
"Ayla sudahlah .. Nasi sudah menjadi bubur,tidak ada yang bisa di lakukan! Seru Anastasya
"sudahlah bagaimana. Aku tidak mau , aku akan menjumpai nya besok! Ayla seperti nya benar benar berniat untuk menolak perjanjian tersebut.
"Ayla cukup! Aku sudah pusing dengan semua nya , kau sudah berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang gegabah.! kita tidak tahu apa yang akan dia perbuat, mungkin awal nya dia mengancam ku menggunakan mu, tapi coba pikir kalo tindakan mu gegabah,apa yang akan dia lakukan bisa lebih parah. Dia memiliki segala nya sedangkan aku tidak memiliki apa apa.. !
Kali ini nada dan intonasi Anastasya berubah menjadi menakutkan .. suara nya tidak seperti biasa nya
Ayla yang mendengar itu merasa mengerti . Ia mengerti posisi sahabatnya . Ayla terdiam sesaat sambil menatap anastasya
"Ayla, sudahlaah, itu hanya sebuah kontrak.. Aku memang risau tapi semua nya udah gak berguna lagi.. Aku udah menyetujui nya, dan harapan ku persetujuan ku tidak akan menimbulkan kekacauan lagi . Aku hanya berusaha mencari solusi nya . Anastasya memasang raut wajah memelas .
Ayla memeluk sahabat nya. "baiklah,kita anggap ini selesai, dan tolong jangan pasang raut wajah putus asa mu.. aku khawatir!
Anastasya yang masih berpelukan dengan Ayla mulai tersenyum "Aku tidak apa apa Ayla, percaya lah . Terimakasi sudah mengkhawatirkan ku..
Akhirnya mereka menyelesaikan perdebatan kecil mereka..
"Aku akan menginap di tempat mu malam ini! ucap Ayla.
"baik lah . lakukan apapun yang kau mau ! Balas Anastasya
"aku akan mandi,dan pinjamkan aku piyama tidur mu.. !! Seru Ayla
" Ambil saja sendiri, kau sudah tau tempat nya nya.. Anastasya berlalu, dan pergi menuju kamar nya.
Anastasya berbaring di atas tempat tidur nya .. "haaaa... nyaman sekaliii" ucap nya dalam hati ..
Anastasya memejamkan mata nya, menikmati betapa nyaman nya tempat tidur milik nya ..
Semenjak Kepergian Ayah nya, ia merasa kurang mendapat kasih sayang. Sang ibu sibuk menjalankan bisnis perusahaan mereka. Anastasya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri,karena ia tahu hanya diri sendiri yang bisa membuat nya tetap bisa menjalani semua kesulitan yang ada . Anastasya sadar ia tidak boleh bermanja manja apalagi setelah kepergian sang ayah.
Selang 4 tahun kepergian sang ayah, ibu nya menikah lagi.. Ibu nya bahkan tidak bertanya kepada Anastasya apakah ia mengizinkan nya menikah atau tidak .
Ia terbayang pertengkaran hebat itu.
Waktu itu Anastasya sedang sendirian dirumah. Memang ada pelayan dan pekerja kebun mereka,namun waktu itu ntah kenapa semua nya sepi dan senyap..
"Pak sam.. pak sam ..Anastasya memanggil kepala pelayan nya namun tidak ada jawaban.
Tiba tiba ayah tiri nya datang " ada apa Anastasya , kau perlu sesuatu ? tanya ayah tiri nya
"Tidak , aku akan menyuruh pak sam melakukan nya! Anastasya yang kurang suka melihat ayah tiri nya segera.menyudahi pembicaraan tersebut dan kembali ke kamar .
tok..tok..tok... terdengar suara ketukan pintu kamar Anastasya .
Anastasya membuka pintu kamar nya.
Ia melihat ayah tiri nya berdiri di depan pintu kamar nya.
"ada apa ayah? seru Anastasya
"tidak, apa aku boleh masuk " Sambil tersenyum ayah tiri nya melangkah kan kaki ke arah kamar Anastasya
Anastasya tampak curiga, karena tidak biasa nya ayah tiri nya seperti itu.