Dating Contract

Dating Contract
Pegang tangan ku



Boy dan Anastasya sampai di gedung perayaan.


Anastasya yang melihat sekeliling tempat itu di penuhi dengan orang orang hebat ia merasa tidak punya nyali untuk melanjutkan langkah nya.Ia merasa benar benar gugup.Ia merasa minder dengan dirinya.


Padahal malam itu,Anastasya terlihat sangat cantik dengan balutan gaun yang ia kenakan,Bahkan rambut nya yang di buat dengan model di gerai menambah nilai plus pada dirinya.Beberapa orang memperhatikan ke arah Anastasya dan beberapa lagi memperhatikan ke arah Boy.



Boy yang sedari awal memperhatikan ekspresi wajah Anastasya menyadari betul bagaimana perasaan Anastasya.


Ia tahu pasti bahwa gadis itu tudak pernah datang ke acara acara seperti ini.


"Pegang tanganku." Ucap Boy lembut seraya menatap ke arah Anastasya.


"Apa tidak apa apa? sebaik nya aku menunggu di mobil saja." Ucap Anastasya yang tidak yakin dengan diri nya.


"Untuk apa aku membawa mu ke sini kalau kau menunggu di mobil!!


Untuk apa gaun dan sepatu,dan juga make up ini!" Gumam Boy datar.


"A..ku tidak yakin,kau tahu ini kali kedua aku datang di acara seperti ini.Dan kali ini rasanya jauh berbeda dari yang pertama."


"Yakin lah.Selama kau menggengam tangan ku,kau tidak akan takut." Ucap Boy seraya tersenyum hangat ke menatap Anastasya.


"Terimakasih."


Balas Anastasya dengan senyum lalu menggenggam tangan Boy.


Ada begitu banyak pasang mata yang melihat kehadiran mereka.


Rata rata pengusaha yang hadir di tempat itu adalah rekan bisnis Boy.


Bukan hanya pengusaha pria,namun beberapa wanita karier pun ada di sana.


Para wanita itu adalah teman dari tunangan Salomo,jadi tidak heran wanita yang ada di sana tampak begitu elegan dengan gaya mereka masing masing.


Boy dan Anastasya berjalan ke arah Salomo dan tunangan nya.


Boy ingin memberi ucapan selamat kepada rekan bisnis tersebut.


"Selamat ya bray.Sudah menanggalkan gelar kesendirian." Ucap Boy dengan santai


Mendengar Boy mengucapkan hal itu,membuat Anastasya sedikit kebingungan.Ia tidak menyangka bisa mendengar Boy begitu santai dalam berkata kata.Karena,setahu nya Boy tipekal laki laki dingin yang berbicara dengan formal.


"Makasih bray..


oh ya ini?? Salomo menunjuk ke arah Anastasya


"Oh ya,kenalkan ini kekasih ku. Namanya Anastasya.


Anastasya kenalkan ini Salomo!" Tatap Boy ke arah Anastasya sambil tersenyum


"Kenalkan saya Anastasya"


Balas Anastasya lembut sambil menunduk pelan.


"Kenalkan saya Salomo,rekan bisnis Boy. Dan ini Tunangan Saya Sheraa." Balas Salomo sopan.


"Kalian sudah lama pacaran?" Tanya Salomo


"Belum lama ini." Balas Boy


"Ku kira kau tidak tertarik dengan wanita.Ternyata bisa juga kau memiliki kekasih." Goda Salomo.


"Kau pikir aku pecinta sesama jenis.Aku ini masih normal!!"


"Ya gimana ya,soal nya kau kan sangat dingin.Sedingin batu es,aku kira mana akan ada cewek yang mau deket sama kamu!"


"Iya tuan benar,aku hanya terpaksa" Ucap Anastasya keceplosan.


Anastasya langsung menutup mulut nya dengan tangan nya.


Ia menatap ke arah Boy.


Dan Boy yang seketika itu langsung menajamkan tatapan mata nya ke arah Anastasya.


Salomo yang mendengar kalimat polos dari Anastasya langsung tertawa.Ia tidak menyangka Anastasya akan sangat jujur seperti itu.


"Wanita mu benar benar jujur Boy.Aku mengapresiasi kejujuran nya." Tawa Salomo ke arah Boy.


"Bu...kan,maksud ku bukan sepertu itu.Ma..af kan aku" Ucap Anastasya gugup.


"Sudahlah..Kau terlalu suka melantur." Balas Boy datar.