Dating Contract

Dating Contract
Berteman



"Bagaimana keadaan nya dok? apa sakit nya parah?"


Ujar Boy yang kelihatan sangat khawatir.


Melihat raut kekhawatiran di wajah Boy,pak Yan merasa bingung.


Sikap Boy berbeda seperti biasanya. Bahkan kelakuan Boy saat ini seperti sikap seorang pacar yang mengkhwatirkan kekasih nya.


"Tuan,seperti nya tuan sangat khawatir dengan keadaan nona Anastasya"


Ujar pak Yan menatap wajah Boy.


"Begitu ya ? apa sangat jelas?"


Ujar Boy yang jadi salah tingkah.


"Tuan,keadaan nona itu baik baik saja, dia hanya butuh istirahat. Di tambah lagi makanan yang harus ia makan harus lebih di perhatikan.Kondisi nya yang seperti saat ini,di karenakan ia tidak makan sama sekali saat mengkomsumsi obat penghilang rasa sakit di kepala.Tapi,saya sudah menyuntikan antibiotik dan meresepkan beberapa obat yang harus di minum oleh nona itu."


Ujar dokter yang memeriksa keadaan Anastasya.


"Ooh.. baik lah kalau begitu dokter. Terimakasih. Saya masuk dulu." Ucap Boy sambil melangkah kan kaki nya memasuki ruang tempat Anastasya terbaring.


Anastasya yang sudah sadar dari pingsan nya. Melihat sosok yang datang dan berdiri di depan nya,yang tak lain adalah Boy.


"mau apa kau kesini?"


Ujar Anastasya dengan tatapan tajam ke arah Boy.


"aku? aku ingin melihat kondisi mu! Kenapa kau malah menatap seperti itu?"


Ujar Boy yang membalas tatapan Anastasya.


"Perlu apa kau dengan kondisi ku? sebaik nya kau pergi dan jangan pernah muncul di depan ku"


Ujar Anastasya sambil membuang muka nya ke arah lain.


"Apa aku sejahat itu sehingga kau menyuruh ku untuk pergi? setidak nya berterimakasi lah karena aku membawa mu ke tempat ini.Kalau tidak ada aku,mungkin kondisi mu akan semakin memburuk!"


"Aku tidak pernah meminta mu untuk melakukan itu!Aku bahkan tidak ingin kau yang menolongku!"


Anastasya masih membuang muka nya.


Boy pun duduk di pinggir ranjang Anastasya dan mengangkat dagu Anastasya hingga tatapan mata kedua nya bertemu,dan kini hanya menyisakan jarak 1 cm.


"Aku tahu kau belum bisa memafkan ku atas kejadian kemarin,tapi hari ini aku ingin meminta maaf dengan tulus. Maaf kan aku! aku tidak sengaja waktu itu."


Anastasya yang menatap mata Boy dengan jarak yang sangat dekat,dengan cepat memalingkan wajah nya ketika Boy mengucapkan permintaan maaf nya.


"Untuk apa kau meminta maaf kalau besok kau akan mengulangi nya lagi."


"Tidak,aku tidak akan mengulangi nya. Aku berjanji."


Memdengar perkataan Boy,Anastasya menatap ke arah wajah Boy. Dan posisi wajah mereka kembali berdekatan.


Nafas hangat Boy begitu terasa di pipi Anastasya,begitu pula sebalik nya.


"Kau mau berjanji?Kalau kau mau berjanji, maka berjanji lah untuk tidak mengusik hidup ku sesuka hati mu!"


"baik"


Ucap boy dan kemudian memalingkan wajah nya lalu kembali berdiri.


Mendengar jawaban Boy,Anastasya merasa bahwa sebenar nya Boy adalah pria yang menyimpan sisi lain. Yang mungkin tidak pernah ia tunjukan.


Setelah berjanji kepada Anastasya, Boy pun melangkah kan kaki nya hendak meninggalkan Anastasya.


Namun,langkah itu berhenti ketika Anastasya memanggil nya.


"Boy! bisakah kita berteman?" Ujar Anastasya sambil mengulurkan tangan kanan nya.


Boy pun berbalik dan melihat uluran tangan Anastasya.