Dating Contract

Dating Contract
Kenangan masa lalu



Berbaring sambil memejamkan mata sudah menjadi kebiasaan Boy sepulang kerja. Kebiasaan itu di lakukan saat ia menunggu segala sesuatu yang akan di siapkan oleh pelayan dirumah nya.


Kali ini alam pikiran nya membawa nya ke masalalu.


Masa lalu yang indah,waktu ibu nya masih hidup, ia masih menjadi anak manja, anak lucu dan ceria.


"ibu,aku ingin bermain! ucap boy pada ibu nya. Boy masih terbawa alam masa lalu nya .


"jangan bermain berlebihan,nanti kamu kelelahan dan sakit! nada suara ibu Boy sangat lembut


"baik bu"


Belum berapa lama, Boy sudah pulang dan merengek menangis. Boy sudah takut akan dimarahi oleh ibu,karena ibu nya sudah menasehati nya supaya jangan bermain berlebihan.


Boy terjatuh saat bermain,baju kotor,celana nya sobek dan lutut nya luka.Ia kesakitan,luka nya terasa perih dan ia ingin segera menemui ibu nya.


"ibu"….... boy menangis berlari ke arah ibu nya , dia bahkan tidak perduli apabila nanti ia akan dimarahi oleh ibu nya. Yang dia pikirkan saat ini ia ingin luka nya di obati karena itu sudah sangat menyakitkan.


Ibu yang melihat putra nya datang menangis, berlari ke arah putra nya dan memeluk nya. "kenapa bisa luka? bagian mana yang sakit?


"ibu tidak marah? boy merasa bingung.


"kenapa ibu harus marah saat putra ibu sudah terluka?" wajah ibu tersenyum dan tampak sedikit sedih melihat keadaan putra nya


"aku sudah bermain den. .


"sudahlah , ayo masuk ibu akan mengobati luka mu". mengenggam tangan putra nya dan membawa nya masuk ke rumah.


Di dalam rumah, ibu bergegas mengambil kotak p3k. Ia dengan segera membersihkan luka putra nya dan mengobati nya.


"ibu,maafkan aku. Aku tahu sudah salah membuat ibu khawatir.


"tidak apa apa,yang penting jangan sampai terluka lagi. ibu membelai kepala putra nya dan tersenyum.


Belum menyelesaikan mimpi masa lalu nya, pelayan yang sudah menyiapkan mandian Boy mengetuk pintu ruangan ia bekerja


"tuan,air mandi anda sudah siap" sahut pelayan dari balik pintu ruang kerja boy.


Boy langsung bangun dari sofa "baik,aku akan segera ke sana".


Boy berjalan menuju kamar nya.


Semua yang ia perlukan sudah tersedia di kamar nya . Kamar besar yang hanya di huni oleh ia seorang. Kamar yang memiliki fasilitas mewah bak kamar VVIP perhotelan,bahkan semua yang ada di dalam nya merupakan barang mewah.


Ia memasuki kamar mandi yang ada dikamar nya. Ia berendam di dalam bathub. Sejenak menikmati air hangat dan aroma mawar yang memenuhi bathub nya.


Wajah pemilik cafe seperti nya meninggalkan kesan yang mendalam untuk boy.


Cara si pemilik cafe tersenyum yang membuat nya tidak bisa melupakan kejadian tersebut.


Suara lembut pemilik cafe seperti terus menerus terngiang di telinga nya.


Boy tersadar ,"kenapa wajah si pemilik cafe itu mengusik ku? Aku tidak boleh seperti ini! ya walaupun kata pak yan tidak semua wanita sama tapi tetap saja kebiasaan mereka yang sering meninggalkan tanpa alasan itu membuat ku muak! mereka hanya orang yang memasang raut muka seperti malaikat namun akhirnya akan menikam mu secara perlahan! ya benar mereka memang seperti itu, terkecuali ibu...


Begitulah boy memperdebatkan semua yang ia pikirkan di dalam hati nya.