
Tidak apa apa.Tidak ada orang yang ingin hal buruk terjadi menimpa nya.
Harus nya aku yang minta maaf kepada kalian karena seharusnya aku tidak mengundang orang itu." Balas Salomo.
"Siapa orang itu? Kenapa kau bilang harus nya tidak mengundang nya?" Tanya Boy merasa penasaran.
"Dia pengusaha dari perusahaan D, perusahaan nya bergerak di bidang tekstil.Sebenarnya perusahaan nya sedang tidak baik saat ini,jadi dia mencari beberapa perusahaan untuk mau bekerjasama dengan perusahaan nya.
Sudah berkali kali ia datang menemui ku memohon agar perusahaan ku bekerjasama dengan perusahaan milik nya.Awal nya aku tidak mau,tapi karena usaha nya yang tidak pernah menyerah akhirnya aku memutuskan untuk memberi nya kesempatan.
Tapi,setelah beberapa lama menjalin kerjasama itu,aku merasa sangat di rugikan.Aku menyuruh orang ku untuk memeriksa latar belakang dan perkembangan perusahaan nya,dan benar saja dia adalah orang licik.Dengan cara yang tidak kita sangka dia bisa menggelapkan uang perusahaan dan melimpahkan semua nya kepada perusahaan milik ku."
Ucap Salomo panjang lebar menjelaskan.
"Lalu kau tidak melakukan apa pun setelah semua yang sudah terjadi?" Tatap Boy serius sambil mengepalkan tangan nya.Ia merasa kesal dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Aku masih memantau semua rencana nya,aku hanya masih berpura pura baik padanya supaya ia tidak curiga bahwa aku sedang menyelidiki nya." Balas Salomo
"Benar,tindakan mu sudah tepat.Jadi saat ia terperangkap oleh jebakan mu ia akan hancur oleh kebodohan nya." Ucap Boy dengan geram.
Anastasya yang mendengar perbincangan mereka hanya bisa terdiam.Ia bahkan tidak menyangka ayah tiri nya bahkan memanipulasi orang yang sudah membantu nya.
Ia sendiri pun merasa sangat marah dan benci mendengar tindakan yang di lakukan oleh ayah tirinya.
Ingin sekali rasanya ia yang menghancurkan laki laki itu,dan memberi tahu kepada ibu nya dengan jelas perbuatan suami nya itu.Tapi,ia sendiri pun tidak punya kekuatan apa apa untuk melakukan itu.
Setelah perbincangan Boy dan Salomo selesai,Boy mengajak Anastasya untuk segera meninggalkan tempat itu dan akan mengantar nya pulang.
"Ayo kita pulang,ini sudah larut."
Ucap Boy sambil merangkul pundak Anastasya.
Selama di perjalanan,Anastasya tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Ia hanya memandangi ke arah luar melalui kaca Mobil Boy.
Boy yang memperhatikan Anastasya pun tiba tiba menggengam tangan Anastasya.
"Maaf kan aku." Ucap Boy
Anastasya membalikan wajah nya dan menatap ke arah Boy.
"Maaf untuk apa?" Tanya Anastasya
"Maaf karena membiarkan ini semua terjadi kepada mu.Aku tidak menepati janji ku untuk melindungi mu." Balas Boy dengan pelan.
"Tidak,kau tidak melakukan kesalahan.Ini murni karena ketidakberuntungan ku." Jawab Anastasya sambil tersenyum menatap Boy.
"Aku berjanji akan mengancurkan pria itu bila dia berani menyakiti mu lagi." Ucap Boy dengan penuh penekanan.
Ia tidak menyangka Boy akan sekhawatir itu dengan diri nya.Perlakuan Boy yang seperti itu benar benar memberi nya rasa aman dan Nyaman.
"Terimakasih..
Terimakasih karena sudah mengkhawatirkan ku." Ucap Anastasya sambil tersenyum
"terimakasih karena sudah membuat ku aman di dekat mu.Walaupun sebenarnya tindakan mu agak terlambat,tapi aku bersyukur karena kau sudah datang untuk menyelamatkan ku.
Ini tindakan pertama yang ia lakukan untuk menyelamatkan ku,dan seperti nya dia berhasil membuat ku nyaman."
Gumam Anastasya dalam hati nya