Dating Contract

Dating Contract
Cantik



Saat masuk ke dalam salon tersebut,Boy di sambut dengan hangat oleh Manager salon dan para tenaga ahli yang biasa menanggani pengunjung.


Bagaimana tidak,kesuksesan Boy sebagai pengusaha muda di bidang fashion membuat nya memiliki bisnis lain selain perusahaan fashion milik nya.


Salah satu nya adalah Salon kecantikan yang saat ini sedang ia kunjungi.Sebenarnya ada banyak bisnis lain lagi yang di miliki oleh Boy,tapi yang menjadi pusat perhatian oleh banyak orang adalah perusahaan yang saat ini sedang ia jalankan.


"Selamat datang tuan,Lama tidak berkunjung.


Apa ada yang bisa kami bantu?" Ucap Manager salon dengan lembut dan sopan.


"Buat gadis ini semenarik mungkin.Aku akan menghadiri pesta pertunangan rekan bisnisku."


Gumam Boy sambil menatap ke arah Anastasya.


"Hei..ak..u kan sudah menarik. Jangan menambah riasan lagi! Aku tidak suka."


Gumam Anastasya menatap tajam ke arah Boy.


"Lakukan lah,mereka tak akan menyakiti mu.Di masa depan kau akan terbiasa dengan ini."


"Dimana depan apanya. Aku tidak mau.Kau sudah gila!"


"Bawa dia." Tatap Boy ke arah karyawan salon.


Para karyawan salon pun membawa Anastasya ke ruang make up.Awal nya Anastasya bersikeras untuk menolak,tapi karena tidak ingin menyusahkan karyawan yang ada di situ ia terpaksa mengiyakan.


Para stylist mulai memperhatikan bentuk wajah dan rambut Anastasya.Mulai dari hair dresser,hair sylist,dan juga make up artist.Mereka bekerja sama untuk mengubah penampilan Anastasya.


Setelah menemukan look yang cocok untuk wajah Anastasya,mereka pun dengan lincahnya mengubah penampilan Anastasya.


Setelah hampir 1 jam,akhir nya mereka selesai mendandani Anastasya.


Anastasya yang melihat hasil nya pun takjub dengan pekerjaan mereka.


Ia tidak menyangka wajah nya bisa berubah menjadi lebih cantik.


Padahal sih sebenarnya dia juga udah cantik tanpa di makeup tebal.


Manager salon membawa Anastasya ke ruamgan Boy menunggu.


Dan benar saja,Boy pun sangat terpukau melihat tampilan Anastasya.


Sejenak ia bahkan tidak bwrkata kata.


Dan tanpa ia sadari kalimat itu keluar dari mulut nya.


"Cantik." Gumam Boy.


"Benarkah?" Balas Anastasya senang.


Boy yang mendengar ucapan Anastasya pun langsung tersadar dan langsung membuat tatapan nya ke sembarang arah.


"Cepat lah.Sikap mu seperti anak kecil." Gumam Boy seraya berdiri dan keluar dari ruangan itu.


Melihat ekspresi Boy yang seperti itu,Anastasya menjadi sanagat kesal.Ia mengerutkan bibir nya dan berjalan mengikuti laangkah Boy.


"Dasar psikopat.Kalo kau malu mengakui nya bilang saja.Kenapa malah mengalihkan pembicaraanku.


Setiap kali aku berbicara dengan mu aku jadi sangat kesal,dasar pria dingin!


Gumam Anastasya dalam hati nya.


Boy dan Anastasya pun meninggalkan salon.


Mereka melaju ke tujuan mereka.


Tidak ada obrolan dalam mobil itu,suasana hening dan sangat sunyi.


Anastasya merasa malas untuk menegur Boy,ia sudah bisa membayangkan bagaimana hasil nya kalau dia bicara dengan Boy.


Sedangkan Boy,ia merasa ada yang salah dengan dirinya.


Ia merasa sangat ingin menatap Anastasya.


Ia ingin menatap wajah itu berlama lama.Tapi bagaimana mungkin,ia tidak ingin melakukan hal bodoh seperti itu.


Boy berusaha menahan dirinya nya sebisa mungkin agar tidak menatap ke arah Anastasya.


Ia mencoba memandangi keluar dari kaca jendela mobil.