
Anastasya sudah sampai di kota kelahiran nya.
"Akhir nya aku bisa pulang juga ke kota ini lagi ,perjalanan beberapa hari kemarin rasanya nya sudah seperti bertahun tahun"! Ucap Anastasya sambil berjalan ke arah bangku tempat penumpang menunggu.
Ia mengambil hp dan memesan taksi online.
Setelah memesan taksi online. Anastasya juga mengirimkan pesan teks kepada sahabat nya Ayla.
"Aku sudah sampai,berkunjunglah kerumah ku nanti sehabis pekerjaan mu selesai"
Setelah mengirimkan pesan nya kepada Ayla, Anastasya berjalan menuju pintu masuk bandara ia hendak menunggu taksi online yamg ia pesan.
5 Menit berlalu, Taksi online tiba di depan pintu bandara.
Anastasya menaiki taksi itu dan lalu meninggalkan bandara.
***********
Tidak terasa hari sudah sore, rencana boy yang akan pulang jam 2 siang ternyata lebih lama dari yang ia bayangkan.
Janji yang ia buat dengan investor lain di luar dari dugaan, investor nya memundurkan watu sejam dari waktu yang sudah mereka janjikan.
Setelah menyelesaikan pertemuan nya dengan para investor, Boy bergegas pulang menuju villa bersama dengan pak yan.
Sesaimpai nya di villa, Boy langsung berjalan ke arah kamar Anastasya.
Ia mengetuk pintu kamar itu,tapi tak mendapat jawaban sama sekali.
Boy pun akhir nya memutuskan untuk bertanya kepada para pelayan,ia takut bila terus terusan mengetuk pintu kamar Anastasya, akan membuat Anastasya semakin tidak nyaman.
"Bik,apa Anastasya belum keluar dari kamar nya seharian?" ujar boy kepada salah satu pelayan.
"Sudah tuan,tapi nona muda itu tadi membawa semua barang barang nya menggunakan koper dan bilang akan pulang duluan"
"Apaaaaa??? lalu kalian membiarkan nya pergi begitu saja ? " suara boy terdengar menggema di ruangan itu.
Pelayan tersebut menjadi takut,ia gemetar memdengar suara boy yang begitu besar hingga menggema di ruangan itu.
Dengan gugup pelayan itu menjawab pertanyaan boy.
"ma..aaf tuan.. ta...diii nona muda itu mengatakan kalau tuan pulang katakan saja padanya aku pulang lebih awal, dan tuan tidak akan marah. Jadi kaa..mi pikir tuan sudah tahu tentang kepulangan nona,makanya kami membiarkan nya pergi." ujar pelayan itu.
Boy yang mendengar perkataan pelayan itu diam sejenak.
Lalu segera menyuruh pak yan untuk mengurus kepulangan mereka.
Boy juga meminta pelayan untuk mengemasi barang milik nya.
***************
Dirumah.
Anastasya berbaring di atas tempat tidur nya sambil memandang langit langit kamar nya.
Ia lalu mengambil dan melihat siapa yang menghubungi nya.
Pandangan nya berubah kesal ketika melihat nama yang tertera di layar hp nya adalah "psikopat"
"laki laki ini lagi. Apa dia masih mau menyiksa ku? " ujar Anastasya .
Anastasya tidak menghiraukan panggilan telpon itu,ia memilih untuk tidak mengangkat nya dan mematikan ponsel nya.
tok..tok..tok..
terdengar seseorang mengetuk pintu rumah Anastasya.
"siapa" ucap Anastasya
"ini aku... cepat bukakan pintu mu"
Suara itu jelas suara yang di kenali Anastasya .
Dengan cepat ia langsung membuka pintu.
"Aylaaaaa..." ujar Anastasya yang merasa bahagia ketika melihat sahabat nya itu.
Mereka berdua berpelukan sembari melepas rindu.
"Kau tidak apa apa ?" ujar Ayla.
"Aku tidak apa apa . Ayo masuk "
Mereka berdua maasuk ke dalam,dan mengunci pintu dengan rapat.
"Bagaimana kerjaan mu? lancar kan ? ucap Anastasya
"Lancar, tidak usah mengkhawatirkan ku . Harusnya aku yang bertanya pada mu. Kau begini karena aku.! "
Ayla tampak sedih melihat keadaan sabat nya itu.
Bagaimana tidak? Karena ingin melindungi Ayla, Anastasya rela mengorban kan dorinya menjadi tameng dan harus menandatangani perjanjian kontrak yang ia rasa sangat tidak pantas.
"Sudahlah, jangan memasang raut muka seperti itu,aku baik baik saja . Kau lihat sendiri kan aku pulang tanpa kekurangan suatu apapun." ujar Anastasya sambil tersenyum menatap wajah sahabat nya itu.
Ayla dan Anastasya berbincang begitu banyak. Hingga tidak tersa waktu sudah menunjukan pukul 8 malam.
"Hey An,nggak nyangka aku sudah jam 8 . Sangking asyik nya ngobrol kita jadi lupa waktu deh." ucap Ayla sambil tertawa.
"Ya maklum lah, wanita memang senang seperti itu" Anastasya kembali membalas dengaan candaan.
"Yaudah deh an, aku kayak nya harus pulang deh,soal nya ada beberapa hal yang harus aku kerjakan dirumah."
"ooh yaudah kalo gitu, kamu hati hati di jalan ya. Kabari aku jika sudah sampai di rumah mu" ujar Anastasya.
Ayla dan Anastasya berpisah sambil melambaikan tangan.