
Boy menarik tubuh Anastasya hingga menempel ke tubuh nya.Lalu ia menghadap ke arah orang orang dan laki laki itu.
Boy menatap tajam ke arah pria yang tak lain adalah ayah tiri Anastasya.
"Berani sekali kau memperlakukan wanita ku seperti ini!!
Jangan pernah kau sekali sekali menyentuh kekasih ku."
Tatap Boy dengan tajam
Ayah tiri Anastasya berusaha bangkit berdiri.
Ayah tiri Anastasya mendengar jelas perkataan Boy.Ia tidak menyangka bahwa Anastasya adalah kekasih Boy.
Walaupun semenjak kedatangan Anastasya ia melihat mereka berdua jalan bersama,namun ayah tiri Anastasya berpikir bahwa Anastasya hanya assisten Boy ataupun wanita yang di sewa oleh Boy untuk menemani nya.
Karena,memang hal seperti itu sudah biasa bagi mereka.
"Wanita mu? hahaha..
Kau tidak tahu kan dia wanita seperti apa!" Ucap ayah tiri Anastasya dengan keras sambil menunjuk ke arah Anastasya.
"Turunkam tangan kotor mu dari hadapan ku!"
Boy berjalan maju mendekati ayah tiri Anastasya.
Ia melangkah satu demi satu hingga kedua nya semakin dekat dan hanya di batasi jarak 5 cm.
Boy menatap tajam kedua bola mata ayah tiri Anastasya.
Tatapan mata nya seolah mengartikan ia ingin melenyapkan orang itu.
"Dengarkan aku pria tidak tahu malu! Mulai hari ini dan seterus nya jangan pernah muncul di hadapan ku.
Atau kau akan tahu akibat nya.
Jangan pernah kau membuka mulut kotor mu untuk berbicara dengan kekasih ku,bila kau masih melakukan nya, aku akan berjanji untuk MENGHANCURKAN MU.
Atau kau ingin aku menghancurkan perusahaan mu?
Ingat dengan jelas setiap perkataan ku.Aku tidak pernah main main dengan janji ku."
Mendengar ancaman Boy,ayah tiri Anastasya hanya menatap Boy seolah mengerti dengan jelas perkataan Boy.
Perlahan ia mundur,dan memperhatikan sekeliling nya.Ia melihat banyak mata yang memperhatikan nya sekarang.
Dengan perasaan malu,ia terus melangkah mundur dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Ia mengangkat dagu wanita,dan menatap nya dengan dalam.
"An,aku disini.
Jangan takut" Boy memeluk tubuh Anastasya.
Anastasya merasa lega karena Boy memberikan pelukan untuk melindungi nya.
Ia merasa aman saat Boy memberikan nya sebuah pelukan.
"Terimakasih." Ucap Anastasya lirih
"Untuk apa?"
"Karena kau sudah menolong ku,dan membuatku tetap aman" Jawab Anastasya.
Boy melepaskan pelukan nya,dan menatap dekat wajah Anastasya.
"Maafkan aku,karena sudah membiarkan mu sendiri.Aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi." Ucap Boy dengan menatap hangat kedua bola mata Anastasya.
Anastasya tersenyum mendengar perkataan Boy.
Dalam hati nya ia ingin memgucapkan terimakasih berkali kali atas tindakan Boy yang sudah menolong nya menghadapi kondisi tersebut.
Setelah Anastasya tenang,Boy menatap sekeliling nya yang masih penuh dengan tatapan para tamu undangan.
"Maaf kan saya atas kekacauan malam ini" Ucap Boy sopan.
Salomo pun datang menghampiri Boy.
"Silahkan menikmati kembali acara ini." Ucap Salomo sambil tersenyum,ia berdiri tepat di samping Boy.
Para tamu undangan pun kembali ke kursi mereka masing masing.
Semua kembali seperti di awal mereka datang,seperti tidak terjadi apa apa.
Sedang kan Salomo,Boy,dan Anastasya masih berdiri saling menatap.
"Sal,maaf kan aku untuk kejadian malam ini.Aku mengacaukan pesta mu." Ucap Boy
"Maaf..maaf kan aku kaarena sudah menjdi sumber kekacauan di acara tuan." Ucap Anastasya dengan menunduk dan penuh dengan perasaan bersalah.
"Tidak apa apa.Tidak ada orang yang ingin hal buruk terjadi menimpa nya.
Harus nya aku yang minta maaf kepada kalian karena seharusnya aku tidak mengundang orang itu." Balas Salomo.