
"Tuan muda Boy,apakah anda memanggil saya?" laki-laki separuh baya menyapa nya dan menunduk memberi hormat.
"Pak yan tolong siapkan dokumen yang kemarin saya minta, karna saya akan mereview nya" sahut tuan muda itu.
"baik tuan,akan segera saya siapkan" jawab laki laki separuh baya yang bernama yanto, yang merupakan sekretaris kepercayaan boy.
Tuan muda boy,begitulah ia di panggil,bak seorang pangeran,Boy memiliki segala nya yang dia butuhkan,tidak ada hal yang tidak dapat ia miliki. Semua hal yang dia inginkan akan dengan segera tersedia di depan mata nya.
Di usia nya yang muda,Boy memiliki segudang prestasi bahkan perusahaan yang ia jalankan menjadi perusahan terbesar saat ini. Terlahir sebagai anak tunggal tidak membuat Boy menjadi anak manja yang hanya menikmati kemewahan dari harta orangtua nya. Bahkan ayah nya sendiri mendidik nya dengan keras. Bagaimana tidak,Di usia nya yang masih anak-anak Boy sudah harus kehilangan sang ibu. Penyakit yang di derita oleh Ibu nya membuat Boy dan Ayah nya harus ditinggalkan untuk selama lamanya.
Hal inilah yang membuat nya tumbuh
menjadi sosok yang mandiri,dan tidak ingin bergantung pada orang lain.
Namun,kepergian sang ibu ternyata membuat nya mengalami trauma. Ia menjadi sosok yang sulit menerima kehadiran seorang wanita karena ia takut akan di tinggalkan secara tiba tiba.
Namun,walaupun pernah trauma masa kecil, boy ternyata pernah mencoba untuk membuka hati nya kepada seorang wanita.Ia merasa wanita itu mirip dengan sosok sang ibu.
Boy jatuh cinta untuk pertama kali nya setelah usia nya menginjak 24 tahun. Ia menjalani hubungan itu secara perlahan. Dan semakin hari boy semakin bisa untuk membuka diri,dan ia semakin mencintai wanita itu. Sempat memiliki rencana untuk lebih ke jenjang serius tapi sayang,wanita itu meninggalkan Boy dengan alasan yang tidak jelas.
Hal itulah yang membuat Boy kembali menutup diri nya rapat. Dan kali ini jauh lebih parah dari sebelum nya. Kepribadiaan nya bahkan juga ikut berubah menjadi sedikit lebih emosional.
"Tuan muda,ini dokumen yang anda minta" pak yan menyerahkan dokumen itu dan berdiri di sebelah Boy.
"Terimakasih pak yan" balas boy.
"oh ya pak yan,bagaimana perkembangan produk kita untuk saat ini di kalangan masyarakat?"
"Sejauh ini masih sangat diminati oleh masyarakat tuan,perkembangan penjualan nya pun jauh lebih baik dari produk sebelum nya". Jawab pak yan sambil tersenyum
"Akhirnya apa yang aku kerjakan selama setahun ini tidak sia-sia" tersenyum lepas.
"Ia tuan,seperti biasa apa yang anda kerjakan selalu memberi hasil yang optimal,dan banyak masyarakat yang menerima nya"
"ya seperti itulah pak yan,usaha itu tidak akan pernah sia sia selama kita sungguh-sungguh"
"benar sekali tuan" pak yan tersenyum kagum terhadap tuan muda nya.
Jangan membuat pembeli kecewa!begitulah prinsip kerja perusahaan yang didirikan oleh Boy. Ia ingin setiap produk yang dikeluarkan oleh perusahaan nya menjadi produk yang paling di gemari oleh masyarakat dan tidak mengecewakan hati para pembeli nya. Maka dari itu walaupun menjadi seorang pemilik dari perusahaan nya Boy selalu terjun dalam evaluasi pengembangan produk di perusahaan nya, ia juga bekerja keras dalam menciptakan desain dari produk tersebut. Ia ingin setiap desain produk nya berbeda dari desain-desain produk manapun. Maka dari itu Boy dikenal di kalangan karyawan sebagai boss dengan kepribadian tak kenal lelah dan optimis.Namun,sifat nya juga dingin,angkuh,sombong dan di kenal sebagai sosok pemarah di kalangan karyawan. Ia bahkan tidak akan memberikan kesempatan kedua kepada karyawan nya apabila melakukan sebuah kesalahan.Ia akan langsung memecat nya dan memberi perintah untuk mencari karyawan baru sebagai ganti nya.