hari nya tanpa penekanan dari Boy,Anastasya sudah kembali menjadi diri nya yang dulu.Hari hari nya pun penuh dengan senyuman.
"Boy! Apa aku boleh memberi mu sebuah saran sebagai seorang teman?" Ujar Anastasya.
"Katakan" Ucap Boy singkat.
"Cobalah untuk belajar tersenyum kepada semua orang yang kau jumpai,sayang sekali wajah mu yang tampan itu kalau kau tidak pernah menghiasi nya dengan senyuman." Tatap Anastasya ke wajah mata Boy.
"Lupakan!"
"Lupakan? kenapa ? aku hanya memberi mu saran supaya setidak nya wajah mu yang tampan itu bisa sedikit terlihat cerah."
"Aku tidak suka"
"Kau memang laki laki aneh.
Senyum saja kau tidak suka bagaimana orang mau berteman dengan mu!"
Ucap kesal Anastasya.
"Aku tidak perlu teman,dari dulu hingga saat ini aku hanya punya sedikit teman.Jari ku pun masih bisa menghitung jumlah nya"
Ucap Boy dengan tatapan tajam ke arah Anastasya.
"Psikopat? aku tidak seperti itu. Tarik kembali ucapan mu." Tatap Boy dengan melotokan kedua mata nya ke arah Anastasya.
"Lihat,lihat bagaimana ini di katakan tidak psikopat. Kau baru saja mengancam ku menggunakan mata mu."
Ucap Anastasya seraya menunjuk ke arah kedua mata Boy.
"Aku tidak mengancam mu! jangan mengarang!"
"Kau bilang tidak mengancam ku! tapi coba lihat di kaca bagaimana tatapan mata mu itu melihat ku saat aku mengatakan kau seperti psikopat." Ucap Anastasya kesal.
"Kau tahu tuan muda Boy!! Hanya psikopat yang tidak ingin memiliki teman.Kau tahu kenapa? karena ia hanya berteman dan percaya pada diri nya sendiri.Karena apa? ya karena dia selalu memikirkan rencana rencana yang tidak baik untuk orang lain.! Dan kau seperti nya termasuk salah satu dari mereka!
"Jangan bodoh. Aku tidak pernah memiliki pemikiran seperti itu."
"Lalu kenapa kau tidak perlu teman? semua orang itu butuh seorang teman!"
"Karena tidak semua teman dapat mengerti kita dan ku pikir mereka tidak berguna."
"Tuan muda yang kaya raya!! dengar kan aku ya..
Semua orang wajib memiliki seorang teman. Kau tahu kenapa? karena manusia itu pasti membutuhkan orang untuk mengetahui posisi dirinya. Karena,ketika kita sukses membangun interaksi satu sama lain itu akan menjadi sebuah celah dimana kita bisa menemukan kebahagiaan."
"Jangan samakan aku dengan mu.Aku sudah terbiasa dengan diri ku sendiri,dan aku bisa mengatasi nya."
"Jangan terlalu percaya diri hanya karena kau merasa mampu.
Kalau memang kau tidak memerlukan seorang teman,lalu aku mau tanya. Apa kau bisa melakukan semua pekerjaan mu tanpa bantuan pak yan? bukan kah pak yan selama ini selalu ada di belakang mu untuk membantu pekerjaan mu.?
Boy tampak diam sejenak mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Anastasya.Boy memang selalu membutuhkan pak Yan,karena Pak Yan adalah satu satu nya orang yang di percaya oleh Boy dalam hal apapun.