
Mengulas sekilas kehidupan Clara yukk, hehehe...😇🙈
Clara termenung di balkon kamarnya. Pikirannya sangat kacau akhir-akhir ini. Jangankan mendekati Reyhan lagi, baru sampai di depan rumahnya saja ia sudah diusir.
"Aaahhh.." Clara berteriak dan mengacak rambutnya.
"Nggak, gue gak boleh nyerah. Kali ini gue harus bisa kembali bersama Reyhan lagi. Ya, Rey kamu harus jadi milikku lagi." Ujar Clara penuh dengan emosi.
Clara masuk ke kamarnya dan mendapati suaminya yang baru pulang kerja. Namun Clara tak menyambut suaminya itu. Clara hanya menatap tajam dan penuh kekesalan ke arah Jerry, laki-laki yang kini menjadi suaminya.
" Kamu kenapa lagi?" Tanya Jerry sambil melepas jas dan dasinya. Menggulung lengan kemejanya sampai siku.
"Aku mau kita cerai!" Ucap Clara dengan acuh.
"Apa?" Balas Jerry yang terkejut dengan ucapan Clara.
"Lo denger gak sih. Gue mau kita cerai. CE-RAI!!" Kini nada bicara Clara berubah marah.
"Kamu ini kenapa sih? Dari kemarin minta cerai mulu. Aku benar-benar gak ngerti dengan sikap kamu sekarang deh?" Balas Jerry yang semakin tidak mengerti kemauan istrinya ini.
Selama ini Jerry sudah cukup bersabar dengan sikap Clara yang terkadang marah, terkadang lembut. Semakin dibiarkan, Clara justru semakin berulah. Jerry sudah tidak tahu lagi bagaimana mengatasi istrinya yang seperti ini.
"Ingat ya mas, aku mau nikah sama kamu itu hanya karena harta kamu saja. Sekarang aku mau kembali ke mantan suami aku. Jadi, besok akan urus surat perceraian kita!" Ujar Clara dan ia meninggalkan suaminya yang masih berada di kamarnya.
Di luar kamarnya, terdengar suara gaduh. Jerry segera keluar dan mendapati Clara tengah membanting barang yang ada di sekitarnya. Jerry segera berlari dan menghampiri Clara.
"Apa yang kamu lakukan?" Ucap Jerry seraya menarik tangan Clara.
"Lepaskan mas. Biar aku membanting barang tidak berguna ini. Kamu jangan halangi aku." Balas Clara dan mendorong Jerry agar melepaskan cengkramannya. Jerry semakin tidak ingin melepas tangannya dari istrinya ini. Jerry menarik Clara dan berusaha mendekapnya agar lebih tenang.
Clara menangis sampai sesenggukan didekapan Jerry. Clara memukul-mukul dada Jerry. Jerry sangat paham dengan sifat Clara. Setiap kali suasana hatinya sedang kacau, Clara akan membanting barang yang ada disekitarnya.
"Aku benci sama kamu mas.." Gumam Clara sambil mencengkram kuat lengan Jerry.
Jerry membawa Clara menuju sofa. Ia masih mendekap Clara, mencoba sebisa mungkin agar Clara lebih tenang.
"Jangan lakukan ini lagi. Bukankah sudah pernah ku bilang, kalau kamu lagi marah lampiaskan saja kepadaku." Ucap Jerry sambil mengusap-usap punggung Clara.
"Aku kangen sama Zian mas. Tapi mantan suamiku tidak mengizinkanku untuk bertemu dengan anakku sendiri. Aku harus bagaimana?" Ucap Clara merasa sedih.
"Besok kita ke sana. Biar aku yang bicara sama mereka. Kamu tenang saja sayang. Aku akan membawa Zian kembali ke pelukanmu." Balas Jerry. Ia mengusap air mata Clara yang masih membasahi pipi. Jerry ini tipe laki-laki yang terlalu sayang dan cinta dengan Clara.
"Bagus, rencanaku berhasil. hahaha.." Batin Clara senang.
Sebenarnya Clara sudah muak dengan suaminya. Kalau dulu ia sangat bahagia menikah dengan Jerry. Sekarang Clara menyesal karena Reyhan bisa sesukses ini. Itu artinya, Reyhan lebih kaya dari suami Clara sekarang ini.