Dating Contract

Dating Contract
Pemilik Cafe 3



Pak yan dan Boy keluar dari cafe milik Anastasya. Masih dalam keadaan marah dan kesal,Boy seperti nya belum bisa menerima kejadian tersebut.


"Pak yan,kita langsung pulang saja,aku benci harus mengenakan pakaian kotor seperti ini."


"Baiklah tuan" pak yan mengemudikan mobil dan berjalan.


Dalam perjalanan pulang, Boy hanya diam,seperti nya ada banyak hal yang ia pikirkan.


"mengapa bisa ia seperti ibu,bukan kah berat apabila menjadi orang seperti dia?kenapa dia masih bisa tersenyum di keadaan seperti itu?" pertanyaan mulai muncul di hati nya.


Boy seperti mulai tertarik tentang pemilik cafe itu.


"pak yan,apa kau melihat ekspresi pemilik cafe tadi?


"iya tuan muda,seperti nya nona tersebut wanita yang penyabar dan murah hati jarang ada wanita seperti itu. sahut pak yan.


"B**enarkah? bukankah itu sudah hal biasa? bukankah banyak wanita yang seperti itu?" Boy semakin banyak bertanya.


"Tuan,ada banyak wanita di luar sana,namun tidak semua nya bisa seperti nona pemilik cafe. Biasa nya seorang pemilik akan marah kalau mendapati karyawan nya melakukan kesalahan,tapi nona pemilik cafe tidak marah atau melakukan apapun."


"oh seperti nya memang begitu". Boy nampak nya sedang berpikir.


"jadi tidak semua wanita seperti itu ya,hanya sedikit yang seperti itu. Ibu betulkah memang tidak semua wanita itu sama? selama ini aku melihat wanita itu sama saja. Mereka hanya melakukan apa yang mereka ingin. Seperti ibu,pergi meninggalkan aku dan ayah tanpa bertanya sedikit pun".


Boy hanyut dalam pikiran nya,sambil memejamkan mata nya menunggu sampai ke rumah.


Tiba tiba Boy teringat sesuatu, Aylaa..


"Pak Yan,bukankah tadi Ayla teman nya si pemilik cafe?


"benar tuan."


"dibagian apa dia bekerja di perusahaan"?


" besok panggilkan dia,suruh menemui ku di ruangan! tegas boy kepada pak yan.


"Bukan kah terlalu kejam apabila melimpahkan kekacauan tadi kepada Ayla tuan? pak yan tampak memikirkan apa yang akan di lakukan tuan muda nya terhadap karyawan nya tersebut.


"Panggilkan saja dia besok!" jawab Boy dengan ketus.


"baik lah tuan,besok pagi akan saya suruh dia ke ruangan tuan".


"Benar,melalui dia aku bisa mengetahui lebih banyak tentang pemilik cafe itu" ucap Boy dalam hati nya.


Tidak biasa nya Boy seperti itu,pemilik cafe seperti nya meninggalkan kesan yang mendalam untuk nya.Jarang sekali ia tertarik akan sesuatu.Hanya saja seperti nya dia enggan mengungkapkan ketertarikan nya. Terlebih ia masih trauma terhadap masa lalu nya.


Mobil terasa berhenti,seperti nya sudah sampai pada tujuan, Boy membuka mata nya dan bersiap turun dari mobil.


Ada banyak pelayan yang menyambut nya di depan pintu "selamat datang tuan muda" Sapa para pelayan yang bekerja di rumah besar boy.


Para pelayan tampak heran dengan pakaian nya yang kotor,tidak biasanya seperti itu. Namun,tidak ada yang berani bertanya, ekspresi wajah Boy sudah menjelaskan semua nya,dan para pelayan mengerti itu.


Boy membuka setelan jas nya di bantu pelayan,dan ada pula yang membantu nya menyimpan sepatu nya.


"Aku ingin mandi,tolong siapkan pak."


ucap boy kepada pelayan laki laki yang biasa menyiapkan air mandi nya


"baik tuan,akan segera di siapkan"


Boy berjalan menuju ruang kerja nya. Ia merebahkan badan nya di sofa ruang kerja nya.


"ah melelah kan sekali" ucap nya sambil menutup mata nya.