Dating Contract

Dating Contract
Belajar lah



Boy tampak diam sejenak mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Anastasya.Boy memang selalu membutuhkan pak Yan,karena Pak Yan adalah satu satu nya orang yang di percaya oleh Boy dalam hal apapun.


"Pak Yan itu berbeda."


"Apa nya yang berbeda?


Biar ku beri tahu,seseorang yang kita percayai di sebut teman. Dan kau mempercayai pak Yan bukan? berarti pak Yan adalah teman mu,hanya saja kau tidak menyadari arti nya."


Boy terdiam sejenak sambil memandang ke arah Anastasya.Perkataan Anastasya selalu benar. Dan ia tidak tahu harus membalas perkataan nya seperti apa.


"Sudahlah.Aku capek mendengar ocehan mu.Ayo kita kembali.Aku harus bekerja."


Ucap Boy.


"Boy... belajar lah! " Ucap Anastasya lembut.


"Belajar ? untuk apa kau suruh aku belajar? Dasar wanita aneh!


Gumam Boy sambil dengan senyum sinis nya.


"Ya, kau memang harus belajar!


Belajar lah untuk membuka diri bagi orang orang di sekitar mu. Jangan bersikap seolah olah kau tidak membutuhkan orang lain.


Belajarlah juga cara memahami perasaan orang lain,dan cara menghargai mereka." Ucap Anastasya seraya tersenyum ke arah Boy.


"Sudahlah. Kau mau terus duduk di situ atau ku antarkan ke caffe mu?"


Ucap Boy yang sudah berdiri dari duduk nya.


"Hm..antar aku ke caffe ku"


Ucap Anastasya seraya berdiri dan melangkah kan kaki nya ke luar dari restoran.


Setelah membayar tagihan makan mereka,Boy dan Anastasya keluar dari restoran.


Lalu Boy mengantarkan Anastasya sampai ke depan caffe nya.


Setelah mengantarkan Anastasya Boy kembali ke perusahaan nya dan melanjutkan pekerjaan nya.Begitu pula dengan Anastasya.


Setelah melewati hari yang cukup melelah kan,dan berhubung hari sudah malam Anastasya menutup caffe nya dan langsung pulang ke rumah.


Sesampainya dirumah,Anastasya langsung membaring kan tubuh nya di atas tempat tidur,sambil memandang langit langit kamar nya dengan tatapan kosong.


kring..kring..kring..


"Siapa yang menelponku?" Gumam Anastasya.


Anastasya mengambil hp nya dari dalam tas dan melihat layar Hp nya.


Ternyata yang menelpon nya adalah Mark.


"Hallo." Ucap Anastasya


"Hy An,apa kabar?


Terdengar suara Mark sedikit lesu.


"Aku baik Mark,kau sendiri bagaimana?"


"Aku baik An.An? maaf" Ucap Mark lirih.


"Maaf? maaf untuk apa Mark?


Gumam Anastasya bingung.


"Iya maaf baru menghubungi mu sekrang.Maaf karena belum juga bisa mengunjungi mu"


*flashback


Setelah mendengar Anastasya sakit waktu itu,Mark dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya. Ia ingin sekali mengunjungi Anastasya.Tapi,hal tidak terduga tiba tiba datang dan membuat nya terpaksa membatalkan niat nya untuk mengunjungi Anastasya.


Sore itu,ketika Mark ingin berangkat menjumpai Anastasya.Ayah nya tiba tiba menelpon dan mengatakan bahwa ada investor besar yang ingin mengajak kerjasama dengan perusahaan mereka.


Investor tersebut meminta pertemuan di lakukan di luar negri,sehingga dengan berat hati Mark harus melakukan penerbangan ke luar negri dan membatalkan semua niat nya.


*flashback off


"Mark,jangan berkata seperti itu.Aku tahu kamu sibuk dengan urusan perusahaan kamu.Jadi jangan meminta maaf kepada ku.Aku mengerti kok."


Ucap Anastasya seraya tersenyum


"Iya,tapi aku benar benar ingin menemui waktu itu,dan ingin sekali menemani di rumah sakit."


"Sudahlah,kau tidak perlu merasa bersalah begitu,yang lalu biarlah berlalu.Lain kali kalau pekerjaan mu sudah tidak padat kita bisa bertemu.Hubungi aku bila kau punya waktu,aku akan menjumpai mu"


Ucap Anastasya.