
"Ayah,ku dengar perusahaan ayah mengalami sedikit kesulitan,apakah itu benar?" boy melihat ke arah arah nya.
"Ya betul,tapi itu hanya sedikit kesulitan seperti yang biasa nya. Bukankah semua nya mengalami masa naik turun?" sahut sang ayah
Seperti biasa,boy dan ayah menikmati makan malam bersama di meja makan rumah mereka.
Ayah boy,merupakan pengusaha di bidang fashion. Setiap tahun perusahaan nya akan mengeluarkan produk fashion yang baru. Namun,kali ini produk itu seperti nya kurang diminati oleh masyarakat,sehingga hanya grafik penjualan nya agak menurun dan hanya di angka 48%. Berbeda dari tahun sebelum sebelum nya grafik penjualan akan mencapai 70-91% .
"Ayah,kalau ayah ada kesulitan untuk merancang produk baru ayah atau mencari ide untuk konsep produk itu ayah bisa bertanya padaku" seru boy kepada ayah nya.
"Baiklah,lain kali kita akan membahas nya bersama." Sahut sang ayah dengan nada lembut.
Mereka melanjutkan makan malam mereka di tengah keheningan malam. Makan malam bersama sudah menjadi kebiasaan untuk mereka berdua sejak ibu Boy pergi untuk selama lamanya. Sesibuk apapun mereka,pada saat jam makan malam tiba,kedua nya akan pulang untuk makan malam bersama karena bagi mereka itu adalah saat berharga yang bisa mereka berdua nikmati setelah bekerja di perusahaan masing masing.
"Ayah,apakah tidak lelah selama ini hidup sendiri?" boy tiba tiba memberi pertanyaan yang belum pernah di tanyakan nya.
"kenapa kau bertanya hal seperti itu boy"? ayah tampak heran
"tidak ada apa-apa ayah,aku hanya menyampaikan apa yang ada di pikiran ku,aku ingin tahu bagaimana perasaan ayah setelah membesarkan ku seorang diri tanpa seorang pendamping" wajah boy tampak sangat serius, ia ingin mengetahui bagaiman perasaan sang ayah setelah membesarkan nya selama seorbegitu pula dengan sang ayah.
"Boy,kalau kau tanya apa aku lelah, tentu aku lelah,namun seperti apapun lelah ku,semua nya akan hilang saat aku melihat mu tersenyum, wajah mu sangat mirip dengan ibumu,itu yang membuat ku tidak ingin mencari pendamping lain,karena aku tahu tak akan ada wanita seperti ibumu." Wajah ayah nampak sedih saat memberikan jawaban kepada boy seakan ia teringat masa lalu nya bersama ibu boy.
Ayah Boy sangat mencintai istrinya,kesetiaan itu terbukti saat kepergiaan ibu boy,ayah nya bahkan tidak ingin mencari pendamping hidup lagi,bagi sang ayah hidup bersama boy sudah lebih dari cukup. Ia tidak ingin Boy memiliki ibu tiri,karena itu akan menyakiti anak semata wayang nya. Membesarkan seorang putra selama 25 tahun memang lah tidak mudah.Namun,usaha itu tidak sia sia. Putra yang ia besarkan sorang diri selama 25 tahun telah tumbuh menjadi pria hebat. Menjadi pria yang bisa berguna di masyarakat,dan ia sangat bangga terhadap semua prestasi yang telah di buat oleh putra nya tersebut. Apa yang Ia harapkan dari putra nya telah melampaui harapan nya.
Bahkan Ayah Boy juga mendapat gelar The Best Papa di kalangan masyarakat karena di balik kesibukan nya sebagai seorang pengusaha ia juga mampu membesarkan seorang putra hebat dan serba bisa.