Arini, I Love You!

Arini, I Love You!
Bab 62



Di tempat lain, Novi bergegas ke rumah Clara. Gara-gara Clara ia terpaksa keluar dari kantor Reyhan dan dibenci oleh Reyhan untuk selamanya. Mimpinya untuk mendapatkan Reyhan hancur begitu saja. Ia sangat marah, semua ini gara-gara Clara yang menyulut api cemburunya sehingga bertindak ceroboh tanpa memikirkan bagaimana akhirnya.


"Clara, aku tidak akan melepaskanmu kali ini!" ucap Novi dengan geram. Ia melajukan mobilnya cukup kencang.


Hingga ia sampai di kediaman Clara, Novi langsung turun dari mobilnya dan mengetuk pintu dengan cukup keras. Ia sudah kehilangan kesabarannya.


"Keluar kamu Clara!" ucap Novi berteriak.


Tak lama setelah itu, Clara keluar dari rumahnya. Ia terlihat lebih santai dari biasanya. Ia sudah menduga bahwa Novi akaj mencarinya jika rencananya tidak berhasil. Namun Clara tidak kehabisan cara untuk bisa menang dari Novi.


Plaakkk


Tamparan keras Novi daratkan pada pipi mulus milik Clara. Clara yang awalnya bersikap tenang kini menatap Novi dengan marah.


"Beraninya kau mengadu domba aku dengan Reyhan! Siapa kau! Kau hanya mantan istri yang terbuang! Beraninya memanfaatkanku untuk menyingkirkan Arini!" ucap Novi penuh kemarahan. Clara mengusap pipinya sambil tersenyum sinis. Dalam hatinya tertawa senang melihat Novi hancur.


"Aku hanya memberikan informasi yang aku tahu. Aku juga tidak menyarankan kamu untuk melakukan rencana itu kan?" ucap Clara dengan santai. Ia melipat tangannya di depan dadanya dengan angkuh. Bahkan mereka masih berdiri di ambang pintu.


"Kauu!!" ucap Novi dengan menunjuk Clara. Clara hanya memutar bola matanya dengan malas.


"Dasar wanita bodoh! Dengan tindakanmu yang ceroboh apakah Reyhan akan tetap mempertahankan hubungan persahabatan kalian? Novi, Novi, ternyata kamu masih belum mengenal Reyhan seutuhnya!" batin Clara. Ia kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya. Untungnya Jerry tidak mendengar pertengkaran mereka. Dan itu aman untuk Clara.


Novi pergi dari kediaman Clara. Ia tidak tahu lagi bagaimana membujuk Reyhan agar tidak memecatnya dari kantor. Satu kesalahannya membuat hubungannya dengan Reyhan hancur berantakan.


Novi melajukan mobilnya menuju salah satu bar. Ia ingin meluapkan kesedihannya. Kini harapannya pupus sudah. Novi bahkan tidak lagi punya kesempatan itu. Sesampainya di bar, Novi langsung memesan beberapa minuman. Ia meneguknya dan terus meracau menghilangkan kesedihannya. Ia juga menangis karena hatinya terlalu sedih akan kenyataan pahit hidupnya. Tujuan hidupnya hanya satu, yaitu menikah dengan Reyhan. Tetapi harapannya sirna sudah.


"Kenapa Rey, kenapa kamu tega sama aku?" gumam Novi sambil menangis. Ia terus meminum minumannya. Kini kesadarannya mulai hilang.


"Aku sangat mencintaimu sejak kecil. Tetapi kenapa kamu tidak pernah melihat ketulusanku Rey?" ujar Novi. Ia menangis sampai sesenggukan.


Seorang lelaki yang sedari tadi memperhatikan Novi perlahan mendekat ke arahnya. Ia adalah Aksa, teman semasa kuliahnya yang diam-diam menyukai Novi. Bukan suatu kebetulan Aksa bertemu Novi di bar ini. Karena sejak di jalan tadi, Aksa sudah mengikuti Novi dan memperhatikannya. Meskipun Novi berkali-kali menolak cintanya, itu tak membuat Aksa mundur untuk mendapatkan Novi.


"Novi? Kamu kenapa?" tanya Aksa yang sudah duduk di depan Novi. Novi menatap Aksa dengan lekat.


"Kau? Kenapa kau di sini?" tanya Novi tidak suka.


"Kamu sudah mabuk begini, ayo aku antar kamu pulang," ujar Aksa menawarkan diri. Ia memegangi lengan Novi dengan lembut. Namun Novi menepis tangan Aksa dan berjalan sempoyongan. Dirinya terjatuh berkali-kali karena kehilangan keseimbangan tubuhnya. Aksa yang tidak tega melihat Novi seperti itu langsung menggendong dan membawanya pulang.