
Boy yang sedari pagi tadi sudah pergi bekerja tampak masih menyesali perbuatan nya .
Pagi ini bahkan ia enggan untuk menggangu tidur Anastasya.
Rencana awal yang harus nya membuat nya di temani Anastasya dalam pekerjaan nya kini harus ia lupakan. Ia tidak ingin membuat kekacauan seperti kemarin malam.
Sebelum berangkat bekerja ia hanya menitip pesan kepada para pelayan di villa itu agar menyiapakan sarapan dan berbagai keperluan yang di butuhkan Anastasya . Dan ia akan pulang ke villa tepat jam 2 siang setelah segala urusan pekerjaan nya selesai.
****************
Ayla yang mendengar cerita Anastasya merasa marah dan geram. Perlakuan Boy sudah di luar batas.
Ia tidak menyangka Boy akan sekasar itu kepada sahabat nya.
"An,pergilah dari situ sekarang juga.! pulang lah. Kalau sampai dia ribut dengan mu karena kau pulang lebih dulu, aku yang akan menghadapi nya."
Ucap Ayla dengan intonasi meninggi.
"Aku memang berencana untuk pergi lebih awal Ay, aku akan meminta bantuan Mark."
"Iya pilihan mu tepat An, kau beruntung alam kembali mempertemukan kalian berdua di waktu yang tepat."
"iya ayla, kau benar,aku bersyukur setidak nya aku tidak terpojok di tempat ini tanpa tujuan! Aku bahkan tidak melihat wajah nya lagi!!"
"Segera lah berkemas An. Dan hubungi Mark!!"
"Iya ayla aku akan menghubungi Mark.
Kita sudahi sampai di sini saja ya dulu Ay. Sampai jumpa di rumah ku nanti saat aku sampai."
"baiklah. hati hati An. Bye"
Mereka berdua menyudahi pembicaraan mereka.
Sekarang Anastasya mencoba untuk menghubungi Mark. Saat ini di kepala nya hanya ada kata pulang.
Ia ingin secepat nya keluar dari villa itu.
Anastasya menekan tombol panggilan nya ..
tuut..tuuuttt...tuutt....
Panggilan pertama Anastasya tidak mendapat respon dari Mark.
"Apa Mark sedang bekerja ya? kurasa aku akan menggangu kalau harus menelpon lagi." Ucap anastasya yang berbicara dengan diri nya sendiri sambil menatap layar hp nya.
Merasa tidak punya pilihan lain, Anastasya memesan taksi online. Dan tujuan nya saat ini adalah bandara.
Anastasya menyeret koper nya dan membuka pintu.
Ia leluar dari kamar , dan menutup kembali pintu kamar nya.
Ketika akan menutup pintu kamar nya,Anastasya menemukan selembar kertas berwarna kuning.
Bertuliskan "Maaf kan aku, Aku tidak bermaksud melakukan itu, sekali lagi
toling maaf kan aku! Ini permintaan maaf ku dari lubuk hati yang paling dalam"
(Boy)
Membaca tulisan itu membuat rasa sakit hati Anastasya sedikit berkurang
Setidak nya ia merasa bahwa boy masih memiliki hati nurani.
*********************
Para pelayan yang melihat Anastasya membawa koper datang menghampiri anastasya.
"Nona , mau kemana?" Tanya salah satu pelayan
"aku akan pulang mbak, nanti tolong
sampaikan pada tuan boy aku pulang lebih awal" .
Anastasya tersenyum ke arah pelayan
tersebut.
"*Tapi nona, apa tidak menunggu tuan pulang dulu? nanti takut nya tuan marah"
"Tidak mbak , dia tak akan marah. Tugas ku sudah selesai . Aku harus pulang"
"Baiklah kalo begitu non. Hati hati di jalan ya non* .
*********************
Anastasya tiba di bandara , ia memesan tiket untuk keberangkatan nya.
kring....kring....kring....
Hp Anastasya berdering menandakan panggilan masuk.
"Mark"
Nama yang tertera di layar hp Anastasya.
"*Hallo Mark"
"An, apa kau menelpon lu tadi ? maaf aku tidak menjawab telpon dari mu. Aku sedang meeting dengan beberapa client tadi*."
" *tidak apa apa Mark, lanjutkan lah pekerjaan mu,aku tidak ingin menganggu mu"
"Pekerjaan ku sudah selesai An. Ada perlu apa kau menelpon ku tadi*?"
"hmmm...tadi nya aku pengen minta tolong padamu untuk mengantarkan ku ke bandara, tapi sekarang sudah tidak jadi. Aku sudah naik taksi online."
"Kau mau pergi? kemana An? katakan kemana kau akan pergi kali ini?!
Mark merasa terkejut mendengar perkataan Anastasya yang ingin pergi ke bandara.
"iihhh.. apaan sih Mark, kamu kayak buat aku mau pergi jauh ajaa...! "
"memang iya An, dulu kau sudah pergi jauh tanpa memberiku kabar sedikit pun, dan kita bahkan baru berjumpa dan kau akan pergi lagi? Apa kau tidak memikirkan ku sedikit pun An?"
Mendengar perkataan Mark seperti itu,membuat hati Anastasya merasakan getaran yang berbeda. Ia memang selalu merasa bersalah mengenai kepergian nya yang secara tiba tiba tanpa memberi kabar sedikit pun kepada Mark waktu itu. Namun,ia pun bahkan tidak bisa berbuat apa apa saat itu selain mencoba untuk bertahan hidup.
"Mark, dengarkan aku. Aku memang selalu merasa bersalah karena pergi tanpa memberitahu mu waktu itu,tapi percayalah Mark, waktu itu aku pun mengalami masa sulit dalam hidup ku. Dan kali ini kita di jumpa kan kembali oleh alam dan aku tidak ingin melakukan hal yang sama. Aku sudah menelpon mu tapi aku tahu, aku tidak bisa terus terus melakukan panggilan telpon larena aku paham kau pasti sedang sibuk dengan pekerjaan mu.
Dan saat ini pun,aku mau mengangkat telpon dari mu aku juga ingin memberi tahu bahwa aku tidak akan kemana mana Mark. Aku hanya akan pulang ke kampung halaman ku. Dan kau tahu betul di mana itu.
Kau bisa berkunjung kapan pun kau mau. Aku akan memberimu alamat lengkap ku bila kau ingin berkunjung suatu saat nanti."
Anastasya berusaha menjelaskan semua nya agar Mark tidak lagi khawatir mengenai dirinya.