
"Pak Yan dan Ayla keluar lah dulu ! aku hanya ingin berbincang dengan dia" Boy menatap ke arah Anastasya.
"Tapi mengapa hanya aku dan kamu? Anastasya tampak kebingungan.
Ayla tiba tiba berbisik ke telinga Anastasya "kali ini berkorban lah untuk ku,kau mengerti kan? " Ayla menatap Anastasya dengan penuh harap.
"mari kita keluar! pak yan mengajak Ayla untuk segera bergegas meninggalkan ruangan itu .
Keheningan terjadi, diruangan itu hanya ada Anastasya dan Boy.
"*Baiklah,aku tidak akan bertele tele! suara itu memecah keheningan.
"Maksud anda apa tuan*? Anastasya tampak bingung.
"Kejadian yang kemarin aku belum menerima permintaan maaf secara resmi. Boy menatap tajam ke arah Anastasya.
Anastasya seperti nya tidak takut terhadap tatapan itu, Ia hanya tersenyum.
"Jadi aku harus bagaimana tuan? bukan kah itu masalah kecil? bahkan masalah itu tidak merugikan siapapun, ya walaupun baju dan setelan jas tuan kotor, tapi apakah permintaan maaf ku tidak cukup?
"Tentu, ku rasa kau sudah tau aku siapa. *Aku bukan sembarang orang yang bisa menerima maaf begitu saja . Mungkin untuk mu itu hal sepele . Tapi untuk ku itu hal paling memalukan !
Andai saja itu karyawan ku , aku pasti akan langsung mendepak nya !
Nada bicara Boy yang sombong* membuat Anastasya semakin jengkel .
"Maaf tuan,seperti nya memberhentikan seseorang begitu saja tanpa berpikir sudah menjadi kebiasaan tuan, tapi asal tuan tahu, saya bukan orang seperti itu.
Tuan, saya bukanlah orang yang banyak pengalaman,tapi saya belajar bagaimana saya harus merendahkan diri walaupun saya seorang pemimpin"
"Setiap orang memiliki prinsip kerja nya masing masing. Boy dengan cepat menjawab apa* yang Anastasya katakan, namun ia tau betul apa yang Anastasya ucapkan tidak lah salah .
"gadis ini,yang dia katakan memang benar, dia tidak salah sedikit pun . Tapi aku tidak boleh kalah dari nya. Semua harus berjalan dengan yang aku rencanakan" . Boy berdebat dengan pikiran nya sendiri.
"Aku akan langsung ke inti nya! Kalau kau tidak ingin menebus kesalahan mu , bagaimana kalau Ayla saja yang menebus nya ? apa itu cukup bagimu?
Boy tersenyum sinis dengan tatapan angkuh nya .
"Maaf tuan, mengapa anda malah membawa Ayla ke dalam permasalahan ini? dia kan tidak tau apa apa , dan bukan dia yang melakukan kesalahan itu. Tolong berpikir lah dengan bijak tuan! Anastasya semakin kesal dengan ucapan Boy.
"Wah berani sekali gadis seperti mu menyuruh ku untuk berpikir dengan bijak ! Boy seperti nya tidak suka dengan ucapan Anastasya
"Kau fikir aku bermain main dengan ucapan ku? Aku sudah berfikir dengan bijak . Waktu kekacauan itu bukan kah aku tidak mengusik mu? Aku hanya lalu begitu saja kan! setelah 1 hari memikirkan nya aku datang lagi ke tempat mu ! Apa tidak cukup bagimu, setidak nya aku sudah memberi kelonggaran!
"Tuan kejadian kemarin hanya masalah kecil apa perlu tuan seperti ini? Anastasya menatap tajam Boy.
"Baiklah kalo begitu , aku akan mengangap nya impas kalau bicara mu seperti itu. Tapi tidak dengan Ayla !!!
Boy , melangkah kan kaki nya menuju pintu. Namun, belum sampai langkah itu di depan pintu Anastasya menghentikan nya
"Apa yang harus aku lakukan tuan,supaya tuan menerima permintaan maaf ku" Anastasya tampak pasrah, bukan karena ia takut pada Boy, tapi seperti nya kondisi itu akan merugikan Ayla apabila Anastasya tidak menghentikan nya.