Dating Contract

Dating Contract
Amarah



Boy melihat Anastasya dan Mark sedang tertawa bersama.


Dengan cepat Boy menarik lengan Anastasya dengan kuat.


"Auuw.. sakit!! " ucap Anastasya


"Apa yang kau lakukan di sini!! Boy menatap tajam ke arah Mark.


"Hey!! jangan menarik nya dengan kasar . Lepaskan tangan Anastasya!!! Ucap Mark yang mulai terbawa emosi melihat perlakuan Boy.


" Bukan urusan mu!!!!" ucap Boy yang masih menatap tajam ke arah Mark.


Boy menarik narik tangan Anastasya dan membawa nya keluar dari gedung jamuan.


"Pak yan, siap kan mobil! Kita langsung ke villa."


"Baik tuan"


Pak yan membawa mobil ke hadapan Boy dan Anastasya dan membuka kan pintu mobil.


******************


Setiba nya di villa,Boy masih menarik narik lengan Anastasya.


"Lepaskan!! lepaskan tangan ku!! sakit!! " ucap Anastasya yang merasa kesakitan.


Boy melepaskan tangan Anastasya. Tangan nya sudah memerah karena genggaman tangan Boy yang kuat.


"Wanita gak tau di untung!! jangan fikir karena aku sudah bersikap baik padamu kau bisa seenak nya!" ucap boy dengan penuh amarah.


"wanita gak tau di untung? apa maksud mu? kau kira kau siapa berani bicara begitu??


Baik kata mu? baik apa??? sejak kapan kau bersikap baik padaku ?? Aku bukan budak mu!! Ucap Anastasya dengan mata berkaca kaca dengan menatap mata Boy


"*kau tidak punya hak untuk bicara!! kau lupa tentang persyaratan yang ada di kontrak ??!! saat ini kau berstatus sebagai pasangan ku!! jadi jangan berani macam macam dengan pria lain di luar sana!! kau tidak ada beda nya dengan wanita mata duitan di luar sana!!


"mata duitan? kali ini kau benar benar kelewatan boy*!!


Anastasya membuang muka nya dari hadapan boy lalu pergi melangkah keluar.


Boy yang melihat Anastasya melangkah kan kaki nya kembali menarik dengan kuat lengan Anastasya. Mencoba untuk menghalangi nya keluar dari villa.


"Lepaskan tangan ku!! persetan dengan segala perjanjian itu!! Aku ingin membatalkan nya*!!


Anastasya terus menarik lengan nya agar terlepas dari genggaman Boy, dan tarikan tangan Amastasya membuat tangan Boy terhempas kuat ke arah wajah Anastasya .


"plak.."


punggung tangan Boy mengenai bibir Anastasya.


Bibir nya terluka dan mengeluarkan sedikit darah.


Anastasya menyentuh bibir nya, Air mata nya jatuh di pipi nya. Anastasya melihat darah di jari nya . Darah yang berasal dari bibir nya.


Boy yang merasa terkejut melihat kejadian itu merasa bersalah .


"*Tasya... maaf... maafkan aku. Kau tidak apa apa kan..? a...ku tidak sengaja.


"Pak yan .. pak yan*!!!!


Seru boy dengan suara nyaring..


" Iya tuan"


Pak yan terkejut mendengar nada suara boy yang begitu nyaring dan berbeda dari biasa langsung segera berlari ke arah boy.


"Suruh pelayan mengambil kan kotak p3k !!! Cepat!!!" Ucap boy dengan panik


"Lepaskan aku!! Aku bisa mengobati luka ku,kau tidak usah berpura pura peduli pada ku!!!" Ucap Anastasya dengan nada penuh kebencian sambil menangis.


Anastasya berjalan menuju kamar nya.


Ia mengunci kamar nya dengan rapat . Ia bahkan tidak ingin Boy muncul di hadapan nya.


Anastasya benar benar merasa hancur kali ini.


Air mata nya bercucuran dengan deras.


Sambil menangis ia mencari kotak p3k yang ia sudah di siapkan dalam koper nya.


Anastasya memang selalu membawa kotak kecil berisi p3k dalam koper nya kemana pun ia pergi . Baginya p3k merupakan hal paling penting untuk di bawa ke mana pun.