
Dering hp Anastasya berbunyi.
Menandakan ada panggilan masuk.
Anastasya mengeluarkan hp nya dari saku celana nya,ia melihat layar hp nya dan tertera panggilan dari psiko. Yang tak lain adalah Boy.
"Ha.. ada apalagi sih? selalu saja mengganggu di jam seperti ini."
Ucap Anastasya kesal.
Anastasya pun menggeser tombol hijau di layar hp nya.
"Ada apa lagi?" Ucap Anastasya kesal.
"Kenapa nada bicara mu seperti itu?" Suara Boy yang terdengar dari balik hp.
"Ya ada apa. Kau tidak tahu di caffe ku sedang ramai pengunjung,aku harus membantu karyawan ku.
Kalau tidak ada yang penting jangan menelpon ku!"
Nada suara Anastasya sedikit mengeras.
"Berbicara lah dengan sopan selagi aku masih memperlakukan mu dengan baik!" Ucap Boy dengan suara datar nya.
Anastasya yang mendengar perkataan Boy yang serius seketika diam tak berkata lagi.
"Bersiap lah,aku ingin mengajak mu makan siang dengan ku. Aku tahu kau pasti belum makan siang.Jadi,tunggu lah supir ku yang sebentar lagi akan menjemput mu."
Ucap Boy pelan.
"Hmm...terserah kau saja.Bahkan kau tidak mengingat janji mu!"
"Aku mengingat janji ku,makanya aku memperlakukan mu dengan baik.Kalau tidak bisa saja aku langsung membawa mu tanpa memberi kabar.
Lagipula kata mu kau teman ku,jadi aku ingin kau menepati perkataan mu."
"Baik lah.Aku tunggu"
Ucap Anastasya lalu mengakhiri panggilan nya.
Tidak lama kemudian,sebuah mobil mewah berwarna navy berhenti di depan pintu caffe Anastasya.
Anastasya yang memang sudah bersiap dan menunggu,langsung menyadari bahw mobil yang berhenti di depan caffe nya adalah mobil Boy.
Ucap Anastasya kepada salah satu karyawan nya sembari meninggalkan caffe dan menunju mobil Boy.
Mobil tersebut membawa Anastasya ke tempat tujuan yang sudah di tentukan oleh Boy.
Seperti biasa,mobil tersebut berhenti di depan restoran mewah tempat mereka makan siang kemarin.
Anatasya pun langsung berjalan mencari keberadaan tempat duduk Boy.Dan lagi Boy pun langsung melambaikan tangan nya dari arah tempat ia duduk ke Anastasya.
Anastasya pun duduk tepat di hadapan Boy.Mereka sama sama memesan menu yang akan mereka makan.Sambil menunggu makanan mereka datang,Boy dan Anastasya pun berbincang.
"Kau pesan apa?"
Ucap Boy menatap ke arah Anastasya.
"Menu yang kemarin.Aku suka menu yang kau pesan kemarin,jadi aku ingin memakan nya lagi." Ucap Anastasya dengan polos nya.
"Besok dan seterus nya pesan lah yang lain,biar kau bisa merasakan semua makanan yang ada di restoran ini."
"Benarkah?aku boleh memesan yang aku mau?" Anastasya sudah tersenyum lebar.
"Aku tidak pernah melarang mu memesan menu yang ingin kau makan." Ucap Boy datar.
"Hm.. terimakasi tuan yang kaya raya"
Balas Anastasya dengan senyum manis yang lebar.
"Dan....seterusnya kau harus makan siang bersama ku." Ucap Boy serius.
"Ha...? seterus nya? menemani mu? aku tidak bisa!" Ucap Anastasya kesal.
"Kenapa tidak bisa? jam makan siang adalah jam istirahat.Tidak ada alasan untuk tidak bisa!"
Ucap Boy tegas.
"Jangan memaksakan kehendak mu tuan! Tepati janji mu !
Jangan membuat kesalahan yang sama 2 kali." Tatap Anastasya dengan tajam ke arah Boy.
Suasana di antara mereka pun menjadi dingin dan menegangkan.