
Hari berganti hari,Anastasya juga sudah keluar dari rumah sakit,dan sudah melakukan aktivitas biasa nya.
Pagi ini,Anastasya datang lebih awal ke cafe milik nya.
Ia bahkan merapikan meja meja yang ada di dalam cafe sembari menunggu para karyawan nya datang.
Saat sedang sibuk membereskan semua nya,tiba tiba terdengar Hp Anastasya berdering dari dalam tas nya.
Anastasya meninggalkan kerjaan nya,dan mengambil hp nya.
Di layar Hp nya jelas tertulis nama "Psiko" yang berarti itu adalah panggilan dari Boy.
"Hallo."
Ucap Anastasya.
"Kau dimana? dan sedang apa?"
Ucap Hans yang terdengar dari balik Hp.
"Kalau mau bertanya,bertanya lah satu satu."
"Kau dimana?" Terdengar suara datar nya Boy.
"Aku sedang di cafe.Ada perlu apa?"
"Nanti,temani aku makan siang.Supir ku akan menjemput mu,jadi bersiap lah sebelum supir datang menjemput mu."
"Kau seenak nya lagi.Penyakit mu seperti nya kumat lagi."
Ucap Anastasya yang mulai tampak kesal.
"Aku tidak ingin berdebat dengan mu,aku sudahi."
Begitu mengatakan menyudahi nya,panggilan tersebut terputus.
Anastasya yang awal nya ceria pagi itu,kini terlihat menjadi masam. Ia juga tampak sedikit kesal dengan Boy.
"Lagi dan lagi kau seenak nya saja.Dasar psiko." Gumam Anastasya.
Tidak mau ambil pusing,Anastasya pun melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Ia membereskan meja meja yang ada di cafe.
"Nona,kenapa nona yang melakukan nya. Ini kan pekerjaan kami."
Ucap salah satu karyawan nya sambil mendekati Anastasya.
"udah gak papa,kita kan sama sama kerja,kamu beresin yang lain aja sana."
Ucap Anastasya sambil tersenyum ke arah karyawan nya.
Karyawan nya pun tampak mengiyakan apa yang di katakan Anastasya,lalu mengerjakan bagian mereka masing masing.
Ada yang menyapu lantai,ada yang mengatur meja kasir,dan ada yanag mengepel lantai.
Pagi itu,tampak mereka semua kerjasama dengan baik.
Sambil melakukan pekerjaan berberes,Anastasya menanyakan mengenai keadaan caffe saat diri nya tidak ada.
"Jen,gimana keadaan caffe waktu saya gak ada di tempat? apa semua nya aman?." Ucap Anastasya ke salah satu karyawan nya yang bernama Jeni.
Jeni adalah satu karyawan yang biasa memegang bagian kasir,dan ia juga yang biasa memantau keadaan caffe dari meja kasir.
"Hm,keadaan nya baik nona,kemarin hari pertama nona tidak ada di caffe ada beberapa orang baru datang untuk membantu pekerjaan kami.Kata mereka,mereka adalah orang suruhan nona untuk membantu kami.Jadi,kami dengan senang hati menyambut kedatangan mereka." Ucap Jeni
Anastasya tampak berpikir sejenak.
Ia tahu betul bahwa itu pasti orang yang dikirim kan oleh Boy.
Anastasya pun merasa bersyukur untuk bantuan kecil itu.
Setidak nya caffe nya tidak terlantar.
Tidak terasa waktu terus berjalan,jam makan siang pun tiba.
Anastasya tampak bersiap siap menunggu jemputan yang akan di kirim kan oleh Boy.
Tak berapa lama kemudian,supir yang menjemput Anastasya tiba di depan pintu masuk caffe nya.
Anastasya langsung masuk ke dalam mobil.Dan segera meninggalkan caffe nya.
Setelah 10 menit perjalanan,Anastasya pun tiba di restoran yang sudah di pilih kan oleh Boy.