Dating Contract

Dating Contract
Undangan



Jangan memaksakan kehendak mu tuan! Tepati janji mu !


Jangan membuat kesalahan yang sama 2 kali." Tatap Anastasya dengan tajam ke arah Boy.


Suasana di antara mereka pun menjadi dingin dan menegangkan.


"Jangan menatap ku seperti itu.Aku tidak pernah ingkar soal janji.Aku tidak pernah memiliki teman,jadi temanilah aku.Tapi,kalau kau merasa keberatan yasudah tidak apa apa.Aku tidak akan memaksa mu lagi."


Boy menatap kedua bola mata Anastasya.


Mendengar perkataan Boy yang seperti itu,Anastasya pun tampak berpikir.


"Dia pasti kesepian karna tidak punya teman,tapi tidak mungkin juga aku menemani setiap hari.Tapi... kasihan dia, terkadang dia punya sisi yang menyebalkan,terkadang sisi yang tidak terduga.Lalu aku harus gimana dong???


Aku harus menjadi teman yang baik untuk nya,siapa tahu dia bisa berubah.Ya kan?


Iya iya..Anastasya kamu pasti bisa..Chayo.." Gumam Anastasya dalam batin nya.


Setelah keheningan itu,pelayan yang membawa pesanan mereka pun datang,dan menata makanan di atas meja mereka.


Belum ada dari mereka yang menyentuh makanan nya.Suasana itu menjadi canggung,sehingga makanan yang telah tersedia di meja pun tidak mereka sentuh.


Anastasya yang menatap kosong ke arah makanan serta menatap ke arah Boy pun mencoba untuk memecah suasana canggung di antara mereka.


"Ayo makan..kenapa kamu diam saja"


Ucap Anastasya seraya menggengam garpu dan sendok di tangan nya.


"Hm." Balas Boy singkat.


"Aku sudah memikirkan nya.


Ku pikir aku memang harus menemani mu untuk makan siang.


Aku juga akan berusaha untuk selalu bisa menemani mu makan siang.


Dan kau tahu kenapa aku mau menyetujui nya?


Karena aku sudah menjadi teman mu.Dan aku tidak ingin teman ku menjadi pria kesepian yang makan siang selalu dengan diri nya sendiri."


Gumam Anastasya sambil memakan makanan nya dan sesekali menatap ke arah Boy.


"Terimakasih."


Anastasya yang mendengar kata terimakasih dari mulut Boy pun tersenyum lebar.


Ia jarang mendengar Boy mengatakan hal seperti itu.


Setelah menyelesaikan makan siang nya.Boy mengantarkan Anastasya kembali ke caffe nya.


Anastasya pun langsung bergegas masuk ke dalam caffe setelah mengucapkan salam perpisahan dan rasa terimakasih nya pada Boy.


Supir Boy pun langsung melajukan mobil nya dan pergi meninggalkan caffe milik Anastasya.


Anastasya pun kembali melanjutkan kegiatan nya di caffe,ia membantu para karyawan nya untuk melayani pengunjung.


***


Boy yang sudah tiba di kantor pun kembali mengerjakan dokumen dokumen yang harus ia selesaikan.


Saat sedang sibuk mengerjakan beberapa dokumen,Pak Yan datang menghampiri Boy.


tok...tok...tok..


"Masuk."


Ucap Boy sambil menyandarkan kepala nya di tempat duduk.


"Maaf mengganggu tuan,saya mau memberitahukan ada undangan dari Tuan Salomo.


Beliau mengundang tuan undang datang di acara pertunangan besok malam."


Pak Yan menyerahkan undangan nya ke tangan Boy.


"Dia pasti mengundang pengusaha pengusaha lain ke pesta nya."


Gumam Boy seraya menatap undangan.


"Benar tuan,tuan salomo mengundang rekan rekan sesama pengusaha dan juga orang orang penting ke pesta nya." Jawab Pak Yan.


"Hm...baiklah,aku akan mempertimbangkan nya." Ujar Boy.


Setelah Pak Yan meninggalkan ruangan Boy, Boy pun langsung mengeluarkan hp nya saku dalam jas nya.


Ia mencari kontak Anastasya di hp,lalu mengirimkan pesan kepada Anastasya.