Dating Contract

Dating Contract
Rencana Nakal Boy



Jam makan siang tiba , pak Yan berjalan menuju ruangan tuan muda nya.


"Tuan,saat nya jam makan siang"


"baik,mari kita pergi ke tempat yang aku katakan tadi ! ucap Boy kepada pelayan nya tersebut.


Boy,dan pak Yan meninggalkan ruang kerja, mereka menaiki lift yang ada.


Pak Yan bergegas menyiapkan mobil, lalu membuka kan pintu mobil tersebut agar tuan muda nya bisa masuk


"silahkan tuan" pak yan menunduk hormat.


Dalam perjalanan, ada banyak hal yang ada di pikiran Boy.


"aku harus bagaimana nanti ketika bertemu dengan wanita itu? haruskah aku marah? atau haruskah aku mengancam nya ?


ahhh tidak tidak .. mengapa aku harus melakukan hal itu . Setidak nya aku harus bersenang senang untuk membalas kekacauan yang sudah dilakukan oleh karyawan nya.


Tiba tiba,tanpa ada angin atau sebab Boy tersenyum sinis.Seperti nya ia sedang menemukan ide untuk membalas kekacauan kemarin.


"benar,aku akan meminta permintaan maaf nya secara resmi,dan permintaan maaf itu akan melibatkan si pemilik cafe? bukan kah akan sedikit menyenang kan?!


Selama ini aku hanya di sakiti oleh wanita seperti nya. Wanita yang awal nya seperti malaikat namun secara perlahan membuat ku mengalami kekecewaan mendalam. Setidak nya aku harus mencoba bermain dengan nya . Biar wanita seperti dia tau bagaimana rasa nya di kecewa kan.!


Seperti nya Boy merencanakan sesuatu untuk si pemilik cafe. Rencana yang bahkan ia sendiri tidak tahu mengapa bisa berpikir demikian. Ya,rencana itu tiba tiba terbesit dengan sendiri nya di pikiran Boy.


"Pak yan,tolong bantu aku mencari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilik cafe. Aku ingin tau setiap detail kehidupan nya! ucap boy dengan nada tegas kepada pak Yan.


"tapi mengapa anda ingin tahu tentang pemilik cafe tuan?"


"Aku ingin bermain sedikit dengan nya, bukan kah dia harus menebus kesalahan karyawan nya? Boy tersenyum sinis menjawab pertanyaan pak yan.


"maksud nya tuan? pak ya semakin bingung


"sudahlah pak Yan jangan banyak tanya, lakukan apa yang aku perintahkan ! tegas boy menjawab pertanyaan pak Yan.


"Kita sudah sampai tuan" Pak yan turun dari mobil dan membuka pintu mobil nya .


Tampak dari dalam cafe Ayla,dan Pemilik cafe sudah menunggu. Cafe yang di kelola oleh Anastasya memilik dinding transparan yang biasa di bilang dinding kaca.


"Selamat datang tuan" Tampak Ayla berjalan menuju pintu cafe , dan memberi sambutan untuk boy.


"Mari kita masuk ke ruang kerja ku, seperti nya lebih enak kalau kita berbicara di dalam" Anastasya pun memberi kan sambutan hangat sambil tersenyum


"Tolong siapkan 4 coffe americano dingin dan bawa masuk ke dalam ruangan ku" Anastasya memerintahkan karyawan nya . Lalu berjalan menuju ruang ia bekerja.


"silah kan duduk tuan. Ayla bersikap sopan terhadap boss nya tersebut.


Kembali dalam keheningan,mereka berempat duduk saling berhadapan yang di batasi oleh sebuah meja . Pak yan berhadapan dengan Anastasya dan Ayla berhadapan dengan Boy.


Tidak ada yang memulai pembicaraan,suasana menjadi dingin.


"Nona,ini coffe nya" suara karyawan Anastasya memecah keheningan itu.


"terimakasih" Anastasya tersenyum kepada karyawan nya .