
Mengapa gadis ini bisa sabar seperti ini? ucap pria pemarah itu dalam hati nya.
Melihat cara tersenyum gadis itu,ia seperti melihat bayangan ibu nya. Ia terbayang bagaimana ibu nya tidak akan pernah marah walau ia melakukan kesalahan.Ia ingat bahwa ibunya hanya akan memberi nya nasehat tanpa harus melontarkan ucapan yang penuh emosi.
Sesaat ia terhanyut oleh kenangan akan ibu nya.
"Tuan,maafkan karyawan saya karna telah melakukan kesalahan.saya tahu itu kesalahan fatal,tapi yang namanya manusia pasti pernah melakukan kesalahan.Tolong pengertian nya tuan" gadis itu menatap wajah pria itu dengan senyuman dan sedikit menundukan kepala.
Tiba tiba dari balik pintu ruangan Anastasya,Ayla yang sudah menunggu lama keluar dari ruangan tersebut.Betapa terkejut nya Ayla,melihat pria yang berdiri di depan Anastasya. Dengan langkah kaki yang cepat,Ayla berjalan menuju ke arah Anastasya
"Tuan muda Boy,sedang apa tu.. belum selesai berbicara Anastasya langsung menoleh ke arah Ayla
"Kau mengenal nya Ayla? sambil bertanya Anastasya berusaha mengingat nama yang Ayla sebutkan.
Ah ternyata dia boss yang Ayla ceritakan, seketika Anastasya mendapatkan jawaban sendiri.
"Mengapa kau ada di sini, apa kalian bersaudara? tanya pria paruh baya itu dengan sopan.
"Bukan tuan,aku dan Anastasya beteman, kami sudah berteman sejak kecil dan aku biasa mengunjungi nya sepulang kerja". Ayla menjawab pria paruh baya itu,dengan nada agak sedikit takut karena ia tahu apa yang di depan nya.
Ayla takut kejadian hari ini akan berdampak pada pekerjaan nya besok.
Namun,disamping ketakutan Ayla ,seperti nya Pak Yan si pria paruh baya itu berusaha menenangkan hati Tuan muda nya.
Boy masih terdiam,seolah tatapan nya kosong setelah melihat Anastasya yang seperti itu.
"Tuan,bagaimana kalau sa..
"sudahlah,aku sudah tidak ingin berlama lama di sini, mari kita pergi pak yan!" Tuan muda itu tidak membiarkan Anastasya menyelesaikan ucapan dan dan pergi begitu saja bersama sekretaris pribadi nya tersebut.
Melihat kepergian Boy yang masih dalam keadaan marah,Ayla menjadi satu satunya orang yang bergetar ketakutan.Dia tahu bahwa Boy tidak akan membiarkan nya begitu saja,apalagi sudah kacau seperti ini.
"Ayla,kenapa kau seperti nya gemetar ketakutan"? Anastasya menoleh bertanya
"Aku tahu betul tuan muda Boy seperti apa,dia tidak akan membiarkan ini lalu begitu saja . Kau ingat kan aku pernah cerita dia itu bertindah semena mena,angkuh,sombong ,dan bahkan tidak akan memberikan kesempatan kedua bagi orang yang melakukan kesalahan." nada suara Ayla sudah di level ketakutan tertinggi.
" hahahaha, kenapa kau seperti ini, apa kau yang melakukan kesalahan? atau kau yang menumpahkan minuman tadi? tidak kan?! Anastasya berusaha menyakin kan Ayla dengan sedikit bercanda.
"Sudahlah Ayla,tidak akan terjadi apa apa,bukan kau yang melakukan kesalahan. Kalau sampai dia membawa mu ke dalam permasalahan ini aku yang akan turun tangan menyelesaikan nya dengan boss mu. Dan lagipula hal kecil seperti ini kenapa harus harus di permasalahkan berhari hari. Tidak lucu tau." Anastasya mengejek Ayla.
"Benar juga ya,bukan aku yang melakukan kesalahan kenapa aku yang ketakutan? tapi mudah mudahan seperti yang kau katakan"
Ayla berusaha tenang dan meyakinkan dirinya.