Dating Contract

Dating Contract
Awal hubungan



Pagi yang cerah , dengan sinar matahari yang terik . Semua orang tampak sibuk dengan pekerjaan mereka .


Boy dan pelayan setia nya segera bergegas berangkat untuk bekerja.


"pak yan , nanti waktu jam makan siang, kita akan pergi menemui si pemilik cafe. Aku perlu menjelaskan tentang kontrak ini dan tanda tangan persetujuan nya"


"Apa tidak saya saja tuan yang mengantarkan kontrak tersebut?


Pak yan tiba tiba merasa ada yang janggal, karena biasa nya kontrak apapun itu akan di sampaikan kepada pihak kedua melalui diri nya..


"tidak perlu pak yan, ini bukan kontrak tentang kerjasama dengan klien bisnis, ini hanya kontrak pribadi ku ! jadi aku akan menanggani nya sendiri. Boy menatap pak yan melalui sipion kaca depan .


Pak yan mengerti maksud perkataan tuan nya. Ia hanya mampu menuruti perintah tuan muda nya dan mengemudikan mobil.


Mereka berdua tiba di kantor. Karyawan perusahaan nya menyambut nya dengan senyum tulus.


Namun,tidak dengan Ayla, senyum nya tampak terpaksa. Ia tahu betul bahwa sahabat nya dalam keadaan sulit karena orang yang ada di depan nya. Ia merasa geram, tapi tidak bisa berbuat apa apa ..


Boy,dan pak yan menaiki lift menunju ruang kerja nya..


Di ruang kerja nya ada banyak dokumen penting yang harus ia tangani. Bahkan ada beberapa kontrak dari perusahaan asing yang mengajukan permohonan kerjasama dengan perusahaan milik nya.


Perusahaan boy maju pesat akhir akhir ini, banyak investor yang mulai mempercayakan saham nya di perusahaan milik nya. Bahkan nama Boy kini muncul di beberapa sampul majalah karena Ia menjadi pengusaha sukses di usia muda.


tok... tok .. tok.. Pak yan mengetuk pintu ruang kerja Boy..


"Ada perlu apa yan? apa ada yang penting? Seru boy


"Tuan, ada perusahaan tekstil yang ingin bekerja sama dengan kita. Mereka menawarkan bahan kain berkualitas yang mereka buat.!


"Tekstil? bukankah kita sudah banyak bekerja sama dengan perusahaan tekstil dan mereka semua menawarkan hal yang sama! Boy tersenyum sinis sambil menatap pak yan .


"Benar juga tuan,tapi mereka sudah berulang kali menghubungi saya,tampak nya mereka perlu kerjasama ini .


Dari informasi yang saya dapat, perusahaan ini sedang tidak stabil. Mereka perlu bekerja sama dengan perusahaan besar agar barang yang mereka hasilkan bisa laku dipasaran."


Pak yan menjelaskan semua nya kepada boy, karena itu adalah bagian dari pekerjaan nya. Bukan hanya sebagai pelayan dan sekretaris dari boy, pak yan pun memiliki tugas dalam melakukan segala penelusuran yang dibutuhkan boy dan perusahaan. Sehingga semua perusahaan yang memohon kerjasama dengan perusahaan boy tidak semua nya lulus seleksi .. Ya itu karena informasi yang di dapatkan oleh pak yan..


"baik lah , taruh saja dokumen nya di meja ku . Kita akan mempertimbangkan kelayakan nya nanti" Seru boy kepada pak yan sambil membaca sebuah dokumen.


"baik lah tuan, kalau begitu saya permisi.


Pak yan keluar dari ruangan boy, kembali menuju ruangan nya.


Tak beberapa lama, Jam menunjukan pukul 12. Jam makan siang tiba. Para karyawan pergi berbondong bondong menuju kantin perusahaan besar tersebut. Namun, tidak dengan si pemilik perusahaan .


Ia bergegas keluar bersama pak yan,menaiki mobil hitam mahal milik nya .


Mereka pergi menuju ke tempat yang mereka sudah bicarakan, ya pergi ke caffe milik Anastasya