
"Anastasya" panggil seorang wanita sambil melambaikan tangan nya
"oh Ayla!" wanita itu kembali melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah wanita yang memanggil nya.
Anastasya,wanita pemilik cafe coffe yang memiliki kepribadian yang ceria.
Menjadi pemilik cafe tidak membuat nya enggan untuk melayani para pembeli. Ia bahkan menyajikan langsung coffe tersebut kepada pembeli,bahkan pembeli pun tidak akan menduga bahwa Anastasya adalah pemilik cafe sesungguh nya.
"Kenapa kau selalu menyajikan minuman kepada pembeli mu saat kau memiliki karyawan"? Ayla tampak sedikit kesal kepada Anastasya. Namun,
Anastasya hanya tersenyum membalas Ayla.
Ayla,sudah seperti saudara bagi Anastasya,mereka sudah berteman dari kecil. Mereka berbagi suka dan duka bersama.Tidak ada cerita yang tidak mereka bagi. Berbagi cerita adalah hal yang membuat hubungan mereka bisa seerat saat ini,mereka juga berjanji tidak akan merahasiakan apapun di antara mereka.
"Ayla,apa kerjaan mu sudah selesai,seperti nya hari ini kau cepat sekali pulang tidak seperti biasanya?" tanya Anastasya sambil menopang dagu nya .
"ya begitulah,produk kami telah terjual melebihi harapan, jadi boss perusahaan kami memberi kami sedikit kelonggaran dan membiarkan kami pulang lebih awal".
"Wah,tumben boss di perusahaan mu seperti itu,bukan kah katamu boss mu orang nya semena mena dan angkuh?
"ya, aku pun heran mengapa dia tiba tiba memberi kelonggaran seperti itu padahal sudah 5 tahun aku bekerja ia tidak pernah seperti itu. Ayla pun seperti nya tampak bingung,tapi ia tetap menikmati nya karena pulang lebih awal adalah hal paling menyenangnkan bagi setiap karywan biasa seperti mereka.
Di tengah perbincangan mereka,dua orang masuk ke cafe milik Anastasya.
"Silahkan ,mau pesan apa? tanya karyawan sambil berdiri dan menatap layar komputer nya.
"Coffe Americano 2" sahut pria itu
"Baiklah,silahkan melakukan pembayaran nya total 65 k" karyawan tersebut mengangkat kepala nya dan menatap ke arah pria itu,dan menerima uang nya serta memberi struk pembelian nya.
Namun perbincangan itu berhenti setelah mendengar keributan.
"Bagaimana cara mu bekerja ? apa seperti ini cara pemilik cafe mengajari mu melayani pembeli?" Pria itu sangat marah dan kesal sambil berdiri menunjuk wajah karyawan Anastasya.
Anastasya segera berlari ke arah keributan,dan melihat yang terjadi.
"Apa yang terjadi?" tanya Anastasya pada karyawan nya.
"Aku tidak sengaja menumpahkan minuman nya nona,dan minuman nya mengenai baju tuan ini." tampak wajah ketakutan dan tangan karyawan nya bergetar.
"tidak apa-apa,kembali lah bekerja" Anastasya hanya tersenyum lembut sambil menepuk pundak karyawan nya.
"Baik nona" timbal karyawan tersebut.
Pria itu bertambah heran dan jengkel dalam hati nya bertanya "bagaimana wanita ini masih bisa tersenyum kepada karyawan nya yang melakukan kesalahan fatal seperti ini? kalau aku , aku pasti sudah memecat nya!"
Melihat keadaan tersebut pria paruh baya meraih lengan pria yang sedang kesal itu,dan berusaha membujuk nya
"Tuan,sudahlah,bukan kah...
belum selesai pria itu berbicara,Anastasya sudah memotong pembicaraan nya.
"maaf memotong pembicaraan tuan,kenalkan saya Anastasya pemilik cafe ini"mengulurkan tangan nya dan tersenyum ke arah kedua pria tersebut.
"Tampak nya ia wanita yang murah hati" ucap pria paruh baya itu dalam hati.