Dating Contract

Dating Contract
Merindukan mu



"Sudahlah,kau tidak perlu merasa bersalah begitu,yang lalu biarlah berlalu.Lain kali kalau pekerjaan mu sudah tidak padat kita bisa bertemu.Hubungi aku bila kau punya waktu,aku akan menjumpai mu"


Ucap Anastasya.


"Minggu depan semua pekerjaan ku benar benar selesai.Aku akan menjumpai mu.Jadi tunggu aku An." Ucap Mark dari balik telpon.


"Aku akan menunggu mu."


Anastasya tersenyum.


"Aku merindukan mu"


Ucap Mark dengan lembut.


Rona pipi Anastasya berubah menjadi kemerahan setelah mendengar perkataan Mark.


Entah apa yang ada di pikiran Anastasya saat ini.Tapi,ia senang mendengar Mark mengucapkan hal itu.


"Terimakasih karena sudah merindukan ku.Beristirahat lah Mark,hari sudah malam."


"Hm... iya.


Kau pun istirahat lah An,mimpi yang indah.Dan jangan sampai sakit lagi."


Ucap Mark lalu mengakhiri panggilkan telpon nya.


Setelah menyudahi panggilan telpon nya Anastasya membersihkan diri nya.


Karena belum makan malam,Anastasya pun memesan makanan melalui aplikasi gofood.


Sudah menjadi kebiasaan bagi Anastasya untuk memesan makanan melalui aplikasi gofood,karena memang keseharian nya selalu di caffe milik nya,dan jarang sekali untuk bisa memasak.


Sembari menunggu pesanan nya datang,Anastasya menghidupkan televisi yang ada di kamar nya.


Sebenarnya jarang sekali Anastasya menghidup kan tv yang ada dirumah nya,hanya saja kalau tiba tiba merasa bosan barulah Anastasya akan menyalakan tv nya.


Anastasya juga tipekal wanita yang tidak suka menonton serial tv seperti sinetron,atau pun yang berbau melow dengan alur cerita yang berbelit belit.Anastasya lebih menyukai film berbau action,dan fantasy.


Setelah menunggu hampir 35 menit,akhirnya pesanan nya datang.


Anastasya langsung melahap makanan nya sambil menonton tv.


Selesai makan,Anastasya masih duduk sebentar di tempat tidur nya sambil menonton tv.


Ketika Film berakhir,Anastasya pun mematikan tv nya dan langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur,tak lama setelah itu Anastasya pun terlelap dalam tidur nya.


****


Pagi kembali menyapa,di kediaman Boy tampak ia sedang sarapan bersama ayah nya.


Seperti biasa,mereka juga akan berbincang mengenai hal hal yang ingin mereka bahas.


"Boy."


Ucap Ayah Boy seraya memakan roti yang ada di tangan nya.


"Iya Ayah." Jawab Boy menatap ayah nya.


"Sebentar lagi usia mu akan memasuki usia 28 tahun,apa kamu tidak berencana untuk segera menikah?"


"Aku belum memikirkan nya untuk saat ini ayah.Aku sedang fokus pada perkembangan perusahaan sekarang."


"Menikah dan memantau perusahaan bisa berjalan searah nak.Mau berapa lama lagi kamu sendiri?"


"Tapi,aku belum memikirkan nya sampai ke situ ayah,lagipula aku belum menemukan pasangan yang tepat."


Ucap Boy yang masih menguyah roti nya.


"Kalau begitu,biar ayah yang mencarikan mu pasangan."


"Ayah...


Jangan begitu,Boy bisa mencari sendiri pasangan yang tepat untuk Boy."


Gumam Boy kesal.


"Kalau kamu hanya mencari tapi tidak memilih nya bagaimana mau jadi pasangan toh?"


Ucap Ayah Boy seraya tersenyum lebar melihat wajah putra nya yang sudah kesal.


Sebenar nya ayah Boy paham betul bahwa putra nya paling tidak suka bahasan mengenai pasangan.Tapi mau tidak mau ia harus tetap membahas nya,karena ia ingin Boy segera memiliki pemdamping agar ia tidak kesepian lagi.


"Iya,dalam waktu dekat aku akan menemukan pasangan yang tepat.Ayah puas ?


Gumam Boy kesal.