Dating Contract

Dating Contract
Mark



Di gedung serbaguna tempat pesta jamuan itu di rayakan,ada begitu banyak pria tampan dan gagah yang hadir.


Ada beberapa pria yang membawa pasangan nya,dan ada pula yang datang sendiri.


Ada begitu banyak hidangan lezat dan cemilan kecil untuk para tamu,juga berbagai minuman berwarna.


"Tunggu sebentar di sini,aku akan menyapa teman lama ku" ucap Boy


"baiklah,aku akan melihat beberapa cemilan untuk di makan" ucap Anastasya sambil tersenyum.


Anastasya pergi ke meja dimana hidangan tersedia.


Ia memilih beberapa cemilan kecil dan menaruh di piring. Ia juga tampak mencoba beberapa cemilan itu.


Karena asyik memilih cemilan,Anastasya bahkan tidak melihat ada seorang pria di depan nya, dan tidak sengaja menabrak punggung pria itu.


"aauuw" ucap anastasya sambil memegang kening nya dengan wajah menunduk.


Laki laki itu membalikan badan nya dan melihat ke arah Anastasya.


"Maaf nona,anda tidak apa apa? " ucap pria itu dengan nada lembut sambil memegang lengan Anastasya.


"ahh tidak, tidak, aku tidak apa apa.Harus nya aku yang minta maaf kepada tuan karena tidak melihat jalan dan menabrak mu dari belakang." Ucap Anastasya yang merasa bersalah sambil perlahan mengangkat wajah nya.


Anastasya terkejut melihat wajah laki laki yang ada di depan nya.


"Mark....!"


"Anastasyaa...!"


Ucap mereka bersamaan.


"Sungguh ini Kau mark ?"


Ucap anastasya yang merasa tidak percaya.


"Iya ini aku, tapi apa kau benar anastasya ? seperti nya kau jauh berbeda dari yang dulu. Hari ini kau terlihat sangat cantik"


Ucap mark sambil menatap mata Anastasya.


******************


Mark Wijaya, teman semasa sekolah Anastasya. Mereka bisa di katakan teman serasa pacar.


Sewaktu sekolah dulu Mark diam diam menyimpan rasa untuk Anastasya. Ada banyak kenangan di antara mereka berdua. Termasuk Ayla di dalam nya.


Namun,Ia begitu terkejut dan merasa putus asa ketika mengetahui Anastasya tiba tiba pindah sekolah dan tidak pernah lagi memberi kabar.


Mark tetap menyelesaikan sekolah nya.


Hingga akhir nya mantap untuk mengelola perusahaan sang ayah, Mark pun akhirnya menggantikan posisi sang ayah.


Setelah perusahaan sang ayah di gantikan posisi oleh Mark, Perusahaan mereka mengalami banyak kemajuan. Bahkan Mark mampu menjajal berbagai dunia bisnis.


Kini Mark di kenal banyak oleh kalangan pengusaha.


Dan saat ini Mark bukan lagi orang sembarangan.


***************


Bagi Mark pertemuan nya dengan Anastasya kali ini adalah sebuah sejarah baik untuk nya.


"An, sudah berapa lama aku tidak berjumpa dengan mu? Apa kabar? dan apa kegiatan mu saat ini?" Ucap Mark yang tampak antusias dengan pertemuan nya dengan Anastasya


Seperti masa sekolah, Mark biasa memanggil Anastasya dengan penggalan nama awal nya yaitu An.


"Mark, kau tidak berubah sedikit pun! Ekspresi wajah mu saat mencemaskan ku sama seperti dulu. Dan aku harus menjawab pertanyaan mu yang mana? Kau bertanya banyak saat ini?! " Ucap anastasya sambil tersenyum lepas ke arah Marak dengan menatap mata nya.


"Ahh, maaf An, kalau begitu aku harus bertanya tentang kabar mu dulu. Apa kabar An ? Lama tidak berjumpa."


Ucap Mark sambil memeluk Anastasya dengan maksud melepas rindu yang selama ini ia pendam.


Melihat reaksi Mark memeluk Anastasya, tatapan mata beberapa orang tertuju ke arah mereka.


"Mark, aku baik baik saja,aku merindukan mu" Ucap Anastasya dengan lembut dan mereka masih dalam posisi berpelukan.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Anastasya,Mark merasa sangat bahagia. Ia tidak menyangka Anastasya akan mengatakan bahwa ia merindukan dirinya.


"Mark,lepaskan pelukan mu! ada banyak mata yang memperhatikan kita sekarang!" Anastasya mulai melepaskan pelukan Mark.


"*Ah maaf, aku lupa kita sedang ada di jamuan sekarang.


An, aku boleh minta nomer hp mu dan wa mu? kita bisa berbagi kabar melalui wa dan telpon.


"ahhh iyaa.. ini*"


Anastasya memberikan nomor hp nya


"Nomer hp ku sama dengan nomer wa ku Mark." Anastasya tersenyum menatap Mark


Sepasang mata yang melihat Anastasya dan Mark pergi melapor hal tersebut kepada Boy.


Pengusaha yang hadir di tempat itu tampak nya memperhatikan dengan teliti siapa saja pasangan yang di bawa oleh para pengusaha muda yang datang.


Boy yang mendengar hal tersebut,serasa terbakar oleh api neraka. Ia melangkah kan kaki nya menuju ke arah Anastasya.