
Akhirnya mereka tiba di tempat yang boy tentukan.
Robert dengan cepat membuka pintu mobil Anastasya, lalu mengeluarkan barang bawaan anastasya dari bagasi.
"bandara? mau kemana lagi aku di bawa nya" Ucap Anastasya dengan wajah lesu.
"Ayo nona!" Robert tersenyum ke arah anastasya. Ia paham bahwa mereka sudah ada dalam jangkauan si tuan muda . Jadi nada akrab sepanjang perjalanan itu hilang begitu saja,dan keadaan kembali menjadi kaku.
Mereka berdua berjalan masuk ke bandara.
Begitu memasuki bandara, pak yan yang tampak berdiri menunggui kedatangan mereka melambaikan tangan.
"Nona, di sini!" seru pak yan
Anastasya yang melihat lambaian tangan pak yan kembali melambaikan tangan nya.
Mereka berdua jalan ke arah pak yan, robert yang dengan setia membawa barang anastasya mengikuti nya di belakang.
"Kembali lah!" Seru pak yan kepada robert.
"Baik tuan, nona silah kan ini barang nya" Robert menyerahkan koper anastasya ke tangan nya sambil menunduk pelan
"Terimakasih banyak,senang berkenalan dengan mu" Ucap Anastasya sambil tersenyum ke arah Boy.
"Mari nona,saya bawa ke tempat tuan menunggu"
"Baik pak"
Mereka tiba di ruang di mana boy sudah menunggu.
Pria tampan itu duduk dengan menyilangkan kaki nya sambil membaca buku.
"Tuan,nona sudah tiba" Ucap pak yan
"Hm,kenapa kau lama sekali?" Tanya boy kepada Anastasya
"Aku kan tadi sudah membalas pesan mu, aku baru melihat pesan mu pagi ini,ya jadi aku harus berkemas dulu dan bersiap siap."
"hmm duduklah! Aku tidak ingin mendengar ocehan mu.
Boy memerintah Anastasya
sambil menatap mata nya nya
"Dasar gila, siapa juga yang mengoceh,kan kau yang bertanya!
Anastasya menggerutu di dalam hati nya.
**************
Akhir nya mereka sampai di kota tujuan mereka.
Sesampai nya di kota itu,ada supir yang menjemput mereka di bandara dan membawa mereka ke sebuah tempat.
Tempat yang tak lain adalah vila mewah yang ada di dekat sebuah perkampungan yang tidak jauh dari pusat kota.
Vila yang tampak nya sederhana namun memiliki fasilitas bak hotel itu tidak lain adalah milik saudara sepupu Boy.
Anastasya yang menyeret koper nya yang beroda berjalan mengikuti langkah kaki boy dan pak yan.
Melihat keadaan sekeliling vila Anastasya benar benar merasa kagum.
"wah,luar biasa pemandangan di tempat ini.Udara nya sejuk sekali,hening,dan jauh dari kata keributan dunia perkotaan.Seandai nya usaha ku berjalan dengan lancar dan aku bisa menghasilkan banyak uang,aku akan membangun vila seperti ini,aku pasti hidup tenang tinggal di tempat seperti ini."
Ucap Anastasya di hati nya sambil memandangi keadaan sekitar.
"Tempat ini tidak pernah berubah" Ucap Boy
"benar tuan,tempat ini sama seperti saat kita berkunjung pertama kali nya,suasana nya juga tidak berbeda.
Balas pak yan sambil tersenyum dan menatap boy
"Oh iya pak yan,beri tahukan pada Rico kita sudah sampai di villa nya"
"Baik tuan akan saya sampaikan sekarang juga"
Pak yan menghentikan langkah kaki nya dan mengubungi orang tersebut.
Boy dan Anastasya terus berjalan ke arah pintu masuk villa tersebut.
Di depan pintu villa , sudah ada beberapa pelayan yang menyambut kedatangan mereka.
"selamat datang tuan" ucap para pelayan yang berdiri menyambut mereka.
Salah satu pelayan membuka pintu masuk,dan beberapa lagi membantu membawakan barang bawaan mereka termasuk barang anastasya.