Dating Contract

Dating Contract
Terserahmu



Salomo prayuda,adalah salah satu pemilik perusahaan tekstil yang bekerja sama dengan perusahaan Boy.Bukan hanya dengan diri nya,Ayah Salomo juga merupakan rekan bisnis ayah Boy.


Jadi,mau tidak mau Boy harus hadir di pesta pertunangan nya,setidak nya untuk menghargai kerjasama mereka selama ini.


Pada saat pak Yan memberitahu mengenai undangan tersebut,yang pertama di pikirkan oleh Boy adalah Anastasya.


Ia ingin membawa gadis itu bersama nya.


Lalu Boy pun langsung menghubungi Anastasya.


"Halo..


Pemilik cafe..


Apa Kau punya kegiatan besok malam?" tanya Boy.


"Tidak,ada apalagi?" terdengar suara ketus Anastasya dari balik Hp Boy.


"Besok malam jam 7 ikutlah dengan ku.Aku mendapat undangan untuk menghadiri pesta pertunangan rekan bisnis ku.Jadi datang lah bersama ku sebagai pasangan besok."


"Tidak..aku tidak mau.Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali."


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.Percayalah,aku sudah berjanji padamu."


"Tidak,aku tidak mau.Jangan memaksa ku."


"Kau harus mau!! Aku tidak akan menyakiti mu,jangan lupa dengan kontrak itu!


Jangan membuat ku memaksa mu dengan cara yang kasar."


Ucap Boy dengan nada keras.


Setelah berbicara seperti itu,tidak terdengar ada jawaban dari hp nya.


"Hallo...haloo...Apa kau masih mendengar ku?


Ucap Boy kesal.


"Halo...


Jangan membuat ku marah Anastasya.!"


Ucap nya lagi.


"Aku mendengar mu.Terimakasih karena telah mengingkari janji mu! Aku benar benar sangat kecewa dengan mu." Terdengar suara Anastasya bergetar dari balik Hp.


"Pemilik caffe,dengarkan aku.


Aku tidak pernah mengingkari janji ku.Kau selalu mengatakan aku mengingkari janji,tapi aku tidak mengingkari nya..Aku bicara baik baik padamu.Aku hanya ingin kau menemani ku untuk menghadiri undangan itu,aku berjanji tidak akan menyakiti ataupun mengulang kesalahan yang sama seperti kemarin.Dan ingat,masih ada perjanjian kontrak di antara kita. Jadi Percayalah padaku."


Ucap Boy lembut berusaha menyakin kan Anastasya.


"Terserahmu"


Balas Anastasya,lalu mengakhiri panggilan nya.


Setelah panggilan itu di akhiri oleh Anastasya,Boy pun mengirim nya pesan teks singkat.


"Besok,pak Yan akan mengantarkan gaun dan sepatu untuk kau pakai besok.


Jadi,bersiap lah."


Ketik Boy pada pesan teks yang dia kirim kan ke Anastasya.


***


Anastasya yang masih di caffe,masih kesal setelah pembicaraan nya dengan Boy.


Ia merasa Boy sangat menjengkelkan.Ia bahkan tidak pernah sehari pun bisa menghindari nya.


"Dasar laki laki psiko! Janji? Janji apanya!!Tidak ada yang bisa kau tepati satu pun.Kalau mau pergi undangan yasudah baea wanita lain saja.Kenapa selalu aku yang harus menjadi sasaran mu!!! argggghhh."


Gumam Anastasya kesal sambil mengacak acak rambut nya.


Pada saat Anastasya masih sibuk dengan pikiran nya,tiba tiba ada seseorang yang datang menemui nya.


tok..tok..tok..


Terdengar suara ketukan dari balik pintu ruangan nya,membuat pikiran Anastasya menjadi buyar seketika.


Gumam Anastasya seraya menoleh ke arah pintu


Seseorang yang mengetuk pintu nya pun masuk ke ruangan Anastasya.


Melihat sosok yang masuk ke ruangan nya,Anastasya menjadi sangat bersemangat.


"Aylaa....." Ucap Anastasya seraya menghampiri Ayla lalu memeluk nya erat.


