Dating Contract

Dating Contract
Baru bangun



Setelah perbimcangan panjang lebar mya dengan Ayla di caffe,Anastasya benar benar mengingat kembali tentang perlakuan Boy pada nya.


"Sebenarnya dia tidak terlalu buruk,hanya saja sifat nya yang suka memaksa itu yang membuat ku jengkel dan kadang membenci nya.Tapi,kalau di ingat ingat dia memang punya sedikit kebaikan.Mungkin apa yang pernah terjadi pada nya membuat nya jadi bersikap seperti itu.


Aku tahu sebenar nya dia kesepian.


Di bandingkan dengan ku yang juga kesepian kurasa kesepian yang dia rasakan selama ini jauh lebih parah di banding keadaan ku.


Ha...tapi baik lah karena kau sudah memperlakukan sahabat ku dengan baik,aku pun akan memperlakukan mu dengan baik mulai saat ini."


Gumam Anastasya dalam hati nya.


****


Hari berganti hari,setelah semalam Anastasya menghabiskan banyak waktu nya dengan sahabat nya,hari ini Anastasya pun akan bersiap untuk menghadiri acara rekan bisnis Boy.


Flasback


Pagi itu,pak Yan sudah berada di depan rumah Anastasya.


Pak Yan membunyikan klakson mobil nya sekali.Tapi,karena tidak ada jawaban dari dalam Pak Yan pun turun dari mobil dan mencoba untuk menekan bell rumah Anastasya.


Pak Yan menekan bell rumah itu beberapa kali hingga akhirnya pak Yan mendapat jawaban dari dalam rumah tersebut.


"Iya.


Tunggu sebentar."


Teriak Anastasya dari dalam rumah nya.


Anastasya membuka pintu rumah nya dan mendapati pak Yan sudah berdiri di depan pintu sambil memegang box besar berwarna putih.


"Non,ini titipan dari tuan"


Ucap pak Yan sopan sambil tersenyum dan memberikan box itu ke tangan Anastasya.


"Oh terimakasih pak Yan,ini pasti gaun dan sepatu yang dia maksud"


Ucap Anastasya sambil tersenyum.


"Iya nona.Tuan bilang nona bersiap siap lah sore nanti,supir dan tuan Boy akan menjemput nona."


"Hm..oke pak Yan.Terimakasih banyak.


Mau singgah dulu pak untuk minum?" Tawar Anastasya.


"Hehe..baiklah kalau begitu pak Yan.Maaf sudah membuat bapak menunggu lama tadi,karena aku baru bangun." Ucap Anastaya tersenyum lebar.


Lalu pak Yan pun berlalu meninggalkan rumah Anastasya.


***


Sore pun tiba,Anastasya sudah bersiap siap menunggu jemputan.


Ia sudah memakai Gaun yang di berikan oleh Boy.


Warna Gaun itu sangat serasi dengan kulit Anastasya yang putih.Begitu pula dengan sepatu yang ia kenakan,membuat kaki jenjang nya semakin indah.


Wajah Anastasya hanya di poles dengan make up tipis namun tetap membuat wajah nya kelihatan cantik.


Tit..tit..tit..


Terdengar suara klakson berbunyi di depan rumah Anastasya.


Anastasya dengan segera keluar dari rumah nya.


Boy yang melihat tampilan Anastasya menatap dengan dalam,Anastasya begitu anggun menggunakan gaun yang ia berikan.Ia memandangi Anastasya dari dalam mobil sementara Anastasya mengunci pintu rumah nya.


Setelah itu,Anastasya masuk ke dalam mobil.Di dapati nya Boy sudah duduk di kursi belakang menggunakan blezer berwarna abu abu.


Ia memandangi wajah Boy yang terlihat sangat tampan dari biasa nya.


"Jangan memandangi ku.Aku risih!" Ucap Boy yang sadar bahwa Anastasya memperhatikan diri nya.


"Dasar psikopat,siapa yang memandangi mu!" Gumam Anastasya pelan dengan menahan malu karena sudah ketahuan memandangi wajah Boy.


Akhir nya Anastasya hanya menatap ke arah luar melalui kaca pintu mobil.Ia tidak bicara sedikit pun.Sedangkan Boy,ia sesekali memperhatikan Anastasya yang sedang asik melihat kendaraan melintas melalui kaca jendela mobil.


Hingga tidak terasa,mobil tersebut sudah sampai pada tujuan nya.


Anastasya pun memperhatikan lokasi pemberhentian mobil.Ia melihat sekeliling tempat mereka berhenti.Sama sekali tidak ada gedung untuk perayaan pesta pertunangan,yang ada hanya salon mewah.


"Kenapa kita berhenti di sini? Apa acara nya di dalam salon?" Ucap Anastasya polos.


Supir yang mendengar ucapan Anastasya pum tertawa kecil.Ia merasa lucu melihat kepolosan Anastasya.


"Dasar bodoh! Untuk apa merayakan pertunangan di salon.


Cepat masuk lah,jangan banyak bicara.Nanti bisa terlambar kalau kau bertanya terus." Ucap Boy ketus seraya masuk ke dalam salon.