Dating Contract

Dating Contract
Kumat lagi (2)



Anastasya memasuki restoran tersebut,ia melangkah kan kaki mya ke dalam dan mencari sosok Boy.


"Pemilik caffe! kemari ! "


Ucap Boy seraya melambaikan tangan nya ke arah Anastasya.


Anastasya yang mendengar dan melihat lambaian tangan Boy pun langsung mengarahkan kaki nya ke arah Boy.


"Kau sudah menunggu lama?"


Ucap Anastasya sambil tersenyum.


"baru saja"


Ucap Boy dengan suara datar nya.


"Kau sudah memesan makanan?"


"Belum,cepat lah buka buku menu mu,kita sama sama memesan makanan nya."


Ucap Boy sambil membuka buku menu nya.


"Oke."


Balas Anastasya sambil membuka buku menu nya.


"Pelayan."


Ucap Boy sambil melambaikan tangan nya untuk memesan makanan nya.


"Mau pesan apa tuan, nyonya?"


Ucap pelayan seraya tersenyum sambil memegang buku catatan dan pena untuk mencatat pesanan mereka.


"Aku pesan makanan yang paling murah saja." Ucap Anastasya menatap ke arah pelayan tersebut dengan wajah polos nya.


"Dasar bodoh." Ucap Boy ketus.


"Kau yang bodoh!" Balas Anastasya.


Pelayan yang melihat ekspresi Boy dan Anastasya tersenyum menahan tawa melihat nya.


"Apa kau punya alergi makanan?"


Ucap Boy menatap ke arah Anastasya.


"Tidak,aku tidak punya alergi makanan,aku memakan semua yang bisa di makan."


Ucap Anastasya dengan senyum menampakan gigi nya.


Melihat senyum Anastasya yang begitu polos Boy merasa Anastasya sedikit menggemaskan.


"Dasar gadis aneh."


Gumam Boy seraya melihat lihat kembali buku menu yang ada di tangan nya.


Ucap Boy seraya menatap ke arah pelayan.


"Baik tuan,sebentar lagi pesanan tuan dan nyonya akan segera tiba.Terimakasih."


Ucap pelayan tersebut sambil melangkah mundur meninggalkan kedua nya.


"Kenapa kau memesan makanan itu? itu mahal." Ucap Anastasya menatap ke arah Boy.


"Diam lah,duduk dan nikmati saja makanan itu nanti."


"Dasar. Kau selalu kumat setiap saat."


Ucap Anastasya kesal.


Tidak lama kemudian,pesanan mereka pun datang.


Anastasya yang melihat tampilan makanan itu sudah ingin sekali melahap nya.


"Wah... luar biasa,pasti rasanya enak."


Ucap Anastasya yang tak henti nya memandangi makanan yang ada di depan nya itu.


"Cepat Makan lah kalau kau ingin memakan nya." Ucap Boy


"Baik lah. Selamat makan."


Balas Anastasya sambil memegang sendok dan garpu di tangan nya,lalu segera melahap makanan yang ada di depan nya.


Melihat Anastasya yang makan seperti terburu buru.Boy pun memperhatikan nya.Ia merasa lucu melihat tingkah Anastasya yang seperti itu.


"Makan lah dengan pelan,jangan terburu buru seperti itu.Nikmati makanan mu.Kau bisa memesan nya lagi kalau kau mau."


Ucap Boy dengan suara datar nya seraya tersenyum kecil melihat Anastasya.


"Benarkah? aku boleh memesan nya lagi?" Tatap Anastasya sambil tersenyum lebar ke arah Boy.


"Iya pesan lah sebanyak yang kau mau." Ujar Boy


"Wahh.. terimakasih tuan muda yang kaya raya.


Tapi,seperti nya lain kali saja.Aku tidak ingin terlihat rakus."


Ucap Anastasya seraya menatap Boy kembali.


"Yasudah,terserah kau saja.Nikmati yang ada di depan mu sekarang,jangan banyak bicara lagi."


"iya iya."


Mereka berdua pun menikmati makanan mereka sampai selesai.


Setelah menyelesaikan makan siang mereka,Anastasya pun kembali mengajak Boy berbincang.