"Maaf,sudah lama aku tidak mengunjungi caffe mu." Balas Ayla yang masih memeluk erat Anastasya.


"Iya,kau sudah seperti orang asing sekarang.Kau bahkan tidak pernah mengirimi ku pesan sekalipun,atau untuk berkunjung pun tidak pernah lagi."


Ucap Anastasya dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Maaf kan aku An.Sungguh aku tidak bermaksud untuk seperti itu." Balas Ayla.


"Yasudah,ayo kita duduk dulu."


Ajak Anastasya


Setelah Ayla mendaratkan pantat nya di sofa,Anastasya pergi meninggalkan Ayla sebentar untuk menyuruh karyawan nya membuatkan mereka berdua minum.


Setelah itu,Anastasya dan Ayla kembali berbagi cerita satu sama lain.


Ayla pun menceritakan alasan yang membuat nya tidak bisa mengunjungi Anastasya.


Ternyata Ayla di pilih oleh Boy untuk mewakili dirinya menemui dan memperkenalkan produk baru yang akan mereka rilis kepada pemimpin perusahaan x yang akan mereka ajak bekerja sama untuk merilis produk baru mereka.


Boy memberi kesempatan kepada Ayla untuk mempresentasekan hasil kerja dari produk mereka,dan lokasi nya pun berada di luar kota.Jadi,saat itu Ayla benar benar sibuk mempersiapkan segala nya.


Begitpun Anastasya,Ia juga menceritakan perkembangan hubungan nya dengan Boy.


"Benarkah Ay? tapi kenapa dia tidak memberitahuku?"


Ucap Anastasya dengan ekspresi kesal setelah mendengar cerita Anastasya.


"Ha..kau seperti tidak tahu saja dia seperti apa.Lagi pula untuk apa dia memberitahu mu soal ini.Kau kan tidak punya hubungan apa apa dengan nya." Ucap Ayla.


"Iya,tapi setidak nya kan dia tahu aku teman dekatmu.


Lagi pula kau tahu sendiri aku dan dia kan ada hubungan kontrak.Aku juga sudah menjadi teman nya,jadi tidak ada salah nya dia memberitahu ku."


"Kau benar An,tapi ya kau mengerti sendiri sajalah sifat dan karakter nya."


"Hm..Kau benar juga An.Setelah ku ingat ingat dan aku pikir pikir dia kan memang tidak pernah perduli sekitar nya,apalagi aku juga hanya sebatas teman dan sebatas pacar kontrak nya."


"Ya begitu lah An.


Tapi,kalau di bilang tidak perduli seperti nya tidak juga An.Aku memang tidak banyak bicara dengan nya selama ini,tapi ketika dia memanggil ku ke ruangan nya dan memilihku untuk mempresentasekan hasil produk kami,aku bisa melihat bahwa ia setidak nya memperhatikan karyawan kecil seperti ku, walaupun ia tidak menampak kan nya."


Ucap Ayla.


"Di tambah lagi,waktu itu aku bertanya alasan kenapa dia memilihku,dia bilang dia memilih ku karena hasil kinerja ku tidak pernah menurun seperti yang lain.Dan juga...


Ayla tampak menahan ucapan nya.


"Dan juga apa Ay??? cepat beritahu aku! " Ucap Anastasya penasaran.


"Dan juga kata nya karena ia ingin memberikan kesempatan kepada sahabat dari pacar nya untuk belajar banyak mengenai pekerjaan.Setidak nya untuk membuat ku jauh lebih maju daripada sebelum nya."


Ayla menatap kedua bola mata Anastasya.


"Dia berkata seperti itu?


Wah...dia memang benar benar seperti psiko,tidak bisa di tebak sama sekali apa yang di pikirkan nya."


Balas Anastasya yang tampak tidak percaya.


"Iya .Memang seperti itu yang dia katakan.


Setidak nya dia tidak seperti yang kita pikirkan.


Walau sikap dingin nya seperti itu,tapi dia masih punya rasa perduli."


"Kau benar Ay..tampilan dan sifat seseorang tidak bisa di duga sama sekali."


Balas Anastasya.