Dating Contract

Dating Contract
Ambruk



Seperti dugaan pak Yan, pagi ini Anastasya masih berbaring di atas tempat tidur nya.


Tubuh nya merasa enggan untuk bangun.


Anastasya merasa kepala nya sangat berat,suhu tubuh nya juga tidak seperti biasa nya.Badan nya serasa di remukkan.


Anastasya mencoba untuk bangun dari tidur nya,ia mencari beberapa obat yang tersimpan di laci kamar nya.


Sudah menjadi kebiasaan bagi Anastasya untuk menyimpan beberapa obat di laci kamar nya.Ia merasa harus berjaga setiap waktu apabila tiba tiba kondisi nya sedang tidak sehat.


Anastasya pun menemukan obat penghilang sakit kepala,ia meminum obat itu dengan 2 gelas air putih.


5 menit kemudian,Anastasya merasa kepala nya sudah lebih mendingan,namun tetap saja badan nya masih terasa seperti di remukkan.Suhu tubuh nya pun belum juga stabil.


Akhirnya Anastasya membaringkan kembali tubuh nya di atas tempat tidur.


*************


Setelah perbincangan nya dengan pak Yan,Boy pun memutuskan untuk mengunjungi rumah Anastasya,ia merasa perlu bertanggungjawab tentang kejadian yang sudah terjadi.


Boy dan pak Yan pun berangkat menuju rumah Anastasya.


Setelah 20 menit,sampai lah mereka di depan rumah Anastasya.


Pak Yan membuka kan pintu mobil untuk Boy.


Boy keluar dari mobil,dan berdiri tepat di depan pintu rumah Anastasya.


Ia menekan bel rumah Anastasya berkali kali.


Tapi,tidak ada jawaban dari dalam.


"Apa dia tidak di rumah?" Ujar Boy menatap ke arah pak Yan.


"Saya juga tidak tahu tuan,coba tuan tekan lagi bell nya,barangkali nona itu tidak mendengar karena ia sibuk menonton."


"baik lah." Ujar Boy


Boy menekan kembali bell rumah Anastasya.


Akhirnya Anastasya pun mendengar bunyi bell tersebut setelah berkali kali di bunyikan.


"Iya,tunggu sebentar."


Kaki nya mencoba untuk menopang tubuh nya yang lemah.Semakin mencoba untuk melangkah,tubuh Anastasya semakin bergetar karena menahan sakit.


Anastasya membuka pintu rumah nya,dan ia terkejut dengan sosok yang ada di depan nya.


Wajah Anastasya tampak begitu pucat,tubuh nya begitu lemah. Boy yang melihat kondisi Anastasya pun merasa sangat khawatir tentang kondisi nya.


"Ada apa dengan mu? kau sakit? kau pucat sekali. Ayo ke rumah sakit!"


Ujar boy yang tampak khawatir sambil memegang kedua bahu Anastasya.


Anastasya yang masih berdiri di hadapan Boy pun rasanya tidak punya tenaga lagi untuk menjawab setiap pertanyaan Boy.


Dan tiba tiba tubuh nya pun ambruk.


Boy pun dengan siggap menangkap tubuh kecil Anastasya.


Ia mengangkat tubuh Anastasya dan membawa nya masuk ke mobil.


Pak Yan membantu untuk mengunci rumah Anastasya, lalu segera masuk mobil.


"Kita langsung ke rumah sakit pak Yan"


Ujar Boy yang merasa khawatir.


"Baik tuan."


Pak Yan pun melajukan mobil nya dengan kecepatan maksimum.


Setelah 30 menit,mereka pun sampai di depan pintu masuk rumah sakit.


Pak Yan membuka pintu mobil untuk Boy,lalu memanggil beberapa perawat untuk membawa tubuh Anastasya.


Perawat memanggil kan Dokter,


membawa masuk tubuh Anastasya ke dalam ruang pemeriksaan.


Sementara Boy dan pak Yan masih berjaga di depan ruang pemeriksaan Anastasya,menunggu hasil dari pemeriksaan.


Tak lama kemudian,dokter yang memeriksa keadaan Anastasya keluar dari ruang pemeriksaan.


Lalu Boy dengan cepat menghampiri dokter tersebut.