
Anastasya tiba di rumah nya. Merebahkan badan di tempat tidur nya. Ia memandangi langit langit kamar nya sambil berpikir panjang.
"Mengapa ? mengapa harus aku? ada begitu banyak orang di luar sana,tapi mengapa kesulitan ini semuaa nya datang kepadaku bertubi tubi.?"
Anastasya mulai berbincang sendiri.
Mendengar ucapan Boy yang begitu ketus membuat Anastasya merasa sedih. Sedih bukan karena ia di ingatkan untuk tidak mengharapkan apa apa. Namun, Ucapan boy seolah olah membuat nya merasa seperti boneka permainan.
"Aku tahu aku hanya wanita biasa yang tidak memiliki apapun untuk di banggakan, tapi bisakah peran yang kumainkan sedikit lebih baik Tuhan? kenapa peran ku di dunia ini begitu menyedihkan? Apa karena aku kurang bersyukur? atau aku memiliki dosa di masa lampau yang harus di bayar?
Anastasya mulai meneteskan air mata . Kini, air mata itu membasahi pipi nya.
Keheningan malam serta kesedihan nya benar benar memuncak . Tak ada seorang pun yang ada di samping nya.
Anastasya mengambil foto ayah nya yang berada di meja samping tempat tidur nya. Di pandangi nya foto ayah nya sambil menangis
"Ayah,kalau ayah masih ada mungkin aku gak akan seperti sekarang ini. Ayah tahu, semenjak ayah pergi ibu juga pergi ayah.. Ia memalingkan wajah nya terhadap ku. Ia memilih keluarga baru nya di banding aku. Bukan kah itu menyedihkan ayah?
Ayah? kalau ayah mendengar ku saat ini,bisakah ayah menyampaikan permintaan ku untuk Tuhan?
Tolong katakan pada Tuhan ayah,aku ingin segera bersatu dengan ayah di sana. Aku ingin ia menyuruh malaikat nya untuk menjemputku dalam tidur.
Aku ingin kita bisa bersama lagi.
Anastasya terus menangis dan mengelus foto ayah nya.
Hari semakin larut, Mata Anastasya menjadi begitu sembab.
Ia bangun dari tempat tidur nya, membersihkan diri sebelum tidur dan menganti pakaian nya dengan piyama milik nya.
Ia merasa sudah puas menangis dan akhir nya tertidur lelap.
*****
Dengan nuasa ruangan yang sama, Boy yang sudah sampai ke rumah langsung memasuki kamar pribadi nya .
Membentangkan diri nya di atas tempat tidur nya.
Setelah melalui malam ini dengan Anastasya ia merasa terhibur.
Keheningan kamar Boy pecah ketika Hp nya berdering.
Boy mengambil Hp nya, dan melihat siapa yang menelpon nya.
Dan ternyata panggilan itu dari Pak yan.
"Hallo,ada apa ? ucap boy
"Maaf menggangu waktu anda tuan,saya hanya ingin memberitahukan bahwa jadwal untuk besok tiba tiba berubah"
"Loh! Kenapa bisa seperti itu pak yan? kau tahu kan ini adalah hal yang paling aku tidak suka. Aku tidak suka dengan hal yang mendadak!"
Boy sangat kesal setelah mendengar pemberitahuan tersebut dari pak yan. Bukan karena alasan boy tidak suka hal yang mendadak. Hal tersebut di karenakan apa yang terjadi pada masa lalu nya.
Kepergian ibu nya yang mendadak, Kepergian wanita yang menjadi cinta pertama nya yang juga mendadak menjadi faktor Boy membenci semua hal yang terjadi secara mendadak.
"maaf tuan, saya juga baru di beritahukan malam ini. Investor yang akan kita ajak kerjasama tiba tiba merubah jadwal penerbangan nya. Dan besok ia sudah akan tiba di kota x".
"*Lalu,dia mengubah waktu dan tempat pertemuan nya ? benar begitu pak yan?
"Benar tuan, sekretaris nya mengatakan bahwa waktu dan tempat telah di atur. Dan itu mengharuskan kita untuk melakukan perjalanan ke luar kota besok pagi*. Dan saya akan mengatur penerbangan untuk besok pagi tuan.
"*Aku benar benar benci hal ini pak yan! kau tahu aku tidak akan pernah menyukai hal ini! Boy merasa sangat kesal.
"Maaf tuan, tapi kita harus melakukan perjalanan ini,kita butuh bantuan mereka untuk memulai merk baru yang akan kita luncurkan".
"hmmm, kalau tidak karena merk baru aku tidak akan pernah mau melakukan hal yang seperti ini!"
"Maaf tuan,tapi tuan harus berpikir dengan jernih kali ini, karena merk baru yang akan kita keluarkan akan membutuhkan dana yang cukup besar dari yang biasanya."
"Kau benar pak yan,untuk melebarkan bisnis ku yang baru dengan merk baru setidak nya aku harus berkorban sedikit.
Kalau begitu segera siapakan semua nya. Kita akan berangkat besok!"
"baik tuan*"